Salin Artikel

6 Tips Menavigasi Pekerjaan Baru yang "Fully Remote"

Namun, tidak dipungkiri bahwa sebagian lagi masih bertahan dengan pola kerja dari rumah (WFH) dengan berbagai alasan. 

Salah satunya adalah karena merasa lebih fleksibel dan terbebas dari perjalanan ke kantor yang memakan banyak waktu.

Dengan mengadopsi fleksibilitas bekerja dari rumah saat ini juga memungkinkan beberapa perusahaan membuka pekerjaan baru yang sepenuhnya dapat dilakukan dari jarak jauh alias remote.

Jika sekarang kita menemukan diri kita memulai pekerjaan baru dari jarak jauh, kita mungkin akan menghadapi tantangan unik menjadi karyawan baru yang fully remote.

Meskipun kita bekerja dari jarak jauh, kita tetap harus mencoba mempelajari latar belakang perusahaan.

Sebagai karyawan pun sebisa mungkin kita ingin membuat kesan yang luar biasa, dan membuktikan diri mampu mengemban tanggung jawab yang telah diberikan.

Selain itu, kita perlu membangun hubungan yang baik dengan atasan maupun rekan kerja, dan mengetahui cara yang tepat dalam mempresentasikan ide dalam suatu proyek kerja -misalnya.

Nah, untungnya, ada beberapa tips yang memastikan kita mampu menavigasi pekerjaan baru dengan baik meski dilakukan sepenuhnya dari jarak jauh.

1. Minta daftar struktur organisasi dan kontak teman baru


 

Bagi karyawan baru yang bekerja di kantor, hari-hari pertama mungkin lebih banyak diisi dengan pengaturan email kerja, atau mengisi informasi gaji.

Kita juga biasa mencari tahu siapa yang menangani masalah teknologi di kantor.

Namun, hal itu sepertinya tidak terjadi pada kita yang mulai bekerja dari jarak jauh.

Meskipun teknologi dapat memudahkan komunikasi secara teknis, tetapi itu sama sekali tidak alami dan tidak mengubah fakta bahwa kita terisolasi secara fisik.

"Sebagai karyawan baru yang jauh, terkadang pertanyaan paling sederhana dapat membuat kita merasa bingung dan terhambat."

Demikian kata Alana Christou dari human resource development (HRD) di Fracture.

Jika kita tidak diberikan peralatan atau informasi yang diperlukan untuk kerja jarak jauh, dan untuk memahami peran dan tanggung jawab perusahaan, maka kita akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk merasa tenang dan produktif.

Christou pun menyarankan untuk menangani masalah ini dengan meminta beberapa hal mendasar yang diperlukan sebelum bekerja.

Antara lain, bagan organisasi, daftar sumber daya internal dan eksternal, serta kontak teman baru.

"Kita harus tahu kontak yang perlu dihubungi ketika kita memiliki banyak pertanyaan tentang pekerjaan dan informasi perusahaan," kata dia.

"Sebaiknya, kita juga perlu mengetahui historis perusahaan dan berapa banyak tim yang bekerja di dalamnya," sambung dia.

2. Lebih proaktif untuk mengetahui gaya komunikasi


 

"Kita semua memiliki cara berkomunikasi yang berbeda dan mempelajari gaya komunikasi tersebut dari awal untuk dapat menyesuaikan diri."

Demikian ungkap Kepala HRD global untuk Grammarly, Erica Galos Alioto.

Daripada frustrasi ketika rekan satu tim meninggalkan email dalam status "dibaca" selama seminggu, luangkan waktu untuk memahami apa yang membuat mereka langsung membalas.

Atau, bisa juga tanyakan apakah mereka lebih suka berkomunikasi dengan cara lain.

Dia merekomendasikan kita untuk menambahkan item agenda tentang gaya komunikasi saat kita terhubung dengan manajer dan rekan tim untuk pertama kalinya.

Ini sekaligus menetapkan harapan bahwa kita ingin bekerja secara efektif.

"Pastikan kita menjelajahi berbagai platform untuk menjangkau orang-orang," ujar dia.

"Ada rekan tim yang lebih formal melalui email dan sangat santai di telepon, sehingga kita dapat menggunakan pengetahuan ini untuk membentuk hubungan yang lebih pribadi dan berkomunikasi lebih efektif," lanjut dia.

3. Pelajari dan rangkul budaya perusahaan


 

Menurut Ivy Slater, pelatih dan penulis bisnis bersertifikat, membangun dan merangkul budaya perusahaan adalah salah satu tantangan terbesar dari pekerjaan jarak jauh.

