Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Turunkan Berat Badan hingga 106 Kg dalam 18 Bulan, Apa Rahasianya?

Pendakian tersebut membutuhkan perjalanan sejauh 4.264 kilometer yang membentang di sepanjang Pantai Barat di Amerika Serikat.

Dengan berat badan yang mencapai 217 kilogram, tentu Aslett tidak bisa membayangkan dirinya bisa melakukan perjalanan menantang itu.

Baru setelah berhasil memangkas hampir setengah berat badannya, dia mulai berlatih dan mempersiapkan diri untuk mewujudkan mimpinya itu.

"Pergi ke tempat itu adalah ide yang sangat aneh, tapi saya ingin melakukannya," kata dia.

"Awalnya saya merasa tidak bisa melakukannya. Namun saya menghargainya dan menghapus opsi untuk gagal dari pola pikir saya," ujar dia.

Aslett perlahan-lahan dapat menurunkan berat badan, dan hal itu membuatnya bisa melakukan berbagai aktivitas yang dia sukai, seperti mendaki dan berselancar.

Setelah mengevaluasi kesehatannya, dia juga mengurangi jumlah asupan alkohol dan mendaftar untuk menjadi anggota gym sambil fokus pada kesehatan mental.

"Saya pergi ke terapi untuk pertama kalinya, karena saya berurusan dengan banyak masalah yang membuat saya minum alkohol berlebihan, dan memiliki kebiasaan hidup yang tidak sehat," kata Aslett.

"Saya hanya bisa fokus pada kesehatan saya dan mengejarnya," sambung dia.

Pada saat yang sama, dia bergabung dengan saudaranya di gym.

Pertama kali, mereka berolahraga selama satu setengah jam. Di saat Aslett bisa bergerak selama 90 menit, dia masih berjuang secara fisik dan mental.

"Dulu saya juga seorang atlet, jadi saya akrab dengan gym dan angkat besi."

"Tetapi pertama kali di gym sangat emosional ketika saya menyadari seberapa jauh saya telah melepaskan diri," ungkap dia.

"Saya tidak mengangkat beban seberat dulu dan itu semua mengejutkan saya bahwa saya memiliki jalan yang panjang di depan," lanjut dia.

Sampai pada satu setengah tahun terakhir ini, Aslett kehilangan hampir setengah berat badannya dan sekarang dia memiliki bobot 111 kilogram.

Namun, dia berharap bisa menurunkannya lagi sekitar 9 kilogram sebelum memulai pendakian.

"Fokus utama saya sekarang adalah berlatih dan memastikan bahwa saya memiliki kekuatan, daya tahan, serta stamina untuk mendaki."

"Saya siap untuk pergi jadi saya berharap semuanya berjalan sesuai rencana," tutur dia.

Bagaimana pun, menghabiskan waktu dengan berfokus pada makanan sehat telah memberinya pemahaman yang lebih baik mengenai nutrisi.

"Sebenarnya saya bisa melakukan sedikit penelitian, tapi itu adalah cara makan yang sangat berbeda."

"Dari segi mental, saya juga belum mampu untuk menahan kekhawatiran terhadap asupan kalori dan makanan dalam jumlah tertentu," ungkap dia.

Intinya, kembali aktif dan bisa menikmati hidup membuat kerja kerasnya terasa berharga dan tetap termotivasi untuk hidup sehat.

Lebih lanjut, Aslett pun membagikan sejumlah saran kepada orang-orang yang sedang berjuang untuk membuat perubahan pada diet atau olahraga rutin mereka sebagai berikut ini.

1. Membuat pilihan yang lebih sehat

Alih-alih bertanya apakah dia ingin mengonsumsi makanan sehat atau pergi ke gym, Aslett hanya tahu bahwa dia harus melakukan keduanya bersama-sama.

"Ketika saya bangun setiap hari, saya tidak akan bertanya apakah saya akan pergi ke gym atau saya hanya akan makan sehat," ujar dia.

"Tidak ada pilihan lain. Saya harus pergi ke gym dan saya akan makan makanan sehat untuk bisa mencapai tujuan," sambung dia.

2. Konsisten berolahraga

Menurunkan berat badan dengan berolahraga tidak selalu sukses dan hal itu mungkin bisa membuat kita sangat frustrasi, tetapi Aslett terus fokus pada kebiasaan sehatnya.

"Jika kita pergi ke gym dan tidak konsisten melakukannya secara rutin, maka kita tidak akan melihat perbedaan," kata dia.

"Namun, apabila kita rutin pergi ke gym dan berolahraga secara konsisten, kita akan melihat perbedaannya," kata dia lagi.

3. Menumbuhkan dialog batin yang sehat

Ketika Aslett pertama kali memutuskan untuk menurunkan berat badan, motivasinya datang dari tempat yang "gelap".

Tetapi dengan banyaknya introspeksi, dia pun menyadari bahwa dirinya ingin mencapai tujuannya untuk memperkaya pengalaman hidupnya.

"Awalnya, saya melakukan semua ini karena saya membenci diri saya sendiri, penampilan saya, dan saya benci cara saya menjalani hidup saya," kata dia.

"Namun, sekarang saya hanya ingin dapat melakukan hal-hal yang ingin saya lakukan."

"Saya tidak pernah ingin mempertimbangkan apakah berat badan saya akan menahan saya," imbuh dia.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/01/26/061429020/turunkan-berat-badan-hingga-106-kg-dalam-18-bulan-apa-rahasianya

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.