Salin Artikel

Imunitas Jadi Bekal Anak untuk Tumbuh dan Berkembang secara Optimal

KOMPAS.com – Selain melindungi dari penyakit dan infeksi, memiliki sistem imunitas yang baik juga menjadi salah satu bekal untuk anak bertumbuh dan berkembang secara optimal.

Sistem imunitas merupakan mekanisme pertahanan kompleks yang terdiri dari rangkaian sel, jaringan, dan protein. Fungsinya, melindungi tubuh dari pengaruh organisme dan zat berbahaya.

Daya tahan tubuh setiap manusia sudah terbentuk sejak dalam kandungan dan terus berkembang seiring pertambahan usia. Saat bayi, dukungan daya tahan tubuh berasal dari air susu ibu (ASI). Sumber makanan ini mengandung senyawa antibodi, imunoglobulin A (IgA).

Sementara, saat balita hingga anak-anak, kemampuan daya tahan tubuh tergantung pada pemenuhan nutrien sehari-hari.

Pengaruh sistem imunitas terhadap tumbuh kembang anak telah dibuktikan dalam sejumlah penelitian, terutama dalam hal kecerdasan kognitif dan emosi.

Anak dengan daya tahan tubuh yang baik akan senantiasa sehat. Kondisi ini membuat mereka lebih leluasa melakukan beragam aktivitas, termasuk belajar. Alhasil, mereka pun memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi, sebagaimana dikutip dari laman thousanddays.org.

Soal kecerdasan emosi, menurut penelitian yang dipublikasikan jurnal JAMA Psychiatry pada 2019, anak yang sehat karena daya tahannya bagus akan lebih stabil dari segi mental.

Sebaliknya, anak sakit cenderung lebih rewel, cepat marah, gelisah, bahkan panik. Kondisi ini berisiko menimbulkan masalah mental di masa depan.

Pemenuhan nutrisi kunci jaga daya tahan tubuh

Nutrisi seimbang, baik secara makro maupun mikro, menjadi bahan bakar utama agar daya tahan tubuh anak bekerja dengan baik. Karena itu, orangtua wajib memenuhi kebutuhan tersebut.

Adapun nutrisi yang dibutuhkan di antaranya protein, karbohidrat, mineral, zinc, folat, kalsium, zat besi, serat, dan vitamin.

Perlu diketahui, pemenuhan nutrisi seimbang harian tak sebatas untuk meningkatkan daya tahan tubuh, tapi juga menghindarkan anak dari risiko malnutrisi.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi anak dengan gizi buruk dan kurang di Tanah Air mencapai 17,7 persen dari total populasi.

Dalam dunia medis, kekurangan gizi merupakan kondisi kesehatan umum. Meski begitu, bukan berarti hal tersebut bisa disepelekan.

Anak yang kurang gizi juga akan mengalami keterlambatan tumbuh kembang. Berat badan mereka pun turun sebanyak 5-10 persen selama 3-6 bulan, sebagaimana dikutip dari laman www.nhs.uk.

Bahkan, tak hanya itu saja dampaknya. Penelitian pada 2019 yang dimuat Scielo, malnutrisi juga bakal mengganggu keterampilan motorik halus anak.

Risiko stunting juga akan mengintai anak yang kekurangan asupan nutrisi, khususnya vitamin dan mineral. Masalah kesehatan tersebut ditandai dengan lambatnya pertumbuhan tulang sehingga postur badan anak tidak seperti anak-anak seusianya.

Selain itu, masih ada dampak buruk lain yang lebih mengerikan akibat malnutrisi. Dilansir dari laman who.int, sebanyak 45 persen kematian anak di bawah usia lima tahun yang terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah disebabkan kekurangan gizi.

Pemenuhan nutrisi harian anak bisa dilakukan melalui pola makan sehari-hari. Pasalnya, sejumlah pangan, seperti buah, sayuran, olahan tepung, olahan susu, daging, ikan, telur, dan kacang-kacangan terbukti mengandung beragam nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Selain lewat sumber alami, nutrisi untuk anak bisa juga dilengkapi melalui konsumsi suplemen. Bahkan, cara ini dapat membantu mencukupi kebutuhan nutrisi harian secara tepat karena takarannya sudah disesuaikan dengan kebutuhan.

Suplemen untuk memenuhi kebutuhan vitamin C, misalnya, orangtua bisa memberikan Redoxon Kids pada anak.

Omong-omong vitamin C, mikronutrien ini terkenal dapat membantu meningkatkan kemampuan imun sehingga konsumsinya tidak boleh diabaikan. Apalagi, di masa pandemi Covid-19 dan cuaca yang tidak menentu seperti sekarang.

Tak hanya berperan melindungi tubuh dari penyakit, vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan yang dapat memelihara kesehatan jaringan, gigi, gusi, dan kulit. Redoxon Kids hadir membawa seluruh manfaat mikronutrien tersebut, terutama pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Anak-anak pun akan suka karena produk suplemen itu tersedia dalam bentuk tablet kunyah dengan rasa jeruk yang disukai oleh anak. Dalam komposisinya, tiap tablet Redoxon Kids mengandung 200 miligram (mg) vitamin C.

Untuk informasi lengkap dan pembelian Redoxon Kids, silakan klik tautan berikut.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/02/23/193832720/imunitas-jadi-bekal-anak-untuk-tumbuh-dan-berkembang-secara-optimal

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.