Salin Artikel

Cerita Sabrina, Turunkan Berat Badan dari 120 Kg Jadi 61 Kg

Namun jika usaha tersebut dilakukan dengan niat dan tekad kuat, mendapatkan berat badan ideal dan tubuh langsing bukan lagi mimpi.

Setidaknya, hal itulah yang dialami seorang wanita asal Chanhassen, Minnesota, Amerika Serikat, bernama Sabrina Osland.

Sabrina sukses menurunkan berat hingga 58 kilogram, berkat komitmen kuat dan investasi pada diri sendiri.

Sabrina mengaku, titik balik yang membuat dia memutuskan untuk berkomitmen adalah saat seseorang bertanya apakah dia akan melewatkan rapat saat bekerja, atau membuat alasan sakit.

Wanita berusia 41 tahun yang memang dikenal memiliki etos kerja yang sangat baik ini langsung menjawab pertanyaan itu dengan kata "tidak".

Namun, kemudian Sabrina menyadari bahwa dia sering melewatkan kelas olahraga dengan begitu mudahnya.

“Pertanyaan seperti ini pun muncul, ‘menagapa kamu lebih mementingkan pekerjaan dibanding diri sendiri?’” ujar Sabrina.

Saat itulah pandangan Sabrina berubah, dan dia menyadari bahwa dirinya perlu berinvestasi pada diri sendiri.

Hal itu penting agar dia dapat melakukan yang lebih baik lagi bagi pekerjaan, keluarga, kehidupan rumah tangga, dan dirinya sendiri secara umum.

Sabrina lantas memulai program dietnya pada 2019. Saat itu, dia memiliki berat sekitar 120 kilogram.

Awalnya, Sabrina membenahi kebiasaan makan dan olahraganya, dengan membuat perubahan kecil.

Dia mulai berolahraga sekitar 15 menit sehari, hingga akhirnya meningkat hingga 30 menit sehari.

Sabrina juga menulis jadwal latihannya di kalendernya, baik di kalender pribadi, maupun kalender kerja.

Alasannya, langkah itu dilakukan untuk membantunya tetap bertanggung jawab dan konsisten meluangkan waktunya.

Selain itu, Sabrina berkonsultasi dengan dokter dan ahli diet untuk membantu mengubah pola dan kebiasaan makan.

Sabrina akhirnya mempelajari cara membuat makanan sehat dan praktis yang cocok untuk jadwalnya, serta mulai menjadwalkan jam makannya.

Menurut Sabrina, jadwal tersebut diperlukan agar dia tidak melewatkan waktu makan berat, yang berpotensi membuat dia memakan camilan sepanjang hari.

Lalu pada Februari tahun lalu, Sabrina bergabung dengan grup kecil Alpha Strong di klub kebugaran Life Time setempat.

Di klub tersebut Sabrina melatih kekuatan dan menemukan komunitas yang mendorongnya untuk terus maju.

“Itu benar-benar membantu fisik saya menjadi lebih kuat, terutama karena saya kehilangan berat badan,” kata Sabrina.

Menurut Sabrina, latihan kekuatan penting karena selain positif,  juga dapat membentuk otot, sehingga kulitnya tidak kendor.

Sepanjang perjalanan penurunan berat badannya, Sabrina mengaku fokus untuk mengambil "langkah-langkah kecil untuk menciptakan konsistensi," alias "penumpukan kebiasaan.”

“Jadi, fokuslah pada satu hal kecil yang ingin diubah,” ujar Sabrina.

Setelah mempraktikkan kebiasaan itu, Sabrina mengaku bisa menambah kebiasaan lain, melatihnya selama 1-2 minggu, dan begitu seterusnya.

“Jangan mencoba untuk mengubah 20 hal secara langsung. Pecah menjadi kebiasaan-kebiasaan kecil yang ingin kamu fokuskan setiap minggunya."

"Lalu, setelah menguasainya atau merasa senang dengan itu, pikirkan kebiasaan berikutnya yang dapat ditambahkan ke dalam rutinitas itu,” ujar Sabrina.

Lalu, sepanjang perjalanan penurunan berat badannya, Sabrina mengatakan, motonya sederhana, yaitu: "saya fokus pada kemajuan, bukan kesempurnaan".

