Salin Artikel

Cara Atasi Lingkungan Kerja yang Tak Baik bagi Kesehatan Mental

Oleh: Nur Ithrotul Fadhilah & Ikko Anata

MEMILIKI lingkungan kerja yang baik dan suportif akan membuat etos kerja lebih meningkat. Hal tersebut akan berdampak pada suasana hati yang baik pula.

Namun, masih sedikit yang memiliki atensi terhadap lingkungan kerja yang suportif, tak terkecuali menyangkut kesehatan mental. Selain itu, kesehatan mental di lingkungan kerja juga masih menjadi hal yang minim diperbincangkan meski hal tersebut sangat penting.

Menurut WHO, kesehatan mental adalah keadaan sejahtera ketika individu menyadari kemampuannya sendiri, dapat mengatasi tekanan hidup, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya.

Sane.org melaporkan, setiap tahun sekitar 20 persen kehidupan orang Australia dipengaruhi oleh masalah kesehatan mental dan 45 persennya diperkirakan memang mengalami masalah kesehatan mental.

Sama seperti penyakit fisik, masalah kesehatan mental muncul tanpa memandang usia, pekerjaan, latar belakang, atau kepribadian.

Berbagai sumber masalah dapat muncul dari lingkungan kerja atau kantor yang kemudian berdampak pada kesehatan mental. Lantas, apa saja sumber masalah tersebut, serta bagaimana mengatasinya? Simak penjelasan berikut.

Tidak cocok dengan atasan

Salah satu sumber masalah kesehatan mental di lingkungan kerja adalah ketidakcocokan dengan atasan atau bos sehingga dapat memunculkan berbagai masalah dan perselisihan.

Dra. Astrid Regina Sapiie, seorang psikolog klinis dan CEO Dear Astrid dalam siniar Anyaman Jiwa berjudul “Bicara Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja” mengemukakan, sebagai bawahan kita sebetulnya memiliki pilihan untuk membuat diri terhindar dari masalah, misalnya dengan mundur atau resign dari pekerjaan.

Terkadang, kita merasa tidak bisa memenuhi apa yang atasan targetkan sehingga menjadi beban untuk diri sendiri.

Namun, masih banyak yang tidak memilih mundur karena kaitannya dengan faktor ekonomi atau masalah jabatan sehingga memutuskan untuk menerima saja. Jika kita senang menjalaninya, tidak akan menjadi beban.

Namun jika sebaliknya, hari-hari saat kembali ke kantor akan terasa semakin berat karena ada atasan yang menjadi sumber tekanan.

Hal tersebut tentu akan mengganggu kesehatan mental yang kemudian berdampak terhadap kesehatan fisik, seperti badan terlihat letih dan lesu.

Salah satu hal untuk mengatasi tersebut adalah dengan membicarakan dengan atasan.

Tanisha Ranger, PsyD, sebagai dikutip Psycom-net menyebutkan, keputusan untuk membicarakan permasalahan dengan atasan sangat bergantung pada situasi. Ia menambahkan, “Jika kamu mengenal atasan kamu dengan baik dan memiliki hubungan kerja yang baik, saya pikir akan sangat bermanfaat untuk memberitahu dia tentang penyakit mental kamu.”

Namun, jika tidak mengenal atasan dengan baik atau tidak memiliki hubungan kerja yang baik, memberitahunya tentang masalah kesehatan mental akan dapat merugikan kita. Oleh karena itu, mengenai keputusan untuk membicarakan masalah kesehatan mental dengan atasan, baiknya mempertimbangkan dengan tempat dan lingkungan kerja masing-masing.

Beban kerja terlalu berat

Hal lain yang dapat memicu kesehatan mental di lingkungan kerja adalah beban kerja yang terlalu berat sehingga menyebabkan kelelahan. Hal tersebut digambarkan WHO sebagai bentuk stres kerja kronis yang menghabiskan energi.

Melansir workchorn,com, beban kerja yang berlebihan dapat memengaruhi suasana hati, kestabilan emosional, dan kinerja. Suasana hati yang tidak baik berpeluang untuk merenggangkan hubungan dengan rekan kerja, supervisor, teman, dan keluarga.

Karena itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, di antaranya dengan membagi pekerjaan agar lebih fokus dan mengerjakan satu per satu sesuai dengan prioritas atau tenggat waktu yang telah ditentukan.

Selain itu, cara lain yang dapat dilakukan adalah bekerja sama dengan rekan kerja atau berkolaborasi dengan orang-orang yang memiliki pekerjaan serupa.

Masalah dengan Teman

Setiap orang yang bekerja di kantor atau perusahaan, tidak dapat memilih siapa rekan kerja yang akan bekerja bersamanya sehingga perlu penyesuaian dengan beragam sikap baru. Namun, akan menjadi masalah jika ada ketidakcocokan dengan rekan kerja yang dapat mengganggu produktivitas dalam bekerja. Lalu, apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut?

Thebalancecareers melaporkan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu identifikasi masalah apa yang dialami dengan rekan kerja. Setelah itu, coba pelajari rekan kerja sehingga kita tahu harus memberikan respons seperti apa.

Akan tetapi, jika memang masih ada masalah, cobalah untuk mendiskusikan dengan rekan kerja yang lain agar mendapat masukan dari perspektif lain.

Pembahasan mengenai kesehatan mental telah tersedia di episode pertama siniar (podcast) Anyaman Jiwa yang berjudul “Berani Bicara Masalah Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja”. Dengarkan episode selengkapnya melalui tautan berikut https://bit.ly/eps1anyamanjiwa.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/12/07/080000120/cara-atasi-lingkungan-kerja-yang-tak-baik-bagi-kesehatan-mental

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.