Ini masuk akal karena ketika kita tidak secara fisik berada di suatu ruang, sulit untuk merasa terhubung dengan misi dan visi perusahaan.

Jika semua karyawan virtual, sebagian besar latihan dan praktik membangun tim kemungkinan dilakukan melalui obrolan video atau pertemuan tatap muka tahunan.

Namun, jika beberapa anggota tim melapor ke kantor sementara yang lain tetap berada jauh, maka normal untuk merasakan sedikit ketakutan akan tertinggal informasi.

"Kita tidak bisa melihat program bimbingan dalam tindakan atau hari kerja yang santai dan menyenangkan."

"Jadi, tugas kita adalah meneliti dan memahami nilai-nilai inti perusahaan," kata Slater.

Dia juga menyarankan kita untuk mengarahkan pertanyaan ke HRD tentang bagaimana organisasi mengikuti nilai-nilai intinya.

"Tanyakan kepada para pemimpin tim bagaimana mereka merangkul nilai-nilai perusahaan," ungkap dia.

"Ambil ini sebagai kesempatan untuk terlibat dalam kelompok yang dapat mendukung kita dalam menumbuhkan dan mengembangkan jaringan yang kuat di dalam organisasi," tambah dia.

4. Kolaborasi dengan rekan kerja di luar pekerjaan harian


 

Memiliki hubungan yang kuat dengan rekan kerja membuat kita merasa menjadi bagian dari tim yang tentunya membuat pekerjaan lebih menyenangkan.

Tetapi, untuk membangun koneksi, kita harus berusaha mengajak rekan kerja kita untuk berkolaborasi atau bekerja sama di luar deskripsi pekerjaan kita sehari-hari.

Alioto mengatakan, meskipun mungkin menakutkan untuk menempatkan diri sebagai anak baru yang mengajak kolaborasi, namun semakin kita melakukannya, semakin kita mengenal budaya kerja lebih dalam.

Untuk memulainya, dia merekomendasikan kita memanfaatkan platform komunikasi bisnis, yang memungkinkan karyawan untuk terhubung melalui saluran khusus, berdasarkan minat, atau tujuan bersama.

"Apabila kita melihat peluang untuk membuat grup atau saluran baru, bicarakan dengan atasan kita tentang hal itu," ungkap dia.

"Dengan berpartisipasi dalam saluran komunikasi ini untuk terhubung dan berbagi umpan balik bersama rekan-rekan kerja, kita akan meningkatkan keterlibatan dan visibilitas kita dalam organisasi," tutur dia.

5. Ciptakan ruang kerja yang profesional dan berfungsi dengan baik


 

Orang-orang memiliki solusi cerdas untuk mengubah setiap sudut atau celah menjadi kantor di rumah selama pandemi.

Menurut pakar karir untuk TopResume, Amanda Augustine, selain menjadi representasi fisik dari profesionalisme kita, ruang kerja yang berdedikasi dan terorganisasi di rumah juga akan membantu kita tetap produktif dan menetapkan batasan.

Sama seperti membeli pakaian baru untuk mengawali hari pertama kerja di kantor, pertimbangkan ini sebagai kesempatan kita untuk berbelanja pada hal-hal penting yang diperlukan untuk menciptakan area kerja di rumah.

"Kita akan menghabiskan banyak waktu di ruang kantor rumah dan pastikan itu nyaman," ungkap dia.

"Temukan kursi atau meja yang paling cocok untuk. Cari tahu apakah perusahaan akan mengirimi kita peralatan kerja tambahan atau tidak," kata dia lagi.

6. Jangan membiarkan pekerjaan menghambat waktu istirahat


 

Satu hal lagi untuk membuat kita berhasil memulai pekerjaan baru dari jauh adalah tidak membiarkannya menghabiskan setiap pikiran dan setiap jam kita.

Dengan memiliki pekerjaan baru, cukup sulit untuk menghilangkan kecemasan dan menciptakan batasan antara pekerjaan rumah dan kantor.

Seperti yang dijelaskan Augustine, ketika kita berada di kantor, kita secara alami memiliki jeda dari layar saat beralih ke rapat atau saat makan siang.

Namun, sekarang, kita mungkin terpaku pada layar selama 24/7 karena kita harus membuat semua strukturnya sendiri. Itu sebabnya, istirahat sangatlah penting.

"Bahkan jika kita harus mengatur pengingat untuk diri sendiri atau memblokir waktu di kalender, lakukanlah."

"Ini dapat membantu kita tetap bersemangat dan fokus," imbuh dia.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/10/08/154043520/6-tips-menavigasi-pekerjaan-baru-yang-fully-remote

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.