Salin Artikel

Deretan Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Umur Lebih Panjang

KOMPAS.com - Semua orang tentu ingin sehat dan berumur panjang.

Namun, memiliki umur panjang tidak bisa didapatkan begitu saja. Pasalnya, meski faktor keberuntungan dan genetika berpengaruh, menerapkan kebiasaan sehat berperan lebih besar di dalamnya.

Nah, sebenarnya ada beberapa kebiasaan sehari-hari sederhana yang dapat membuat kita hidup lebih lama. Berikut daftarnya.

Melakukan flossing setiap hari

Dokter dan penulis buku The Great Age Reboot Dr. Michael Roizen M.D., mengatakan bahwa membersihkan gigi memakai benang gigi (flossing) penting untuk mengurangi peradangan.

Bakteri mulut yang tumbuh pada sisa makanan yang tersangkut di antara gigi dapat bermigrasi ke aliran darah, memicu peradangan yang merusak lapisan arteri dan penumpukan plak.

Hal ini dapat membuat arteri menjadi kaku, menyempit dan terjadi serangan jantung, stroke, dan demensia.

Ganti roti dan pasta menjadi whole wheat

Menurut Roizen, salah satu kebiasaaan yang membantu seseorang panjang umur adalah mengonsumsi karbohidrat kompleks dan lemak sehat.

Gula dan karbohidrat sederhana yang ditemukan di roti dan pasta memang dapat meningkatkan gula darah dan memicu peradangan.

Nah, whole grains dan serat merupakan salah satu bentuk karbohidrat yang dapat mengurangi peradangan dan baik bagi kesehatan otak dan jantung. 

Selain dari whole grain, kita juga bisa mendapatkan karbohidrat dari sumber lain yang lebih sehat, misalnya beras merah, beras cokelat, bekatul, dan lainnya.

Tetap positif dan bersosialisasi

Menurut profesor kesehatan masyarakat di New Mexico State University Dr. Jagdish Khubchandani, MBBS, Ph.D., penelitian menunjukkan bahwa stres, isolasi, pesimisme, dan penggunaan teknologi berlebihan berperan dalam meningkatnya berbagai risiko kesehatan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di The Journals of Gerontology juga menemukan bahwa orang-orang optimis dapat hidup lebih lama, sementara isolasi, stres, dan kecanduan teknologi dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

“Jadi, menerapkan gaya hidup aktif dan memiliki kehidupan sosial yang wajar dapat membuat seseorang berumur lebih panjang,” ujar Khubchandani.

Melindungi kulit

Kulit merupakan organ tubuh terbesar yang memerlukan perawatan dan nutrisi tepat. Pasalnya, kulit sangat rentan dengan paparan racun, seperti polusi, sinar UV, dan cuaca ekstrem.

Karena itu, membersihkan dan melindungi kulit dengan menggunakan produk seperti sunscreeen atau membuatnya tertutup serta menutrisi kulit merupakan kunci agar terlihat awet muda.

Terus bergerak

Seiring bertambah tuanya usia, tentu sistem metabolisme tubuh pun semakin lambat. Hasilnya, tubuh terancam mengalami penumpukan lemak di area perut.

Penumpukan lemak ini dapat mengakibatkan masalah imun, peradangan, dan perubahan biokimia dalam tubuh yang merugikan (terutama untuk kesehatan jantung dan otak) serta meningkatkan risiko kematian dini.

Oleh karena itu, kita perlu menggerakkan tubuh secara aktif guna memangkas lemak perut itu.

Dengan banyak bergerak, risiko penyebab utama kematian seperti penyakit jantung, kanker, dan stroke pun dapat menurun.

Menghindari minuman beralkohol dan tembakau

Khubchandani menekankan bahwa tidak ada kata terlambat untuk berhenti atau mengurangi minuman beralkohol dan zat lainnya.

Menurut dia, seiring bertambahnya usia seseorang, konsumsi minuman beralkohol atau penggunaan tembakau perlu dikurangi atau dihentikan,

Pasalnya, bertambahnya usia membuat kita rentan terhadap penyakit kronis, dan alkohol, tembakau, serta obat-obatan lainnya hanya akan memperparah risiko kematian akibat penyakit kronis itu.

“Bahkan jika seseorang bisa bertahan dengan kebiasaan ini, kualitas hidupnya tetap suboptimal. Jadi berhenti lebih awal atau mengurangi konsumsinya dapat menambah kuantitas dan kualitas hidup ," ujar Khubchandani.

Makan teratur dan tepat

"Makanan adalah obat, sehingga perlu dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, di waktu yang tepat, dan dengan kualitas yang tepat pula,” ujar Khubchandani.

Nah, seiring bertambahnya usia, kita perlu mengawasi pola makan serta mengonsumsi lebih banyak buah, sayuran, serta makanan dengan lemak tak jenuh guna menjaga berat badan agar tetap stabil atau mencegah meningkatnya tekanan darah dan kolesterol.

”Diet yang tidak sehat meningkatkan risiko penyakit kardio dan serebrovaskular (misalnya, serangan jantung dan stroke) atau meningkatkan kemungkinan memiliki penyakit ini di awal kehidupan,” ujar Khubchandani.

“Jadi, kebiasaan diet memiliki pengaruh besar pada kualitas dan kuantitas hidup dengan membantu manajemen berat badan dan mengurangi risiko penyakit kronis,” lanjutnya.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/07/04/101337920/deretan-kebiasaan-sehari-hari-yang-bisa-bikin-umur-lebih-panjang

Rekomendasi untuk anda
FEEL GOOD
"Slow Living"
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.