Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ternyata Inilah Alasan Anjing Mengejar Ekornya, Bukan Hanya Bermain

KOMPAS.com - Anjing dengan segala tingkah lakunya seringkali membuat pemilik dan orang lain di sekitarnya menjadi senang.

Misalnya ketika mereka mengejar kumbang yang hinggap di pucuk bunga atau saat bermain dengan teman anjing lainnya.

Tapi, perilaku anjing yang tak kalah menggemaskan adalah saat mereka punya kebiasaan mengejar ekor.

Orang-orang yang melihatnya sering menganggap kebiasaan ini adalah cara anjing menghibur dirinya sendiri.

Lantas, benarkah anggapan itu?

Walau kebiasaan anjing ini terlihat aneh bagi orang, tetapi begitulah cara anjing untuk membakar semangat.

Konsultan perilaku anjing bersertifikat, Russell Hartstein mengatakan bahwa ada dua alasan mengapa anjing mengejar ekornya sendiri.

Dua alasan tersebut adalah anjing sedang merasa bosan atau mengalami stres.

Jika seekor anjing tidak memiliki teman bermain, mereka akan menghibur dirinya sendiri. Dan cara yang paling sering dilakukan adalah dengan mengejar ekornya.

“Kami menyebut gerakan mereka mirip dengan manusia yang memutar-mutar rambut atau mengetuk-ngetuk kaki mereka,” kata Hartstein.

"Anjing berusaha mencari cara untuk menenangkan diri," tambahnya.

Di sisi lain, anak anjing yang mengejar ekornya bisa menjadi tanda bahwa mereka sedang mempelajari tubuhnya.

Hartstein mengatakan, itu menjadi cara bagi anak anjing untuk mendapatkan perhatian dari pemiliknya dan orang lain.

Apakah anjing yang mengejar ekornya adalah perilaku normal?

Kebiasaan ini sebenarnya adalah perilaku yang normal bagi anjing.

Tetapi jika dilakukan setiap hari, anjing mungkin mengalami obsesi tersendiri terhadap ekornya.

Anjing yang terus-menerus bosan atau stres mungkin merasa diabaikan.

Jadi, pemiliknya harus memastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi, termasuk olahraga dan sosialisasi.

Selain itu, pemilik anjing juga bisa menjadwalkan pemeriksaan rutin ke dokter hewan.

Apabila anjing secara tiba-tiba mengejar ekornya, mungkin ia mengalami masalah kesehatan, seperti disfungsi kognitif, epilepsi, atau cacing pita.

“Tetapi perilaku menjadi lebih intens; mereka semakin mendarah daging," ungkap Hartstein.

Dengan beberapa perawatan dan pelatihan lebih, anjing akan lebih bahagia.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/01/28/060600020/ternyata-inilah-alasan-anjing-mengejar-ekornya-bukan-hanya-bermain

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke