Salin Artikel

5 Hal yang Wajib Diketahui Orangtua tentang Hepatitis Akut Misterius

KOMPAS.com – Orangtua kini dibikin khawatir dengan kemunculan hepatitis akut misterius yang mulai merebak di Indonesia, setelah pertama kali terkonfirmasi di Inggris Raya.

Kecemasan mereka semakin bertambah usai tujuh anak di Jakarta, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, dan Jawa Timur meninggal dunia diduga terjangkit penyakit misterius tersebut.

Berdasar update data terakhir pada Jumat (13/5/2022), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mencatat total 18 kasus dugaan hepatitis akut misterius di sejumlah daerah.

Meski belum diketahui penyebab pastinya, orangtua diminta mewaspadai penyakit hepatitis akut misterius ini.

Karena penyakit itu menyebabkan anak mengalami diare, muntah, sakit perut, hingga yang paling parah adalah gangguan pada hati.

Supaya orangtua dapat menjaga keselamatan dan kesehatan anaknya, ada lima hal yang wajib diketahui seputar hepatitis akut misterius. Simak yang berikut ini.

1. Sudah menjadi wabah global

Kasus hepatitis akut misterius lebih dulu muncul di Inggris Raya sejak awal April lalu. Negara ini mengonfirmasi 10 kasus dugaan hepatitis akut misterius pada tanggal 5 April 2022.

Tidak berselang lama, ratusan kasus kemudian terdeteksi di luar Inggris Raya, mulai dari Spanyol, Italia, Belanda, Denmark, hingga Prancis.

Karena penyebarannya yang begitu cepat, status Kejadian Luar Biasa (KLB) langsung ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 15 April.

Dan, berdasar data WHO, kini sudah ada 20 negara yang mendapati kasus hepatitis akut misterius di wilayahnya.

Di Amerika Serikat misalnya, telah tercatat 109 kasus dengan lima jumlah kematian di lebih dari 25 negara bagian dan Puerto Rico.

Temuan itu dilaporkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

2. Belum diketahui penyebab pastinya

Meski sudah ada nyawa yang melayang, hepatitis akut misterius belum ditemukan penyebab pastinya. Hal ini turut diungkapkan oleh Kemenkes maupun CDC.

"Kami tidak tahu dan sedang menyelidiki peran faktor apa yang berperan dalam penyakit ini, seperti paparan racun atau infeksi lain yang mungkin dimiliki anak-anak," ujar CDC.

Badan tersebut juga menyampaikan, penyebab kasus hepatitis akut misterius pada anak yang masih belum diketahui asal muasalnya “tidak biasa”.

Namun, CDC sempat mendapati temuan bahwa mereka yang menderita penyakit itu memiliki adenovirus tipe 41, sejenis virus yang dapat menyebabkan penyakit perut parah pada anak.

Untuk diketahui, adenovirus berbeda dengan tipe virus lainnya karena dapat menyebabkan flu biasa hingga bronkitis akut, pneumonia, mata merah, gastroenteritis akut, atau radang perut.

3. Vaksin hepatitis tidak bisa melindungi

Virus hepatitis adalah penyebab paling umum dari munculnya hepatitis di dunia, termasuk hepatitis A, B, dan C.

Sayangnya, kelima tipe virus tersebut tidak ditemukan pada anak-anak yang terjangkit hepatitis akut misterius.

Karena alasan itulah vaksin hepatitis yang sudah ada tidak mampu melawan penyakit itu.

"Kasus hepatitis ini tidak ada yang [tercakup oleh vaksin], jadi ini benar-benar membingungkan pejabat kesehatan masyarakat pada saat ini," kata Kepala Koresponden Medis ABC News, Jennifer Ashton.

Di Indonesia, vaksin hepatitis yang dimasukkan program imunisasi dasar hanyalah vaksin hepatitis B.

4. Tidak terkait dengan Covid-19

Ashton mengatakan, pejabat kesehatan tidak percaya penyakit yang menjangkiti anak ini terkait dengan Covid-19 atau vaksin Covid-19.

"Saya baru saja berbicara dengan direktur CDC, Rochelle Walensky, pagi ini, ia ingin saya menekankan bahwa sebagian besar kasus ini terjadi pada anak-anak berusia 2-5 tahun,” ujarnya.

“Anak-anak ini, seperti yang kita semua tahu, tidak memenuhi syarat untuk vaksin Covid-19, jadi ini tidak ada hubungannya dengan vaksin,” tambah Ashton.

5. Anak harus dibawa ke RS jika muncul gejala hepatitis akut misterius

Di Amerika Serikat, CDC telah menyarankan orangtua untuk mewaspadai beberapa gejala pada anaknya.

Seperti demam, kelelahan, mual, muntah, sakit perut, nyeri sendi, penyakit kuning atau menguningnya bagian putih mata atau kulit, dan perubahan dalam warna urin atau feses.

Jika salah satu dari gejala tersebut muncul, orangtua harus menghubungi dokter anak secepat mungkin.

Badan tersebut juga mendesak orangtua untuk memastikan anak mereka mengikuti semua vaksinasi dan mengikuti protokol keselamatan.

Yakni, sering mencuci tangan, menghindari orang yang sakit, menutupi batuk dan bersin, dan menghindari menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Hal yang sama juga disarankan oleh dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FK UI, dr. Hanifah Oswari, Sp. A.

Ia menekankan orangtua untuk langsung membawa anaknya ke fasilitas layanan kesehatan ketimbang menunggu gejalanya semakin berat.

“Karena kalau berat kita kehilangan momentum untuk bisa menolong lebih cepat," kata Hanifah dalam keteraangan resminya.

"Apalagi kalau sampai sudah terjadi penurunan kesadaran, maka kesempatan untuk menyelematkannya sangat kecil."

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/05/15/123901520/5-hal-yang-wajib-diketahui-orangtua-tentang-hepatitis-akut-misterius

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.