Salin Artikel

5 Makanan Anti Inflamasi yang Dapat Bantu Jaga Kesehatan Otak

KOMPAS.com - Peradangan kronis atau peradangan yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh kita bekerja terlalu keras, memang dapat memicu masalah.

Bahkan, peradangan ini dapat berperan pada penyakit seperti kanker, penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan arthritis.

Peradangan kronis juga berperan dalam pengembangan kondisi kognitif, seperti dementia dan Alzheimer. Karena itu, penting bagi kita untuk mengurangi pemicu peradangan.

Caranya, antara lain dengan berhenti merokok, membatasi penggunaan alkohol, cukup tidur, mengurangi stres, dan tetap aktif.

Selain itu, kita juga bisa menguranginya dengan memilih makanan anti-inflamasi yang akan berdampak positif bagi kesehatan otak.

Tapi, makanan apa saja itu?

Tenang, tak perlu bingung mencarinya. Sebab, sebuah studi baru yang dilakukan American Academy of Neurology berhasil menemukan beberapa makanan anti-inflamasi tersebut.

Studi ini membuktikan bahwa konsumsi makanan anti inflamasi dapat menurunkan risiko demensia.

Para peneliti memantau pola makan lebih dari 1.000 partisipan di Yunani. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diberi nilai berdasarkan tingkat peradangan akibat makanan yang mereka konsumsi.

Hasilnya, 62 orang atau sekitar 6 persen dari apsrtisipan mulai menunjukkan gejala demensia. Setelah ditelusuri, orang-orang ini berasal dari kelompok pemakan makanan pemicu infalamasi.

Bahkan faktanya, partisipan yang memakan makanan pemicu inflamasi tiga kali lebih mungkin mengembangkan gejala demensia jika dibandingkan mereka yang memakan makanan anti-inflamasi.

Mengurangi makanan yang diproses, seperti fast food, lemak jenuh, dan minuman manis adalah cara terbaik dan paling efektif untuk mengurangi asupan makanan pemicu peradangan.

Memang, masih diperlukan penelitian lain untuk mencapai suatu kesimpulan. Kendati demikian, penemuan dalam studi ini membuktikan bahwa ketika tubuh meradang, otak juga ikut meradang.

Bahkan, para peneliti berhasil menginformasikan rekomendasi diet untuk untuk menjaga kesehatan kognitif seseorang.

“Penelitian ini membuat kami selangkah lebih maju dalam mengkarakterisasi dan mengukur potensi inflamasi dari diet seseorang,” kata salah satu peneliti, Nikolaos Scarmeas, MD, PhD, dari National and Kapodistrian University of Athens di Yunani.

“Ini dapat membantu menginformasikan rekomendasi diet yang lebih tepat serta strategi lain untuk menjaga kesehatan kognitif,” tambahnya.

Nah, studi ini menyoroti tiga kelompok makanan utama dan dua minuman sebagai makanan anti-inflamasi terbaik. Berikut daftarnya, seperti dilansir dari Well and Good.

1. Buah-buahan

Cobalah untuk memasukkan setidaknya empat sampai lima porsi buah dalam rutinitas makan per minggu.

Untuk pilihan buah, kamu bisa mencoba mengonsumsi stroberi, blueberry, raspberry, dan blackberry.

Alasannya, seluruh keluarga berry mengandung antioksidan yang disebut anthocyanin, yang merupakan senyawa dengan efek anti-inflamasi yang kuat.

2.Sayuran

Cobalah pilih sayuran berdaun hijau, seperti brokoli, bayam, kangkung, dan sawi.

Sayuran-sayuran ini dipenuhi dengan vitamin E, antioksidan alami lain yang telah terbukti dapat mengurangi proses peradangan dan menenangkan sistem kekebalan yang terlalu aktif.

3. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan memang sering disebut sebagai dalang dari peradangan karena mengandung lektin, protein yang mengikat karbohidrat dan sulit dipecah oleh tubuh.

Padahal kenyataannya, lektin bisa dinetralkan dengan cara merendam atau memasak kacang-kacangan. Dengan ini, lektin tak akan mengikat karbohidrat.

Kacang-kacangan dan polong-polongan juga tidak hanya kaya akan nutrisi dan antioksidan, tetapi juga kaya akan serat dan protein. Artinya, kacang-kacangan memiliki berbagai elemen penting dari diet anti-inflamasi.

4. Teh dan kopi

Para pecinta minuman kafein mungkin bisa berbahagia. Sebab, minuman favorit mereka tebukti dapat menjadi anti-inflamasi yang baik.

Kopi memang telah diduga sebagai agen anti-inflamasi sejak lama karena mengandung polifenol, yang merupakan senyawa anti-inflamasi alami.

Sementara itu, teh terbukti memiliki antioksidan bernama katekin yang mengurangi peradangan.

Lalu, teh hijau khususnya, mengandung senyawa katekin yang paling kuat, EGCG. Memang, jenis teh lain juga memiliki EGCG, tapi, teh hijau lah yang memberi manfaat terbesar dalam hal peradangan.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/01/13/112435220/5-makanan-anti-inflamasi-yang-dapat-bantu-jaga-kesehatan-otak

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.