Salin Artikel

Ajari Anak Puasa Ramadhan Pertama Kali? Ini 4 Tipsnya...

Anak-anak memang tidak diwajibkan untuk melakukannya, namun, banyak orangtua mengajarkan buah hatinya berpuasa sejak dini.

Tujuannya agar anak terbiasa dan tidak terlalu kaget saat memasuki usia wajib puasa.

Namun, bagaimana cara mengajarkan anak puasa untuk pertama kalinya?

Mengutip Kompas.com pada Senin (12/4/2021), dokter spesialis anak Prof Dr dr Aryono Hendarto, SpAK, MPH membagikan sejumlah tips mengajari anak puasa untuk pertama kalinya.

Berbagai cara ini bisa kita aplikasikan saat memperkenalkan Bulan Ramadhan kepada anak, antara lain:

Mengajari anak tentang puasa

Sebelum mengajak anak puasa di Bulan Ramadhan, sebaiknya kita memperkenalkan anak pada aktivitas puasa terlebih dahulu.

Misalnya, mempelajari tujuan dan makna berpuasa lewat buku, internet, atau media lainnya.

Lalu, jangan membandingkan anak dengan anak-anak lain, termasuk saudara atau sepupunya.

Perlu diingat, belum tentu setiap anak mulai belajar berpuasa pada usia yang sama.

Melatih anak berpuasa

Jika anak sudah memahami arti dan manfaat puasa namun belum mampu melakukannya, tak perlu dipaksa.

Orangtua bisa mulai melibatkan anak dalam kegiatan puasa lain, seperti ikut minum atau makan sahur, kemudian boleh tidur lagi setelahnya.

Aryono mengatakan, cara lainnya adalah dengan memundurkan waktu sarapan.

Misalnya, jika di waktu sekolah anak terbiasa makan pukul 06.00, orangtua bisa memundurkan jam makannya menjadi pukul 07.00. 

Waktunya bisa terus mundur hingga berada di antara waktu sarapan dan makan siang.

Aryoni juga berpendapat anak yang sedang belajar berpuasa tidak harus puasa penuh waktu jika tubuhnya belum mampu.

Misalnya, pada hari pertama anak belajar tiga jam berpuasa, hari kedua empat jam, dan terus menambah durasinya di hari-hari berikutnya.

Sebab, pendekatan soal puasa terhadap anak dengan riwayat penyakit tertentu dengan anak lainnya mungkin akan berbeda.

Penting pula untuk mengenali perilaku makan anak ketika ingin mengajarinya ibadah di Bulan Ramadhan ini.

Misalnya, beberapa anak merupakan tipe yang mudah lapar sehingga bahkan tak bisa menahan diri hingga 2-4 jam. 

Jadi anak itu mungkin sudah mulai mengeluh setelah dua jam tidak mengonsumsi apapun.

Ketika anak mulai berpuasa, orangtua juga perlu memberikan pengertian agar anak mengurangi aktivitas fisiknya yang membutuhkan banyak energi.

Lalu saat berbuka, jangan lupa untuk memastikan agar kebutuhan gizi anak terpenuhi untuk menjaga kesehatan anak selama bulan puasa.

"Setelah buka juga harus dipastikan anak memenuhi cadangan energi yang cukup untuk berpuasa di keesokan harinya," ucap Profesor Aryono.

Beberapa makanan yang bisa dikonsumsi saat puasa di antaranya adalah gandum, kacang-kacangan, sayur, dan buah-buahan.

Protein, terutama protein hewani dari daging, telur, selai kacang, dan produk susu juga bisa dikonsumsi.

Orangtua juga perlu menghindari memberikan anak makanan tinggi gula karena tidak mengandung gizi yang lengkap atau cukup.

Terakhir, hindari memberikan makanan tinggi garam saat sahur karena akan membuat anak mudah haus.

Agar anak berhasil menjalankan puasanya, orangtua dan orang-orang dewasa di sekitarnya juga harus memberikan contoh yang baik.

Misalnya memperlihatkan beberapa kegiatan yang sebaiknya dilakukan atau ditingkatkan di bulan puasa.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/04/02/084724120/ajari-anak-puasa-ramadhan-pertama-kali-ini-4-tipsnya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.