Salin Artikel

5 Cara Aman Merayakan Natal di Tengah Pandemi Covid-19

Dengan munculnya varian baru ini tentunya segala aktivitas orang-orang akan kembali terganggu, termasuk bagi umat Kristiani yang merayakan Hari Natal hari ini.

Namun kabar baiknya, para pakar kesehatan mengatakan, virus baru ini tidak sepenuhnya berbahaya, sehingga kita masih dapat merayakan Natal.

Meski demikian, siapa pun tetap wajib menerapkan sejumlah tindakan pencegahan.

Nah, lebih lanjut untuk mencegah penularan Covid-19, simak lima kiat aman merayakan hari Natal di masa pandemi Covid-19.

1. Merayakan dalam pertemuan kecil

Pakar kesehatan masyarakat mengatakan, pertemuan masih bisa dilakukan, tetapi tidak boleh dalam jumlah besar.

"Saya akan menjaga hal-hal kecil pada saat ini karena kita perlu membatasi kontak kita."

Demikian dikatakan Direktur Medis Pencegahan dan Pengendalian Infeksi untuk Jaringan Kesehatan Universitas Toronto, Dr Susy Hota.

Menurut dia, tidak ada jumlah yang pasti bagi orang-orang untuk membuat pertemuan yang aman.

Namun, itu harus disesuaikan tergantung pada tingkat kenyamanan orang, dan apakah mereka berisiko mengalami komplikasi parah dari Covid-19.

Misalnya, lansia atau orang yang dengan gangguan kekebalan.

Selain itu, kita juga perlu memeriksa batas berkumpul orang-orang di sekitar tempat kita tinggal.

Wakil kepala petugas kesehatan masyarakat Kanada, Dr Howard Njoo menyarankan agar pertemuan tidak boleh dihadiri oleh lebih dari 10 orang dan semua peserta harus berusia 12 tahun ke atas yang sudah divaksin.

2. Sudah mendapatkan vaksin penuh

"Vaksin telah memberi kita perlindungan substansial dari infeksi dan hasil yang parah hingga saat ini, serta meredam dampak gelombang yang didorong varian Delta musim ini," terang ahli kesehatan masyarakat, Dr Theresa Tam.

Meskipun ada kemungkinan bahwa varian Omicron yang baru mungkin tidak dapat dihalau oleh beberapa vaksin, namun Dr Tam yakin vaksin tetap dapat memberikan perlindungan yang baik.

"Akan lebih aman ketika semua orang yang telah mendapatkan vaksin sepenuhnya dan jika perlu semua yang memenuhi syarat juga bisa mendapatkan dosis booster Covid-19," kata dia.

Sementara itu, seorang ahli epidemiologi dan profesor di Universitas Saskatchewan, Nazeem Muhajarine mengungkapkan, kita mungkin juga ingin mengetahui status vaksinasi dari orang-orang yang ingin kita temui.

"Status vaksinasi harus benar-benar menjadi bagian dari pembicaraan kita," kata dia.

Dia pun merekomendasikan untuk memulai percakapan dengan mengungkapkan status vaksin kita sendiri dan kemudian bertanya tentang status orang lain.

"Saya sudah divaksin lengkap. Saya akan berkumpul dengan orang lain yang juga sudah divaksin lengkap," ujar dia.

"Jika saya tidak tahu status vaksin seseorang atau mereka tidak akan mengatakannya, saya akan terus memakai masker dan menjaga jarak," sambung dia.

3. Meningkatkan ventilasi

Memperbaiki kualitas udara di dalam rumah dengan meningkatkan ventilasi dapat mengurangi kemungkinan penularan virus melalui udara atau sebagai gantinya kita bisa mengadakan acara di luar ruangan.

Dokter Hota pun mengatakan, kita dapat melakukan pertemuan baik di luar maupun di dalam ruangan dengan orang-orang yang kita sayangi, terutama jika kita membiarkan jendela tetap terbuka atau ventilasi yang baik.

Di samping itu, dia juga menambahkan apabila kita dapat selalu memakai masker jika berada di dalam ruangan, kecuali saat waktunya untuk makan.

"Jika kita merasa sangat tidak nyaman dan kita adalah populasi yang rentan terhadap virus atau memiliki kondisi kekebalan tubuh yang lemah, sebaiknya tetap memperketat panduan pencegahan penularan Covid-19," ungkap dia.

4. Melakukan rapid test

Menurut Muhajarine, melakukan rapid test dapat memberikan lapisan jaminan tambahan untuk pertemuan, khususnya saat merayakan Natal.

"Jika orang-orang datang dan mengunjungi saya saat Natal, saya akan meminta mereka untuk melakukan rapid test dan saya sendiri akan mengikuti tesnya dalam 24-48 jam sebelum mereka tiba," ujar dia.

Meskipun rapid test tidak 100 persen dapat diandalkan, namun tes ini mampu memberikan lapisan perlindungan dan kepastian tambahan jika kita memilih untuk bertemu dengan orang-orang selama perayaan Natal.

5. Tidak berpergian ke luar kota

Karena merebaknya varian Omicron, kondisi berubah dengan cepat. Oleh sebab itu, sebaiknya kita tidak berpergian terlalu jauh.

Ahli kesehatan masyarakat, Dr Howard Njoo, mengatakan bahwa virus baru ini dapat lebih cepat menular.

"Apabila kita mungkin berada dalam kelompok usia tertentu yang memiliki masalah kesehatan yang mendasarinya, maka kita berisiko lebih tinggi terkena virus dan memiliki konsekuensi yang parah," ungkap dia.

"Tapi, saya pikir kita semua harus benar-benar mengurungkan niat untuk berpergian, meskipun kita telah divaksin sepenuhnya," imbuh dia.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/12/25/090000020/5-cara-aman-merayakan-natal-di-tengah-pandemi-covid-19

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.