Salin Artikel

4 Penyebab Lemak Perut Bawah yang Perlu Diwaspadai

KOMPAS.com - Mengetahui penyebab lemak perut bawah terbentuk bisa menjadi langkah awal untuk mencari tahu cara melenyapkannya.

Sebetulnya, setiap orang menyimpan lemak pada area tubuh yang berbeda. Perut bawah cenderung menjadi tempat lemak menimbun bagi banyak orang.

Lemak perut bawah terdiri dari dua jenis lemak, yakni lemak viseral dan lemak subkutan.

Menurut Livestrong, Lemak viseral terletak jauh di dalam perut dan berada d di sekitar organ dalam.

Lemak viseral lebih berbahaya karena mengeluarkan hormon dan senyawa yang meningkatkan risiko penyakit, termasuk beberapa jenis kanker, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Karena lemak visceral membuat bagian tengah tubuh melebar ke luar, lemak subkutan di sana terkadang bisa turun, menjadi penyebab lemak perut bawah.

Mengutip Kompas.com (10/11/2021), ukuran lingkar pinggang di atas 101 cm untuk pria, dan di atas 88 cm untuk wanita dianggap ideal.

Penyebab lemak perut bawah

Berikut beberapa penyebab lemak perut bawah yang perlu diketahui:

Menurut Livestrong, seiring bertambahnya usia, lemak cenderung terakumulasi. Selain itu, secara alami tubuh juga kehilangan massa otot dan kalori berlebih lebih mudah disimpan sebagai lemak, terutama di area perut.

Itulah mengapa penuaan menjadi salah satu penyebab lemak perut bawah yang perlu diketahui.

Perubahan hormon juga menjadi salah satu penyebab lemak perut bawah.

Wanita di usia subur, misalnya, cenderung memiliki lemak di pinggul, paha, dan bokong untuk memasok cadangan energi selama kehamilan dan menyusui.

Saat kadar estrogen turun selama menopause, lemak lebih banyak bermigrasi ke perut.

Sementara pria selalu memiliki kecenderungan untuk mengembangkan lemak perut, tetapi tidak ada alasan fisiologis yang diketahui.

Begitu kadar hormon testosteron mulai berkurang setelah usia 40 tahun, lemak perut pada pria akan bertambah cepat.

Makanan yang kita makan sehari-hari juga berperan sebagai bagian dari penyebab lemak perut bawah.

Sebuah studi yang dipublikasikan melalui Journal of Clinical Investigation pada 2009 menemukan bahaa konsumsi minuman manis dalam jumlah yang signfikan, termasuk soda dan jus buah tinggi fruktosa, dapat meningkatkan pengembangan lemak viseral.

Makanan tinggi gula juga bisa menjadi penyebab dari lemak perut bawah. Jadi, kurangi asupan makanan manis, seperti permen, soda, dan kue olahan jika ingin melenyapkan lemak perut bawah.

Biji-bijian olahan, termasuk makanan seperti roti putih dan pizza, juga bisa mengembangkan lemak perut bawah.

Dalam American Journal of Clinical Nutrition edisi 2010, para peneliti menemukan bahwa peningkatan asupan biji-bijian olahan berkorelasi dengan lebih banyak lemak perut. Namun, peningkatan asupan biji-bijian tidak.

Usahakan memilih pilihan makanan yang lebih sehat, seperti roti dan pasta gandum, nasi merah atau quinoa daripada pilihan tepung putih.

Terlalu banyak konsumsi lemak jenuh membuat perut menjadi membuncit.

Lemak ini terutama ditemukan dalam produk hewani, seperti daging berlemak dan produk susu penuh lemak.

Kita bisa menggantikannya dengan lemak tak jenuh ganda dalam salmon, alpukat, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Penyebab lemak perut bawah juga bisa karena gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan kurang gerak atau sedentary.

Jika tidak membakar kalori dalam jumlah yang cukup dari apa yang kita konsumsi, kelebihan kalori akan menumpuk di area perut, termasuk perut bawah.

Untuk mencegahnya, penting untuk memperbanyak aktivitas kardiovaskular intensitas sedang setidaknya 150 menit seminggu, misalnya, dapat membantu mencegah atau mengurangi lemak perut dan lemak tubuh secara keseluruhan.

Kita juga bisa menambah gerakan dengan meluangkan jalan santai sepanjang hari ketika berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Penyebab lemak perut bawah juga bisa karena kebiasaan tidur yang buruk.

Para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Wake Forest meneliti kebiasaan tidur dan akumulasi lemak viser pada orang dewasa di bawah 40 tahun selama lima tahun. Peneliti menemukan bahwa orang-orang yang tidur kurang dari enam jam per malam atau lebih dari sembilan jam rata-rata memiliki jumlah lemak perut yang lebih tinggi.

Hasil mereka, yang diterbitkan di Sleep pada 2010, menunjukkan bahwa tidur malam yang nyenyak membantu mencegah pengembangan lemak perut bawah.

Selain itu, semakin stres, risiko pengembangan lemak perut bawah juga akan lebih tinggi karena tubuh memproduksi lebih banyak kortisol, hormon yang mendorong tubuh untuk menyimpan kelebihan kalori sebagai lemak perut.

Merokok berdampak pada kesehatan secara keseluruhan, termasuk meningkatkan risiko pengembangan lemak perut.

Sebuah penelitian yang dikutip WebMD menunjukkan bahwa kebiasaan merokok menjadi bagian dari penyebab lemak perut bawah karena membuat seseorang memiliki lebih banyak lemak viseral.

Berhenti merokok adalah solusi jika ingin melenyapkan lemak perut.

Untuk mengetahui cara menghilangkan perut buncit atau lemak perut, ulasan lengkap dapat dibaca pada tautan ini.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/11/22/122652720/4-penyebab-lemak-perut-bawah-yang-perlu-diwaspadai

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.