Salin Artikel

Manfatkan Live Instagram, Jennifer Bisa Jual 60 Tas Mewah dalam 1 Jam

Demikian pula yang dilakukan oleh Jennifer Lee, gadis remaja berusia 16 tahun, yang menjajal bisnis tas branded second via Instagram.

Ketika virus Corona awal merebak, ia yang biasanya lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah dipaksa harus berdiam diri di rumah saja.

Bosan dengan aktivitas yang itu-itu saja, ia mulai iseng membuat akun Instagram untuk berjualan tas mewah bekas.

Dari akun Instagram @jenniferauthentiq ini, dimulailah kariernya sebagai pedagang tas mewah yang masih belia.

Langkah ini rupanya ditirunya dari ibunya, Verawaty yang memang memiliki toko barang branded preloved di area Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Jika ibunya lebih fokus pada model bisnis konvensional, Jen, demikian ia disapa, memaksimalkan potensi utamanya sebagai generasi Z yakni bermedia sosial.

"Awal mula cuma modal handphone aja, pergi ke toko mama, foto barang-barang lalu tinggal posting ke Instagram aja, nyaris enggak ada modal sih," katanya ketika berbincang dengan Kompas.com, Maret lalu.

Sebagai pembeda, gadis kelahiran 2005 ini memfokuskan diri pada tas dengan harga di bawah Rp20 juta.

Produknya bisa berupa tas dari brand Amerika Serikat seperti Kate Spade, Coach, Michael Kors dan berbagai merek lainnya.

Adapula produk dari Eropa seperto Fendi, Marc Jacobs, Valentino dan berbagai brand mewah lainnya.

Batasan ini dipilihnya supaya barang jualannya lebih ramah di kantong, guna menyasar pembeli yang lebih muda seperti dirinya, yang tentunya anggarannya masih terbatas.

Jen juga menyediakan jasa titip jual, untuk para pemilik tas mewah yang ingin melelang barangnya.

Terapkan live sale di Instagram setiap akhir pekan

Nyaris tak ada kesulitan berarti yang dialami Jennifer dalam meraih pembeli, semua karena ibunya.

Mudah baginya mendapatkan kepercayaan dari pembeli jika barang yang dijualnya asli dan berkualitas.

"Selalu diposting sama mama, jadi potential buyer pada percaya, apalagi mama ada toko offline jadi banyak yang lebih percaya kirim barangnya, jual ke aku," kata siswi Penabur International School ini.

Meski demikian, ia tidak berpuas diri dan terus berusaha mengembangkan bisnis 'kecil-kecilan' yang dirintisnya.

Jen kemudian berinovasi dengan menghadirkan sesi live sale via Instagram setiap akhir pekan.

Memanfaatkan fitur siaran langsung, ia melelang berbagai produk andalan yang ditawarkan selama pekan itu.

Followers akun Instagramnya bisa terus memantau jika ada barang yang menarik dan menawar atau melakukan transaksi saat itu juga.

Selama sesi lelang, Jen akan menampilkan berbagai detail barang jualannya, termasuk terang-terangan menyebutkan kekurangannya.

Maklum saja, sebagai barang preloved, kadangkala ada cacat maupun rusak pemakaian yang harus diketahui calon pemilik baru.

Menariknya, Jen juga sering memberikan potongan harga yang cukup besar ketika sesi live sale, yang tentunya makin menarik minat pembeli.

Tak disangka, metode jualan 'kilat' ini sukses menyedot pembeli baru maupun meningkatkan penjualan.

Sang ibu, Verawaty, yang sudah lama terjun dalam bisnis tas mewah, bahkan memuji keunggulan metode bisnis buah hatinya itu.

"Perputaran barangnya lebih cepat meskipun mungkin harganya lebih murah ya," ujarnya.

Dalam satu kali sesi live sale di Instagram, Jen bisa menjual sekitar 30-60 buah tas branded preloved.

Jumlah ini cukup fantastis, mengingat durasi sesi jualan itu hanya berlangsung, rata-rata, sekitar satu jam.

Selain ramai pembeli, cara ini juga lebih praktis untuk Jennifer yang kini masih duduk di bangku kelas 2 SMA.

Aktivitas jualannya tak akan mengganggu kegiatan sekolah Jen yang kini mulai berangsur normal setelah kebijakan Covid-19 dikendorkan.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/05/19/190753220/manfatkan-live-instagram-jennifer-bisa-jual-60-tas-mewah-dalam-1-jam

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.