Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bisa Jaga Kondisi Mental, Apa itu Meditasi Bersyukur?

KOMPAS.com - Kita sering diminta untuk banyak bersyukur pada hal apa pun yang sudah terjadi atau yang sedang kita rasakan saat ini.

Meski terdengar sepele, faktanya bersyukur merupakan hal yang sulit dilakukan oleh banyak orang. Kita lebih mudah mengeluh daripada bersyukur.

Padahal bersyukur bukanlah ungkapan emosional belaka, sebab mempraktikkannya secara teratur dapat bermanfaat bagi kesehatan.

Selain itu, banyak-banyak bersyukur ternyata bisa menjaga kondisi mental seseorang secara keseluruhan.

Apa itu rasa syukur?

Bersyukur berarti menghargai apa pun yang terjadi dalam hidup. Ini kebalikan dari utang budi, yang mengacu pada keyakinan bahwa seseorang harus berterimakasih karena telah mendapatkan atau berhutang untuk hal-hal baik.

Psikolog yang juga seorang penulis, Karen Lynn Cassiday mengatakan kunci untuk melatih rasa syukur adalah belajar menyadari bahwa kita telah dianugerahi dengan sesuatu yang baik.

Sementara itu, direktur klinis dari Anxiety Treatment Center of Greater Chicago, Cassiday menjelaskan bahwa syukur adalah sikap menghargai pemberian dari orang lain, alam semesta, atau Sang Pencipta.

"Dan, Anda beruntung telah menerima berkat itu,” kata Cassiday.

Ilmu bersyukur

Sudah ada beragam cara untuk mempelajari syukur selama beberapa dekade. Bahkan, Cassiday menyebut terdapat 15.000 penelitian yang membahas hal ini.

Dari belasan ribu penelitian, hasilnya rata-rata menunjukkan manfaat kesehatan secara mental dan emosional dari rasa syukur.

Pada tahun 2019, tim peneliti dari Belanda melakukan pendekatan baru dengan meninjau kembali penelitian soal syukur dari dekade sebelumnya. Tetapi, yang ditinjau ulang adalah dampaknya pada manfaat fisik.

Penelitian mendukung temuan sebelumnya yang mendapati bahwa bersyukur punya dampaknya bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan bila diarahkan pada mental dan emosional.

Cassiday mengatakan temuan ini masuk akal sebab rasa syukur dapat membuat tubuh melepaskan dopamin dan oksitosin.

Ada pun, dopamin adalah hormon yang bisa membuat seseorang merasa lebih baik. Sedangkan, oksitosin merupakan hormon yang mendorong ikatan dengan orang lain.

“Rasa syukur melindungi dari emosi negatif, seperti depresi, kesedihan, dan kemarahan, dan melawan emosi beracun, seperti dendam, cemburu, sinisme, dan kebencian,” kata Cassiday.

Singkatnya, rasa syukur adalah sikap yang mengarah pada ketahanan, ketabahan, harapan, dan hubungan yang sehat.

Syukur lebih dari kebaikan

Kebaikan adalah tindakan eksternal, yakni apa yang kita lakukan atau katakan kepada orang lain.

Sedangkan, syukur adalah reaksi terhadap sesuatu yang dirasakan secara internal, yang mungkin tidak dirasakan oleh orang lain.

“Saya percaya mengalami rasa syukur jauh lebih bermakna daripada mengucapkan rasa terima kasih sebagai kewajiban atau basa-basi,” kata seorang psikoterapis berlisensi asal Atlanta, Laura Morse.

Bersyukur bukan berarti mengatakan pada diri sendiri bahwa orang lain lebih buruk, karena hal tersebut justru tidak akan membuat kita merasa lebih baik.

Bersyukur lebih pada menerima dengan gembira apa yang kita miliki, kita alami, tanpa membandiingkannya dengan orang lain. 

Cara untuk mengungkapkan lebih banyak rasa syukur dalam hidup bisa dilakukan dengan membuat jurnal rasa syukur.

Dengan cara ini, seseorang dapat menuliskan pemikiran, tujuan, dan pengalamannya. Jika tidak, ia juga bisa menulis surat terima kasih kepada diri sendiri atau kepada orang lain dengan mengungkapkan pikiran dan perasaannya.

