Salin Artikel

Sakit Gigi Lebih Sering Kambuh di Musim Hujan, Mengapa?

KOMPAS.com - Musim hujan membuat cuaca menjadi lebih dingin sehingga kadangkala terasa menyiksa bagi penderita sakit gigi.

Penyakit ini cenderung lebih mudah kambuh sehingga gigi dan gusi terasa ngilu, nyeri dan seperti ditusuk-tusuk.

Gejalanya juga sering dibarengi dengan sakit kepala, demam dan pembengkakan pada gusi.

Gejala yang muncul kerapkali terasa sangat menyakitka sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Di sisi lain, intensitas munculnya juga semakin tinggi ketika cuaca didominasi hujan yang terus turun sepanjang hari.

Sebenarnya, sakit gigi yang semakin sering kambuh ketika musim hujan bukanlah kebetulan belaka.

Molekul di udara terus bergerak menciptakan tekanan udara sehingga perubahannya ini mengubah kadar oksigen di dalam tubuh kita.

Fakta ini dikutip dari laman Allen Orthodontics, klinik kedokteran gigi profesional yang berbasis di North Carolina, Amerika Serikat.

Biasanya, tubuh akan mengatur tingkat tersebut dan mengurangi tekanan pada tulang berongga di wajah. Caranya dengan melepaskan oksigen yang tersimpan di rongga sinus kita.

Proses ini bermasalah ketika musim hujan yang membuat suhu lebih dingin sehingga hidung menjadi tersumbat.

Kondisi ini membuat oksigen terperangkap dan tidak memiliki akses untuk keluar dari tubuh sehingga memicu rasa sakit di atas mata, hidung dan rahang.

Kondisi inilah yang disebut sebagai sakit kepala karena adanya tekanan.

Gejalanya yakni kepala terasa sangat berat sehingga menyebabkan kita mudah lelah, nyeri wajah dan sakit kepala sebelah.

Hal ini semakin mudah dirasakan oleh orang yang giginya sudah bermasalah sejak awal. Misalnya gigi berlubang, retak, karang gigi dan berbagai masalah lainnya.

Pengaruh saraf gigi yang aus

Gigi terdiri dari banyak saraf yang sangat sensitif dan dilindungi oleh email dan gusi.

Sistem pada gigi ini mendeteksi berbagai ancaman seperti perubahan suhu dan tekanan sebagai rasa sakit.

Email pada gigi kita juga akan menjadi aus dan menyusut seiring pertambahan usia. Hal inilah yang memicu sensitivitasnya dan memunculkan rasa sakit ketika musim penghujan.

Gigi dengan email yang aus akan lebih mudah terasa sakit dan ngilu ketika terpapar cuaca dingin.

Selain gigi yang aus, tambalan rusak yang retak atau retak pada gigi juga memperparah kondisinya.

Pada suhu yang cenderung rendah ketika musih hujan, saraf di tubulus dentin menjadi gelisah dan mentransfer perubahan suhu ke pulpa gigi, yang bermanifestasi sebagai rasa sakit.

Untuk mencegah sakit gigi kerap kambuh di musim hujan, akan lebih baik untuk menjaga kebersihan dan kesehatannya sejak awal.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/11/01/175542520/sakit-gigi-lebih-sering-kambuh-di-musim-hujan-mengapa

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.