Salin Artikel

Serangan Jantung Tanpa Gejala, Pembunuh dalam Diam

KOMPAS.com - Gejala serangan jantung memang cukup beragam, tetapi kebanyakan orang akan mengalami gejala seperti nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, keringat dingin, dan tubuh menjadi lemah.

Namun apa yang terjadi jika penderita serangan jantung menunjukkan gejala yang tidak biasa, atau tanpa gejala sama sekali?

Kondisi itu disebut sebagai serangan jantung "diam", atau silent heart attack.

Gejala tidak biasa, atau tanpa gejala

Silent heart killer adalah serangan jantung di mana seseorang tidak merasakan gejala, gejalanya ringan, atau berbagai gejala yang umumnya tidak diidentifikasi sebagai penyebab serangan jantung.

Efeknya adalah penderita tidak segera mendapatkan pengobatan. Padahal, meski tidak menunjukkan gejala, silent heart killer tetap menyebabkan kerusakan pada jantung, sehingga jantung membutuhkan perawatan dan pemantauan.

Terlambat untuk diketahui

Beberapa penderita silent heart killer biasanya baru menyadari kondisi yang dialami ketika mereka melakukan kunjungan ke dokter untuk pemeriksaan kondisi fisik.

"Kita dapat mengetahui ukuran serangan jantung dari seberapa banyak otot jantung yang rusak, seringkali lewat elektrokardiogram (EKG) atau lebih tepatnya ultrasound jantung," kata dokter ahli jantung Curtis Rimmerman, MD.

Ada juga pasien yang segera berkunjung setelah terkena silent heart killer, karena mereka mengalami gejala seperti kelelahan dan sesak napas.

Terkadang, gejala silent heart killer disebabkan oleh kebocoran katup mitral pada jantung.

Kebocoran katup mitral, atau regurgitasi mitral merupakan kondisi di mana katup mitral jantung tidak menutup urat, sehingga darah mengalir kembali ke jantung.

Akibat hal ini, komplikasi serius bisa muncul. Mulai dari gagal jantung, gangguan irama jantung, dan kehilangan kesadaran.

"Meskipun gejala serangan jantung yang tidak biasa banyak ditemukan pada wanita dan penderita diabetes, penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja," sebut Rimmerman.

Gejala silent heart killer

Kendati silent heart killer tidak menunjukkan gejala secara spesifik, kita harus waspada jika mengalami hal-hal berikut:

1. Sensasi meremas di bagian dada

Kita cenderung mengira serangan jantung memicu nyeri di dada sebelah kiri. Namun Rimmerman menepis dugaan tersebut.

"Serangan jantung paling sering menyebabkan rasa tidak nyaman di bagian tengah dada, bersamaan dengan sensasi meremas atau sesak yang tiada henti," katanya.

2. Kelelahan tanpa penyebab pasti

Tanda potensial lain dari silent heart killer adalah kelelahan dan sesak napas secara tiba-tiba, terutama saat melakukan aktivitas yang sebelumnya tidak memicu gejala tersebut.

3. Gangguan pencernaan

Banyak orang menduga mereka mengalami serangan mulas (heartburn), padahal sebenarnya mereka terkena serangan jantung.

Gangguan pencernaan dapat menyebabkan refluks asam lambung ke kerongkongan dan terkadang terasa sakit di dada, tenggorokan, dan area rahang. Apabila gejala-gejala ini sering kita alami, segera hubungi dokter.

"Jika setelah diperiksa kondisi itu ternyata adalah heartburn, setidaknya kita tidak mengalami kondisi yang lebih buruk. Jangan sampai ketidakpastian membawa penyesalan di kemudian hari bagi kita dan keluarga," katanya.

4. Ketidaknyamanan terus-menerus

Seringkali kita merasakan ada sesuatu yang salah namun kita abaikan dan menyangkal bahwa kondisi yang kita alami adalah serangan jantung.

Bahkan, kita cenderung mengabaikan gejala serangan jantung dan menghubungkan gejala tersebut dengan kondisi lain.

Rimmerman mengingatkan kita untuk tidak sekadar menduga-duga kondisi yang kita alami.

Terlebih jika kita memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti kegemukan, merokok, tekanan darah tinggi, menderita diabetes, atau pun kolesterol tinggi. 

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/12/20/090342620/serangan-jantung-tanpa-gejala-pembunuh-dalam-diam

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.