Salin Artikel

11 Etiket yang Bikin Kita Hidup Rukun dengan Tetangga

KOMPAS.com – Kita akan selalu membutuhkan peran dari orang lain di mana pun berada, termasuk tetangga.

Hal tersebut sangatlah penting karena tetangga adalah orang terdekat yang bisa menolong saat kita membutuhkan bantuan.

Agar tetangga tidak keberatan jika dimintai pertolongan, sudah seharusnya kita menjaga hubungan baik dengannya.

Tidak hanya saat masa-masa genting saja namun keharmonisan dengan tetangga harus dijalin setiap hari.

Supaya akur dengan tetangga, caranya...

Kita perlu memahami pentingnya etiket agar akur dengan tetangga. Berikut ini beberapa etiket yang wajib dipahami. Disimak, ya!

1. Bicarakan masalah bersama

Cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah secara baik-baik dengan tetangga adalah membicarakannya.

Misalnya, ketika anak mereka mencabuti bunga di halaman rumah kita atau tetangga suka memutar musik dengan volume keras di malam hari.

Bertemu dengan tetangga dan membicarakannya secara tatap muka jauh lebih baik daripada memancing konfrontasi.

Saran tersebut diberikan oleh pakar etiket yang juga pendiri The Protocol School of Texas, Diane Gottsman.

“Bertemu dengan sikap sopan dan tidak konfrontatif,” ujar Gottsman.

2. Susun rencana darurat

Kita dapat menyusun rencana darurat bersama tetangga untuk mengatasi kejadian yang tidak pernah diprediksi sebelumnya.

“Jika Anda terjebak dalam situasi darurat, tetangga adalah orang yang Anda tuju terlebih dahulu,” kata ahli kesehatan masyarakat, Julie Bowman, MPH.

Menyusun rencana darurat dapat menyelamatkan kita dengan tetangga. Misalnya dengan menandai tempat-tempat melarikan diri atau bertukar nomor darurat.

3. Membantu tetangga

Entah usia kita tua atau muda, sudah seharusnya kita peka dengan tetangga sebagai bagian dari hidup bermasyarakat.

Tawarkan diri untuk membantu tetangga saat ada keperluan yang memerlukan bantuan di rumahnya.

“Ada hal-hal yang sangat sederhana yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah,” kata Gottsman.

“Anda tidak hanya akan mencerahkan hari seseorang, tetapi mungkin ada saatnya tetangga hadir ketika Anda membutuhkannya.”

Selain itu, bantulah tetangga untuk membersihkan kotoran hewan peliharaan kita supaya halaman mereka tetap bersih.

“Tidak sopan meninggalkan kotoran anjing di area lingkungan umum atau di halaman orang lain,” kata pakar perilaku hewan peliharaan bersertifikat di Camp Bow Wow, Erin Askeland.

“Kotoran hewan peliharaan dapat menularkan penyakit, merusak tanaman dan rumput, dan jujur saja, baunya tidak sedap.”

Tetangga yang baik memahami bahwa itu adalah tanggung jawab mereka sebagai pemilik hewan peliharaan untuk membersihkan kotoran.

4. Menyapa

Cara membangun hubungan yang harmonis dengan tetangga adalah menyapa mereka.

Seperti menebar senyuman, melambaikan tangan, atau obrolan basa-basi singkat bersama tetangga.

Saran itu diberikan oleh Pendiri dan Direktur Beyond Etiquette, Bonnie Tsai.

Dengan begitu, kita dapat menciptakan lingkungan yang jauh lebih bahagia secara keseluruhan tanpa cara yang muluk-muluk.

Di sisi lain, apabila tetangga mengundang kita untuk hadir di acara spesialnya, segera berikan respons yang cepat.

5. Amati kebiasaan tetangga

Sebagai tetangga yang baik, kita ada baiknya mengamati di mana si tetangga bekerja, mereka sudah tinggal berapa lama, hewan peliharaan apa yang dimiliki.

Etiket itu bermanfaat agar kita merasa terhubung dengan tetangga dan membuat lingkungan terasa lebih aman.

Alasannya adalah tetangga yang sudah mengenal satu sama lain tentu akan saling menjaga.

6. Jangan berprasangka buruk

Beberapa di antara kita pasti punya pengalaman memiliki tetangga yang aneh. Misalnya, tetangga yang mempunyai kebiasaan tidak lazim atau tampang yang menyeramkan.

Gottsman menyarankan agar kita tetap menghormati dan tidak mengabaikan mereka, tanpa perlu menjadi sahabatnya.

Ia juga mengingatkan kita untuk selalu berperilaku baik terlepas dari apa pun yang terjadi.

7. Tetapkan batasan

Kita harus membangun batasan yang jelas dengan tetangga, baik secara fisik maupun pribadi. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah banyak pertengkaran tetangga.

“Tidak apa-apa untuk mengatakan ‘tidak’ kadang-kadang,” ujar Tsai.

“Faktanya, mengatakan ‘ya’ untuk semua yang diminta tetangga kemungkinan akan berdampak negatif pada hubungan Anda karena kebencian dan kelelahan,” tambahnya.

8. Jangan ribut di medsos

Media sosial adalah platform untuk berinteraksi dan berbagi ide, bukannya untuk ribut dengan tetangga ya!

Kita mungkin saja memiliki banyak perbedaan dan masalah dengan tetangga. Tapi, jangan pancing keributan dengan mereka.

“Bersembunyi di balik keyboard adalah cara yang sangat pasif-agresif untuk mengatasi masalah yang mungkin Anda alami dengan tetangga,” imbuh Gottsman.

Seperti etiket yang sudah disebutkan, masalah dengan tetangga sebaiknya dibicarakan bersama-sama secara tatap muka.

Masalah dengan tetangga sebaiknya juga tidak dibawa ke ranah media sosial.

9. Jaga tata krama

Tsai meminta orang-orang untuk tetap bersikap sopan dengan tetangga, walau obrolan bersama mereka lebih ringan.

Jangan lupa untuk mengucapkan “tolong”, “maaf”, dan “permisi”. Selain itu, berikan contoh yang baik kendati tetangga berperilaku menjengkelkan.

10. Berbagi informasi

Kemajuan teknologi memungkinkan kita berbagi informasi dengan mudah dan cepat, misalnya melalui media sosial atau aplikasi pesan instan.

“Inti dari grup-grup ini adalah untuk membangun komunitas dan persahabatan, jadi jaga agar postingan dan komentar Anda tetap positif dan produktif,” kata Gottsman.

“Sebelum memposting sesuatu, tanyakan pada diri Anda, 'Apa manfaatnya ini?' dan 'Bagaimana perasaan saya membaca ini?” sarannya.

11. Patuhi aturan di lingkungan tempat tinggal

Banyak pertengkaran antartetangga dimulai karena ketidaksepakatan tentang aturan dan bagaimana seseorang mau mengikuti atau tidak.

Masalah tersebut sebenarnya daat dicegah dengan mematuh aturan yang telah ditetapkan oleh lingkungan tempat kita tinggal.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/05/12/083402620/11-etiket-yang-bikin-kita-hidup-rukun-dengan-tetangga

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.