Salin Artikel

Social Engineering, Teknik Manipulasi di Balik Tren Media Sosial

Challenge ini menantang kita untuk berbagi variasi nama panggilan termasuk dari orang terdekat seperti pasangan dan keluarga.

Tantangan ini memang terasa fun dan mengasyikan sehingga banyak yang tergoda ikut serta.

Tren ini juga menular sehingga semakin banyak netizen yang menjadi peserta challenge ini.

Belakangan barulah disadari bahwa challenge ini sangat berbahaya, khususnya berkaitan dengan kerahasian data pribadi.

Tren media sosial ini adalah salah satu modus yang menjebak kita mengumbar data pribadi yang seharusnya rahasia.

Modus tersebut membuat kita tak sadar telah membagikan data penting secara sukarela.

Bukan hanya followers, namun juga non followers atau orang lain yang stalking akun media sosial kita.

Safenet, organisasi yang fokus pada perjuangan hak-hak digital di Asia Tenggara, mengatakan modus yang memanfaatkan tren media sosial ini dinamakan social engineering atau rekayasa sosial.

Modus ini merupakan teknik manipulasi psikologi agar individu atau grup mau melakukan sesuatu atau menyerahkan informasi tertentu, seperti data pribadi, secara sukarela, meski berisiko merugikan.

Praktik social engineering dengan tren media sosial

Praktik social engineering biasa terjadi dengan mempertimbangkan kondisi seseorang yang tidak sadar secara penuh.

Misalnya saja sedang mengantuk, capek, emosi berlebihan seperti marah atau panik dan tidak paham konsekuensinya.

"Seperti mengikuti tantangan atau ajakan di media sosial yang terdengar sepele dan tidak berbahaya," demikian dikutip dari akun Instagram @safenetvoice.

Banyak orang tergoda untuk mengikuti tren terbaru tanpa mempertimbangkan risikonya.

Apalagi di era sekarang ketika tren media sosial dianggap penting untuk selalu diikuti agar tidak terkesan ketinggalan zaman.

Jebakan social engineering ini dilakukan sebagai salah satu cara profiling guna mengumpulkan data pribadi seseorang.

Hal ini bisa bertujuan untuk banyak hal, termasuk tindakan kejahatan seperti penipuan dan pembobolan akun rekening bank.

Social engineering tidak dipraktikkan lewat challenge berbagi nama panggilan saja, namun banyak variasi tren media sosial lainnya.

Misalnya saja challenge atau game yang mengundang kita memasukkan tanggal lahir, lokasi tempat tinggal atau tulisan tangan.

Semua informasi tersebut memang terkesan sepele namun penting, khususnya di era digital seperti sekarang.

Data tersebut bisa disalahgunakan untuk melakukan pelanggaran privasi, perusakan reputasi atau berbagai tindak kejahatan online lainnya.

Perlindungan atas data pribadi di dunia maya merupakan kunci utama dari risiko berbagai kekerasan atau kejahatan online.

Sangat disarankan data tersebut tidak diumbar baik melalui media sosial seperti Instagram atau Twiter, maupun aplikasi percakapan seperti Whatsapp dan Telegram.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/11/23/150408420/social-engineering-teknik-manipulasi-di-balik-tren-media-sosial

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.