Salin Artikel

Mengupas Arloji Langka TAG Heuer yang Dilelang di Only Watch 2021

Dalam acara lelang amal dua tahunan tersebut, TAG Heuer mengusung arloji "Only Watch Carbon Monaco".

Kreasi ini hanya diproduksi satu kali (one-off), sehingga tidak akan ada rilisan berikutnya.

"Only Watch menjadi salah satu sorotan dalam kalender pembuatan jam," sebut Frederic Arnault, Chief Executive Officer TAG Heuer.

"Kami senang dapat berpartisipasi lagi dan membantu mengumpulkan dana penting untuk penelitian distrofi otot Duchenne."

"Kami juga senang dapat melelang TAG Heuer Only Watch Carbon Monaco, salah satu jam tangan paling spektakuler dan imajinatif yang pernah kami buat."

TAG Heuer Only Watch Carbon Monaco merujuk pada warisan TAG Heuer di masa lalu, yang dipadukan dengan inovasi kreatif di masa kini.

Di bawah ini, kita akan mengupas habis setiap bagian yang ada pada arloji langka tersebut.

Sekitar pertengahan 1970-an, TAG Heuer memproduksi Monaco Dark Lord dalam jumlah terbatas.

Jam tangan tersebut tidak pernah terlihat dalam katalog Heuer, dan tidak diiklankan di mana pun.

Sampai hari ini, Monaco Dark Lord menjadi salah satu jam tangan terlangka buatan TAG Heuer.

Nah, bagian cangkang Only Watch Carbon Monaco dibuat sedemikian rupa menggunakan teknik terbarukan.

Pilihan tersebut untuk mengingatkan kita akan iterasi "Dark Lord" yang diciptakan TAG Heuer lebih dari 50 tahun lalu itu.

Cangkang jam tangan berbahan serat karbon memberikan nuansa "misterius" pada Only Watch Carbon Monaco.

Penerapan material serat karbon di model jam tangan Monaco sejatinya bukanlah hal baru.

Sebelumnya, di tahun 2018, TAG Heuer sudah merilis Monaco Bamford dengan cangkang serat karbon.

Bedanya, pada Only Watch Carbon Monaco, watchmaker memberikan kaca kristal safir di cangkang belakang agar pengguna nantinya dapat melihat kerumitan gerakan mesin jam.

Dalam pembuatan dial ini, TAG Heuer bermitra dengan spesialis dial ArteCad.

Potongan serat karbon dibor sehingga menghasilkan struktur yang mencolok di seluruh bagian permukaan, layaknya bentuk penyangga pada mobil balap.

Konsep desain dial seperti ini merujuk pada kontribusi TAG Heuer di dunia motor sport selama lebih dari enam dekade.

Setiap kerangka di bagian dial dibuat dengan tangan (handmade) menggunakan metode fine watchmaking, untuk menghasilkan tampilan multidimensi yang tampak rumit namun juga menakjubkan.

Di bawah indeks penunjuk waktu, terdapat roda tanggal (date wheel) yang diikuti oleh gerakan mesin jam di bagian tengah.

Umumnya, sisi atas mesin dibiarkan mentah atau raw (tidak diberi sentuhan akhir) oleh rata rata pembuat jam, karena bagian tersebut ditutupi oleh permukaan dial.

Namun karena Only Watch Carbon Monaco memiliki dial transparan, TAG Heuer juga memberikan sentuhan akhir dengan tangan di sisi atas mesin, sehingga setiap elemen di bagian dial terlihat menarik.

Bagian dial dilengkapi tiga subdial berbahan pelat kuningan galvanis yang dikelir hitam. Ketiga subdial tersebut masing-masing diletakkan di dekat indeks 3, 6, dan 9.

Lalu, jarum penunjuk detik diberi warna jingga yang mencolok, sedangkan jarum penunjuk jam dan menit dibuat dari material Super-LumiNova yang akan menyala di tempat gelap untuk memudahkan keterbacaan waktu.

3. Mesin

TAG Heuer Only Watch Carbon Monaco ditenagai mesin kronograf otomatis Heuer 02 yang menawarkan cadangan daya 80 jam.

Satu yang menarik adalah, bagian mesin dilengkapi hairspring karbon yang dikembangkan TAG Heuer Institute.

Penggunaan hairspring karbon adalah yang pertama di arloji model Monaco buatan TAG Heuer.

Fungsi hairspring karbon ini membuat mesin Heuer 02 memiliki ketahanan terhadap magnet dan guncangan, dan tetap stabil di segala suhu.

Only Watch Carbon Monaco juga menampilkan sistem oscillating weight berbentuk shield yang dibuat dengan tangan, serta dihiasi garis halus dalam gradasi warna jingga ke kuning.

Gradasi warna ini dilukis oleh master dial artist Andre Martinez. Andre berbasis di Le Locle, tak jauh dari La Chaux-de Fonds, kota tempat di mana kantor pusat TAG Heuer berada.

Selain itu, watchmaker bekerja sama dengan perusahaan dekorasi pembuatan jam Artime SA untuk memberikan finishing di bagian mesin.

Salah satu sentuhan akhir yang paling mencolok adalah dekorasi grate, motif kotak-kotak hitam putih yang terlihat pada bagian bridge.

Berbagai bagian di mesin juga diproses dengan tangan, termasuk sudut atau tepi mesin (anglage), black polishing, perlage, ukiran chevron, sandblasting, dan sentuhan akhir sunburst.

4. Tali kulit

TAG Heuer melengkapi Only Watch Carbon Monaco dengan tali berbahan kulit yang menampilkan efek tautan atau link effect.

Proses pembuatan link effect pada tali kulit memerlukan waktu berbulan-bulan.

Pertama, silikon disuntikkan ke bagian sol kulit. Setelah itu, sol kulit dicap dengan cetakan berbentuk gelang penghubung logam untuk menciptakan efek tiga dimensi.

Model tali seperti ini belum pernah terlihat pada arloji lain yang sudah dirancang TAG Heuer. Only Watch Carbon Monaco adalah yang pertama.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/10/08/070000520/mengupas-arloji-langka-tag-heuer-yang-dilelang-di-only-watch-2021

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.