Agar manfaat bersyukur bisa dirasakan tubuh, Cassiday memberikan tantangan 30 hari dengan menuliskan 3 hal yang patut disyukuri selama sehari.

Diantaranya, menuliskan bagaimana suatu pengalaman bisa memengaruhimu dan berkat apa yang pernah kamu temukan.

"Bisa dengan menulis, 'Saya sangat bersyukur atas warna indah daun musim gugur, terutama merah cerah, dan bagaimana hal itu membuat waktu abu-abu sepanjang tahun menjadi indah dan mempesona. Saya beruntung bisa mengalami ini'," tambah Cassiday.

Latih rasa syukur setiap hari

Layaknya bernapas, rasa syukur harus dilakukan setiap hari. Menjalani hidup dengan selalu bersyukur bisa membuat hari memiliki esensi ketika kita melakukan suatu tindakan.

“Saat kita mengalami emosi positif seperti rasa syukur, cinta, kebaikan, dan kasih sayang, kesadaran kita meluas,” kata Kathi Kemper, MD, direktur eksekutif Ohio State University College of Medicine’s Center for Integrative Health and Wellness.

“Kreativitas dan kapasitas pemecahan masalah kami berkembang, dan kami menjadi lebih efektif dalam apa pun yang kami lakukan," imbuhnya.

Dr. Kemper mengatakan, seseorang hampir tidak mungkin mengalami perasaan cemas dan bersyukur pada saat yang bersamaan.

“Beralihlah untuk berfokus pada orang, keadaan, atau hal-hal yang Anda syukuri, dan perhatikan suasana hati Anda membaik,” kata Dr. Kemper.

“Ini juga merupakan latihan yang bagus sebelum tertidur setiap malam," tambahnya.

Memadukan rasa syukur dan meditasi

Mirip dengan tujuan bersyukur, meditasi adalah latihan mental untuk meningkatkan kesadaran terhadap kondisi saat ini.

“Semua meditasi sebenarnya, adalah perhatian yang dialihkan,” jelas Anne Hartley, pendiri Hart Life Academy di Australia.

“Alih-alih membiarkan pikiran mengembara dan memikirkan apa pun, meditasi membawa perhatian pikiran ke napas, objek, atau mantra kita.”

Meditasi tradisional berfokus pada pernapasan dan mantra berulang, seperti suara, kata, atau frasa. Prosesnya juga dapat disesuaikan dengan fokus pada rasa syukur.

"Anda dapat menggunakan kata 'terima kasih' atau 'Saya bersyukur' sebagai mantra saat meditasi," kata Hartley.

"Atau bisa fokus pada semua yang Anda syukuri, yang lebih merupakan latihan kesadaran," tambahnya.

Meditasi yang berbeda mempengaruhi bagian otak yang berbeda. Hartley mengatakan, meditasi bersyukur memengaruhi korteks prefrontal, yang membantu pemikiran dan pengambilan keputusan.

Sebuah studi yang dilakukan tahun 2017 oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menunjukkan meditasi ternyata bisa meningkatkan kesehatan mental pekerja dengan menurunkan tingkat stres.

Meditasi bukanlah sihir

Hartley menyampaikan, banyak orang salah melakukan meditasi beryukur sebab mengharapkan hasil yang instan.

“Kadang-kadang ketika kita bermeditasi, kita tidak merasa berbeda, sedangkan di lain waktu meditasi bisa sangat menenangkan,” katanya.

Karena pikiran manusia tidak pernah berhenti berpikir, meditasi akan membantu seseorang mengarahkan pikirannya ke satu titik fokus.

Jika tujuannya adalah kesadaran akan rasa syukur, kita dapat melatih perhatian ini sekali sehari atau satu jam sekali saat kita berusaha mencapai keseimbangan.

“Anda tidak ingin membuat meditasi menjadi tugas, tetapi lebih merupakan gaya hidup untuk dapat mengambil momen-momen kecil dari jeda bersyukur,” kata Cassiday.

Jadi cobalah meditasi dengan berfokus pada rasa syukur untuk semakin menguatkan rasa itu, maka kita akan lebih sehat secara mental dan emosional.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/12/17/094842120/bisa-jaga-kondisi-mental-apa-itu-meditasi-bersyukur

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.