“Saya telah belajar untuk memberi diri saya anugerah,” tambah Sabrina.

Kini, Sabrina memiliki berat sekitar 61 kilogram, hampir separuh dari berat badannya semula.

“Saya merasa luar biasa. Tidak hanya menurunkan berat badan saja, tetapi pandangan saya benar-benar berubah dari sekadar ingin menurunkan berat badan menjadi memiliki pola pikir yang lebih sehat."

"Saya juga berpandangan tentang bagaimana saya bisa menjadi lebih kuat,” ujar Sabrina.

“Itu membuat saya ingin mengatakan ya untuk semuanya,” tambahnya.

Enam tips sukses

Nah, jika menurunkan berat badan atau menjalani gaya hidup yang lebih sehat adalah salah satu resolusi tahun barumu, pelatih Sabrina di Life Time Alpha, Dan Hove, memberi enam tips.

Enam tips tersebut terkait cara memulai dan tetap mempertahankan perjalanan kebugaran.

  • Realistis

Hove mengatakan, penting untuk menetapkan tujuan yang masuk akal. "Jangan menetapkan tujuan dramatis, seperti bertanding di Olimpiade," kata Hove.

Menurut Hove, pastikan tujuan ini benar-benar dapat kita capai.

Lalu, biasakan untuk memulainya dari langkah kecil, karena biasanya metode inilah yang paling “aman”.

Sebab, setelah menyelesaikan langkah-langkah kecil itu, kita akan mendapatkan begitu banyak momentum, sehingga segala sesuatunya menjadi lebih mudah.

  • Makan makanan segar

Hove juga menambahkan, tetap makanan segar yang tidak diproses akan sangat membantu dalam perjalanan kebugaran seseorang.

“Saya selalu memberi tahu orang-orang untuk selalu kembali ke alam dan memakan makanan yang berasal dari tanah dan ditanam,” ujar Hove.

“Jika makanan itu berasal dari dalam kotak atau kaleng, biasanya itu bukan untukmu. Jadi, sebaiknya usahakan untuk selalu makan makanan asli,” tambah dia.

  • Beri diri sendiri waktu untuk istirahat

“Perjalanan kebugaran adalah proses yang panjang,” kata Hove.

Menurut dia, tidak semua orang dapat mencapai tujuan kebugaran menjadi 100 persen dengan cepat.

Lagi pula, hal itu bukan inti dari sebuah perjalanan kebugaran. Sebab, yang terpenting adalah proses dan konsisten dari waktu ke waktu.

  • Cari komunitas yang terpercaya

Hove mengatakan menemukan komunitas yang baik dapat menginspirasi kita untuk tetap konsisten pada rutinitas kebugaran, begitu pula dalam membuat pilihan yang lebih sehat.

“Saya selalu memberi tahu orang-orang untuk menemukan komunitas yang mereka percayai,” kata Hove.

“Temukan seseorang yang akan membuat kita bertanggung jawab saat menjalani rutinitas, karena potensi keberhasilan melakukannya akan lebih tinggi."

"Kemungkinan itu menjadi lebih tinggi jika dibandingkan dengan hanya mencoba melakukannya sendiri,” tambah dia.

  • Buatlah pengingat harian

Hove menyarankan agar kita menjadikan rutinitas harian sebagai background di ponsel, menulisnya di post-it note di kamar, dan menulisnya di kalender.

Atau, membuatnya menjadi alarm setiap pagi di ponsel agar kita tidak lupa pada rutinitas kebugaran tersebut.

  • Pantau prosesnya

Menurut Hove, penting untuk mengambil foto atau mencatat perkembangan yang telah dicapai.

Sebab saat kita ingin melihat ke belakang dan mengenangnya, kita akan memahami seberapa jauh kita berkembang.

“Selalu bagus jika orang yang melakukan sesuatu melihat hasil kerja kerasnya saat berjuang, karena itu akan memberi lebih banyak momentum, lebih banyak energi, dan lebih banyak semangat untuk terus maju,” kata Hove.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/01/10/091744720/cerita-sabrina-turunkan-berat-badan-dari-120-kg-jadi-61-kg

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.