Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Hati-hati, Tak Seringan yang Dibayangkan, Omicron Tetap Mematikan

Padahal, fakta tersebut bukan berarti memungkinkan kita menjadi teledor dalam menjaga ancaman infeksi.

Terlebih jika kita menyimak perkiraan yang bakal terjadi di Amerika Serikat, di mana virus ini disebut tetap bisa memakan banyak korban jiwa.

Di AS, diperkirakan 50.000-300.000 penduduk terancam nyawanya akibat varian Covid-19 ini, sebelum gelombang pendemi surut pada pertengahan Maret mendatang.

Menurut laporan Associated Press, perkiraan tersebut merupakan proyeksi para pemodel, yang mengingatkan bahwa Omicron memiliki daya tular lebih tinggi di balik gejala ringannya.

Rata-rata kasus kematian akibat Covid-19 di AS masih berjarak sekitar tujuh hari dari satu kematian ke kematian lainnya. Sama seperti pada pertengahan November lalu.

Per Senin (17/1/2022) lalu, kasus kematian akibat varian Omicron di AS mencapai hampir 1.700, meski jumlah ini masih di bawah puncaknya, 3.300 kematian pada Januari 2021 silam.

Nah, kekhawatiran jumlah kasus dalam beberapa minggu mendatang sebenarnya dapat digambarkan secara sederhana.

Jika infeksi baru telah mencapai puncaknya di beberapa area di AS, artinya jumlah rata-rata kasus berjumlah sekitar 800.000 per hari secara nasional.

Dengan demikian, capaian ini tiga kali lipat lebih banyak dari gelombang kasus pada tahun lalu.

Tentu hal ini akan menyebabkan rumah sakit penuh dan potensi kematian pasien tak dapat dihindari.

Apalagi, saat ini saja sudah ada sekitar 150.000 pasien Covid-19 di rumah sakit di AS.

Lalu, jika proyeksi 50.000-300.000 kematian itu menjadi kenyataan, kematian akibat Covid-19 di AS dapat melampaui satu juta jiwa pada awal musim semi mendatang.

"Omicron tetap akan membuat banyak orang meninggal karena sangat menular," kata ahli epidemiologi Jason Salemi dari University of South Florida.

Sementara itu, Katriona Shea dari Pennsylvania State University, salah satu pemimpin pemodel, memperkirakan, gelombang kematian akan mencapai puncaknya pada akhir Januari atau awal Februari.

Bahkan menurut dia, gelombang kali ini akan melampaui puncak Delta tahun lalu.

“Ini digerakkan oleh Omicron,” kata Shea, yang kembali menggarisbawahii bahaya yang ditimbulkan oleh virus varian terbaru tersebut.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/01/20/081249820/hati-hati-tak-seringan-yang-dibayangkan-omicron-tetap-mematikan

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.