Salin Artikel

Cara Bijak Berkomentar di Media Sosial Ketika Ada Kabar Duka

KOMPAS.com - Tragedi, bencana atau kabar duka yang melanda figur publik biasanya menjadi bahan pemberitaan secara masif.

Bukan hanya di media arus utama namun juga di media sosial maupun forum-forum digital lainnya. Rasa ingin tahu publik memang cenderung lebih tinggi sehingga pembahasannya bisa bertahan hingga berhari-hari.

Selain itu, warganet juga kerap memberikan komentar di konten berisi kabar duka tersebut. Misalnya saja pada unggahan yang ditujukan sebagai tribute atau penghormatan pada korban atau orang yang sedang berduka itu.

Sayangnya, tidak semua pesan yang disematkan itu tepat sasaran dan etis. Kadangkala ada komentar yang tidak pantas dan malah menambah buruk suasana yang sedang berduka.

Bijak berkomentar di media sosial ketika ada kabar duka

Media sosial memudahkan kita untuk menyampaikan penghormataan maupun rasa duka cita kepada orang yang jauh. Demikian pula jika kita berniat menyampaikan kenangan atau belasungkawa atas tragedi yang dialami oleh orang terkenal.

Beberapa diantara kita juga seringkali bingung harus berkomentar apa ketika unggahan duka muncul di linimasa media sosial. Apapun komentar yang ingin diberikan, pastikan untuk memberikan pesan yang penuh empati dan tidak menyinggung.

Seperti apa panduannya?

Unggah konten yang sesuai

Unggah konten yang sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Misalnya saja mengunggah pesan penghormataan atau foto individu yang sesuai untuk berpartisipasi dalam duka kolektif.

Sampaikan secara langsung

Daripada sekedar memberikan komentar di media sosial, tak ada salahnya menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada yang bersangkutan. Tentunya ini dilakukan jika kita mengenal langsung korban atau keluarga yang mengalami musibah tersebut.

Misalnya saja mendapatkan kabar via Facebook, kirimkan pesan belasungkawa lewat aplikasi pesan, alih-alih sekedar komentar di wall.

Jadi pendengar yang baik

Jika memiliki hubungan yang dekat dengan orang yang sedang berduka secara pribadi, ulurkan bantuan lebih jauh. Misalnya membantu menyiapkan proses pemakaman atau sekedar menjadi pendengar curhatannya ketika mereka sudah siap.

Hindari kalimat yang klise

Kebanyakan dari kita bingung memiliki kalimat yang tepat ketika berkomentar dalam unggahan dukacita. Untuk benar-benar menyampaikan ketulusan hati kepada yang berduka, sebaiknya hindari frasa atau kalimat yang klise.

Misalnya saja "mereka berada di tempat lebih baik" atau "lebih disayang Tuhan sehingga dipanggil lebih dulu".

Alternatif yang lebih baik adalah kalimat yang dapat mengungkapkan empati dan simpati kita. Contohnya, "Saya turut berduka atas kehilangan Anda" atau "tidak ada kata-kata untuk mengungkapkan apa yang Anda rasakan".

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/11/05/133958620/cara-bijak-berkomentar-di-media-sosial-ketika-ada-kabar-duka

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.