KOMPAS.com - Penjualan kembali (reselling) saat ini sedang menjadi komponen besar pasar barang mewah.
Karena itu, beberapa merek barang mewah mencari berbagai cara untuk membatasi jumlah pembelian guna meningkatkan eksklusivitas produk.
Seperti merek mewah asal Prancis, Chanel, baru-baru ini juga melakukan tindakan tertentu untuk menjaga produknya tetap eksklusif.
Mulai bulan ini, Chanel secara resmi mengubah kebijakan penjualannya untuk tas paling populernya, yakni "Classic Flap Bag dan "Coco Handle".
Jadi, setiap pelanggan hanya akan diizinkan untuk membeli satu dari masing-masing tas per tahun.
Kebijakan baru tersebut juga diberlakukan untuk produk barang kulit kecil, yang membatasi konsumen untuk membeli tidak lebih dari dua produk yang sama per tahun.
Meskipun Chanel telah menaikkan harga produk paling populernya tiga kali tahun ini, tas tangannya (handbag) masih menjadi komoditas laris di kalangan pembeli merek fesyen mewah.
Bahkan, banyak konsumen di seluruh dunia mengantri pada dini hari dan memastikan mereka mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembelian.
Selama bertahun-tahun, merek-merek mewah telah membatasi jumlah tas tangan yang dapat dibeli pelanggan sebagai tanggapan atas jumlah pengecer yang membeli stok.
Selain Chanel, Hermes juga mulai membatasi jumlah tas yang dapat dibeli konsumen, dengan hanya satu orang saja yang dapat membeli desain yang sama dua kali dalam setahun.
https://lifestyle.kompas.com/read/2021/10/13/102715320/chanel-batasi-pembelian-tas-hanya-satu-per-tahun-kenapa
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan