Salin Artikel

6 Diet Terbaik bagi Penderita Eksim

Misalnya saja, saat kolesterol meningkat, kita harus menghindari makanan berlemak seperti keju atau daging merah, dan memperbanyak konsumsi sayuran dan daging unggas tanpa lemak.

Hal yang sama juga terkadang berlaku jika kita mengalami masalah kulit seperti eksim.

Eksim adalah penyakit kulit paling umum yang biasa dikenal sebagai dermatitis atopic dan biasanya membuat kulit merah dan gatal.

Dokter spesialis kesehatan keluarga Saadia Hussain mengatakan, eksim bisa terjadi pada beberapa orang yang memang memiliki intoleransi atau alergi tertentu terhadap sesuatu, mirip dengan penderita asma.

“Jika pengidap alergi menemukan jenis tanaman tertentu, sesuatu di lingkungan, atau jenis bulu binatang tertentu, asma akan meningkat. Sama halnya dengan eksim,” kata Hussain.

“Mungkin ada sesuatu yang membuat tubuh tidak bereaksi dengan baik, dan ketika itu terjadi, mereka mengalami eksim,” tambah dia.

Sayangnya, menemukan makanan tertentu yang memicu gejala eksim tergolong sulit karena setiap orang memiliki kepekaan berbeda.

Apa yang mengganggu dan menyebabkan eksim pada kita mungkin tidak memiliki efek yang sama pada orang lain.

Kendati demikian, Hussain mengatakan, makanan dengan sifat anti-inflamasi baik untuk hampir semua kondisi inflamasi kulit kulit, seperti eksim, psoriasis, dan eksim dishidrotik.

Jadi, konsumsilah rempah-rempah seperti kunyit dan jahe yang dikenal karena manfaat anti-inflamasinya.

Lalu, untuk diet bagi penderita eksim, bisa mencoba beberapa diet pola makan berikut ini.

  • Diet anti-inflamasi

Diet anti-inflamasi memiliki banyak manfaat, termasuk menghilangkan rasa sakit dan mengurangi gejala kondisi kronis seperti fibromyalgia.

Diet ini juga sangat membantu untuk mengatasi gejala eksim, yang dapat disebabkan oleh stres, sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap alergen, atau iritasi di lingkungan.

Diet anti-inflamasi membatasi produk susu, biji-bijian, daging merah, tepung dan gula, dan memperbanyak konsumsi sayuran dan ikan.

Mencoba menjadi vegetarian juga bisa dilakukan.

  • Diet mediterania

Diet Mediterania menekankan pada konsumsi sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan dengan asam lemak omega-3 (seperti salmon atau tuna) dan minyak zaitun.

“Diet ini lebih berbasis tanaman dan mengandung banyak ikan serta kacang-kacangan, dari situlah kita mendapatkan asupan protein,” kata Dr. Hussain.

  • Diet Ayurvedic

Mirip dengan diet Mediterania, diet ini berfokus pada makanan non-olahan, seperti buah, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian, serta rempah-rempah seperti ketumbar, jinten, jahe, kunyit dan kayu manis yang berfungsi sebagai anti peradangan.

  • Diet eliminasi

Diet eliminasi atau diet yang membuat kita mengeliminasi berbagai makanan dari diet kita dan kemudian secara bertahap menambahkannya kembali.

Cara ini berguna untuk melihat apa yang menyebabkan reaksi alergi, mungkin bisa membantu.

“Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa alergen makanan berhubungan dengan eksim, jadi umumnya kami tidak merekomendasikan diet eliminasi, terutama pada anak-anak,” kata Dr. Hussain.

  • Diet eksim dishidrotik

Sayangnya, tidak ada diet khusus yang dapat membantu gejala eksim dishidrotik atau dishidrosis.

Jenis eksim yang biasanya diobati dengan steroid topikal potensi tinggi atau sinar UV ini sering ditemukan di tangan.

Keadaan tersebut disebabkan, ketika kulit menjadi kering dan dehidrasi akibat paparan bahan kimia atau cairan seperti hand sanitizer.

Nah, karena eksim dishidrotik menyebabkan kita mengalami lepuh kecil dan kulit pecah-pecah, sebaiknya menjauhi makanan asam seperti buah jeruk.

Sebab, makanan asam dapat menyebabkan iritasi permukaan tambahan.

Lalu, jika akan bekerja menggunakan bahan yang memiliki kandungan asam tinggi, sebaiknya kenakan sarung tangan vinil.

Eksim jenis ini juga dapat disebabkan oleh kepekaan terhadap zat seperti nikel, kobalt atau kromium.

Jadi, kita bisa beralih ke diet nabati karena makanan berbasis tumbuhan hampir tidak memiliki mineral tersebut di dalamnya.

  • Diet bebas gluten

Gluten ditemukan di banyak makanan, termasuk beras merah, roti, keripik, makanan yang dipanggang, hingga kecap atau salad dressing.

Nah, bagi kebanyakan orang, beralih ke diet rendah gluten mungkin bisa membantu.

“Setiap kali kita memiliki masalah GI kronis atau masalah kulit, dan kita telah bekerja keras dan semuanya negatif, hal berikutnya adalah mencoba mengurangi gluten."

"Terkadang, hanya melakukan diet bebas gluten, kondisi GI kronis atau kulit kita menjadi lebih baik,” ujar Hussain.

Terlepas dari deretan diet di atas, kunci untuk mengurangi gejala eksim adalah makanan sehat.

Misalnya, buah, sayuran, daging unggas, atau susu, serta tidak mengonsumsi makanan olahan.

Tak hanya itu, Hussain juga menekankan, bahwa menjalani diet seimbang dengan olahraga teratur perlu dilakukan.

“Jika mencobanya hingga menjadi bagian dari gaya hidup, itu akan membantu kita menghadapi berbagai penyakit, termasuk eksim."

"Langkah serupa pun membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes, begitu pula dengan tekanan darah tinggi dan masalah kesehatan mental,” kata Hussain.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/11/05/100449920/6-diet-terbaik-bagi-penderita-eksim

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.