Salin Artikel

Ramai Utas Pengasuhan di Twitter, Pahami 6 Tanda Siap Memiliki Anak

KOMPAS.com - Sebuah utas pengguna Twitter ramai diperbincangkan netizen yang mendiskusikan soal kesiapan menjadi orangtua.

Utas yang sudah di-retweet 4.000 lebih pengguna itu menyoroti sejumlah kasus orangtua yang ternyata tidak siap dalam memiliki anak.

Melalui akun Twitternya, @zalkad, dia menyinggung bahwa tidak semua pasangan sanggup memiliki dan mengasuh anak.

Misalnya saja rela mengorbankan waktu, tenaga, biaya, kondisi mental dan fisik hingga kesediaan untuk bertanggung jawab.

6 tanda kita siap menjadi orangtua

Terlepas dari itu, perihal sanggup atau tidak dalam memiliki dan mengasuh anak sebaiknya lihat dulu kapasitas diri kita.

Apakah kita dan pasangan sudah siap menjadi orangtua yang sesungguhnya?

Melansir Insider, berikut 6 tanda orangtua siap untuk memiliki anak agar si buah hati dapat diasuh dengan baik.

1. Merasa sudah waktunya untuk menjadi orangtua

Tidak peduli berapa pun usia kita saat menikah, memiliki anak adalah sebuah pilihan bagi pasangan suami-istri.

Caleb Backe, pakar kesehatan dan kebugaran dari MapleHolistics mengatakan bahwa salah satu tanda mengetahui kita siap untuk memiliki anak adalah merasa kalau ini sudah waktunya.

Kesiapan menjadi orangtua dapat tumbuh secara naluriah jika kita sudah merasa siap menjadi orangtua.

"Pertanyaan yang paling sederhana adalah apakah kita menginginkan anak? Sesederhana itu," katanya.

Backe menyebutkan ada suatu kasus seorang pria di usia 20-an. Dia sudah menginginkan untuk menjadi seorang ayah karena merasa sudah waktunya.

Pasalnya, pria tersebut merasakan kurangnya peran ayah semasa hidup, sehingga dengan menjadi orangtua dia merasa perlu menjadi seorang ayah.

2. Punya impian membina rumah tangga bersama anak dan istri

Tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana rasanya menjadi orangtua sampai mereka memiliki anak sendiri.

Ketika pikiran dan bayang-bayang rencana masa depan dengan membina rumah tangga bersama anak dan istri, itu merupakan suatu pertanda kalau kita siap memiliki seorang anak.

Lain hal jika salah satu dari orangtua merasa "baby blues" atau kecemasan jika memiliki anak. Mungkin menentukan untuk punya anak perlu didiskusikan kembali.

"Memikirkan tentang masa depan dalam pikiran berarti ada sesuatu yang substansia dan signifikan di sana."

"Terlebih pikiran itu semakin kuat ketika Anda melihat atau menggendong anak orang lain," paparnya.

3. Merasa baik-baik saja tentang impian masa depan

Memikirkan untuk menjadi orangtua dapat menimbulkan banyak kecemasan.

Misalnya ketika baru menikah, kita sudah memikirkan nama anak, mainan hingga pakaian apa yang akan dibeli kelak.

Tapi di sisi lain, ada ketakutan bagaimana dengan pola asuh, biaya dan tanggung jawab hingga kebutuhan yang lain.

Kecemasan dan pikiran negatif itu adalah suatu pertanda bahwa kita belum siap sepenuhnya menjadi orangtua.

Tapi, jika merasa happy dan baik-baik saja tentang impian masa depan. Itu bisa menjadi sinyal bahwa pasangan sudah siap memiliki momongan.

4. Menyadari pasangan sudah siap secara mental dan fisik

Salah satu faktor terpenting untuk mengetahui bahwa pasangan suami-istri siap memiliki anak adalah menyadari kesiapan secara mental dan fisik.

"Ini agak kontroversial, karena beberapa orang tidak ingin menjadi orangtua sampai usia mereka tua," kata Backe.

Perhatikan juga soal kemampuan pasangan apakah si dia sudah menunjukkan perilaku yang sudah cocok menjadi orangtua atau tidak.

Lihat cara mereka bertindak, berpikir, sampai berperilaku sampai muncul anggapan. "Pasangan saya akan menjadi ibu atau ayah yang hebat suatu hari ini."

Misalnya coba ambil waktu untuk bermain bersama, bagaimana mengurus kebutuhan anak-anak mulai dari makan, susu, waktu bermain, bahkan hingga menggantikan popok.

"Ini adalah tanda yang kuat, bagaimana kita memperlakukan keponakan dengan baik," papar Backe.

Momen mengurus anak kerabat dekat sebetulnya bisa dimanfaatkan pasangan suami-istri untuk menilai kesiapan mereka dalam mengasuh anak di kemudian hari.

6. Sudah mantap secara finansial

Persiapan mental saja rupanya belum cukup. Ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam memiliki anak, yaitu kemantapan secara finansial.

Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa memiliki anak membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Tapi sebetulnya, tidak ada parameter tertentu untuk menyebut rumah tangga dikatakan mantap secara finansial bila diukur dari kekayaan.

Mantap secara finansial yang dimaksudkan itu adalah bagaimana pasangan suami istri mengelola keuangan rumah tangga mereka.

Memastikan anak mendapatkan pola asuh yang baik serta pemenuhan kebutuhan yang diatur dengan baik, dapat mencegah hal-hal buruk dalam rumah tangga, seperti pertengkaran, stres hingga depresi.

"Jika Anda berada di tahap pandai mengelola keuangan untuk mengatur kebutuhan dan tanggup jawab ketika memiliki anak, itu bisa menjadi waktu yang tepat menjadi orangtua," pungkas dia.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/06/25/115532620/ramai-utas-pengasuhan-di-twitter-pahami-6-tanda-siap-memiliki-anak

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.