Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kisah Kaka Slank Transplantasi Rambut, Butuh 5.000 Helai Ditanam ke Dahi

KOMPAS.com - Memiliki rambut gondrong bukan berarti punya pertumbuhan rambut yang baik.

Seperti halnya yang dialami Kaka Slank yang belum lama ini menjalani transplantasi rambut pada bagian dahi.

Kaka mengatakan, alasan di balik melakukan transplantasi rambut karena mulai tidak percaya diri dengan penampilan garis rambut di bagian dahi.

"5 tahun ke belakang saya mulai hobi ngaca. Berasa banget perubahannya. Saya sadar ini hair line-nya mundur. Ada yang berubah dari muka saya," kata Kaka di Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Menurut dia, rambut di bagian dahi yang mengalami kemunduran itu bisa membuat tampilan wajahnya berubah seperti tampak lebih tua dan dahi atau jidat terlihat lebih lebar, tidak seperti waktu muda.

Prosedur transplantasi rambut yang dilakukannya sejak dua bulan lalu itu bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya dirinya sebagai seorang entertainer.

"Ini juga untuk kebutuhan perform. Penting sih menurut saya untuk merawat diri,"

"Terlepas dari entertainer atau bukan, saya pikir merawat diri itu penting karena berpengaruh pada kepercayaan diri. Kalau pede kan bawaan auranya makin bagus," sambung Kaka.

Berdasarkan prosedur transplantasi rambut yang dilakukan. Pemilik nama lengkap Akhadi Wira Satriaji ini membutuhkan 5.000 helai implan rambut yang diambil dari rambut bagian kepala belakangnya.

Hal ini diungkapkan oleh dr. Cintawati Farmanina, Mbio (AAM) dari Farmanina Aesthetic & Hair Clinic - yang menjadi tempat Kaka menjalani prosedur tanam rambut.

"Sekitar 5.000 rambut ditanam di rambut Kaka. Beda dengan Dave Hendrik (figur publik yang juga menjadi pasien transplantasi rambut) butuh 3.000 rambut. Masing-masing orang memiliki kebutuhan yang berbeda," papar dokter yang akrab disapa Nina tersebut.

dr. Faranina menjelaskan kalau kebutuhan donor rambut untuk mengatasi kemunduran pada rambut Kaka terjadi karena faktor usia.

Seperti kita tahu, ada banyak faktor yang membuat seseorang mengalami kemunduran hingga berbagai permasalahan rambut, mulai dari hormonal, faktor usia, kondisi medis, gaya hidup dan lain sebagainya.

"Kalau untuk kasus Kaka bukan hormonal. Tapi karena usia hair line bisa semakin mundur," jelasnya.

Meski periode untuk melihat hasil yang optimal dalam jangka waktu 6 hingga 8 bulan ke depan. Tapi, berselang dua bulan saja, Kaka Slank sudah merasakan perbedaan pada penampilan barunya itu.

"Dari hari ke hari saya berasa mulai kelihatan perubahannya," imbuh musisi berusia 48 tahun ini.

Menyadari bahwa prosedur transplantasi rambut diperlukan perawatan setelah tindakan secara berkala, Kaka tidak seperti artis-artis lain yang sengaja pergi ke negara lain untuk melakukan prosedur tanam rambut. Dia melakukannya di klinik yang ada di Jakarta.

"Saya terbiasa traveling atau diving, paling tidak suka spending my money di negara lain. Kalau bisa traveling di negara sendiri, transplantasi juga di sini."

"Hasilnya happy sih. Justru yang saya suka dan membuat nyaman itu suasana di klinik."

"Dokter-dokternya, stafnya, susternya selalu kasih aku informasi bagus seputar merawat rambut," sambung Kaka.

Semenjak saat itu, dia merasa semakin peduli dengan kesehatan rambutnya yang ternyata bertipe rambut kering. Ini dilakukan demi menjaga penampilannya sebagai entertainer, sekaligus upaya dalam merawat kesehatan rambut.

"Sebagai laki-laki melihat rambut kembali hadir. Rasa percaya diri semakin meningkat. Ini kebutuhan juga sebagai entertainer," pungkasnya.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/05/25/075022820/kisah-kaka-slank-transplantasi-rambut-butuh-5000-helai-ditanam-ke-dahi

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.