Salin Artikel

4 Red Flag yang Harus Diketahui Selama Wawancara Kerja, Apa Saja?

KOMPAS.com - Mencari pekerjaan baru bukanlah hal yang mudah dan tentunya penuh dengan tantangan.

Apalagi saat kita sudah lama menjadi pengangguran dan membutuhkan pekerjaan dengan cepat, terkadang kita terlena untuk mengambil semua peluang yang ada di depan mata.

Oleh sebab itu, sebelum memutuskan untuk mengambil suatu pekerjaan yang mungkin sudah sesuai dengan preferensi kita, ada baiknya kita tetap memerhatikan apakah lingkungan kerja di perusahaan tersebut benar-benar baik atau tidak melalui proses wawancara kerja.

Jangan sampai, kita justru terjebak dalam lingkungan kerja yang toksik sehingga membuat kita tidak nyaman dan pada akhirnya menurunkan kualitas kerja di kemudian hari.

Nah, dilansir dari laman CNBC, seorang profesor di Harvard Business School, J.S. Nelson pun memberikan beberapa red flag atau tanda bahaya yang harus diketahui selama wawancara kerja untuk menghindari lingkungan kerja yang toksik sebagai berikut.

1. Kemunafikan

Mengetahui perusahaan tempat kita melamar kerja benar-benar memberikan apa yang mereka tawarkan atau berkomitmen dengan hal itu sangatlah penting sebelum menerima tawaran pekerjaan.

Untuk memastikannya, kita juga bisa membuka situs website resmi dan melihat bagaimana pernyataan publik tentang perusahaan tersebut.

Kemudian, periksa berita tentang perusahaan dan pengarsipan publik untuk mengetahui apa yang dilakukan perusahaan.

Mungkin ada perbedaan besar antara apa yang dikatakan perusahaan dan apa yang dilakukannya.

Jika ada terlalu banyak perbedaan, orang yang bekerja di sana akan mengalami kemunafikan itu dan sebaiknya kita beralih untuk mencari pekerjaan lain.

2. Tingkat pergantian karyawan yang tinggi

Turnover karyawan atau pergantian karyawan sebenarnya hal yang biasa terjadi di dalam suatu perusahaan.

Tetapi, hal ini perlu juga kita tanyakan saat sedang mengikuti wawancara kerja.

Misalnya, berapa lama rata-rata orang bekerja di perusahaan tersebut dan berapa lama mereka bertahan di posisi itu.

Perusahaan biasanya akan mengembangkan reputasi dalam industri mereka, jadi tanyakan juga kepada orang-orang di jaringan itu tentang apa yang mereka dengar.

Setiap orang mungkin memiliki alasan berbeda untuk berhenti bekerja, tetapi jika tidak ada yang tersisa dalam tim setelah enam bulan maka kita harus bertanya-tanya apa yang terjadi dan mungkin itu adalah salah satu red flag yang perlu diketahui.

3. Tidak menerapkan budaya terbuka dan tidak bisa bersuara

Sebuah perusahaan yang berkomitmen untuk menciptakan program etika dan kepatuhan pasti memiliki budaya yang lebih terbuka dan mendorong orang-orang di dalamnya untuk bisa bersuara jika terjadi pelanggaran kerja.

Saat proses wawancara kita bisa menanyakan tentang apakah ada budaya untuk menyuarakan pendapat atau tidak di perusahaan.

Jika orang merasa tidak aman untuk menyampaikan kekhawatiran di tempat kerja, maka etika perusahaan terhadap karyawannya layak dipertanyakan.

Dan karyawan mungkin merasa kurang terlibat sehingga mereka akan berhenti berusaha dalam pekerjaan tersebut.

4. Pembalasan atau hukuman

Ini adalah masalah besar. Karyawan tidak akan berbicara tentang masalah yang mereka hadapi jika mereka merasa takut dihukum atau dibalas.

Untuk mempromosikan budaya etika yang sehat, proses pendisiplinan perusahaan harus transparan, akuntabel, konsisten, dan melindungi mereka yang melaporkan pelanggaran, terlepas dari apakah pelanggaran itu dilakukan oleh CEO atau oleh seseorang yang memiliki kekuasaan.

Ketika melakukan wawancara kerja, kita bisa menanyakan hal ini, terutama mengenai sumber daya manusia dan struktur kepatuhan yang diterapkan di dalam perusahaan.

Hal yang harus dilakukan jika melihat red flag

Nelson menyarankan kita untuk tidak mengambil pekerjaan di perusahaan yang terlihat jelas memiliki potensi merugikan. Terlebih jika kita memiliki pilihan lain yang lebih baik.

"Bahkan jika sebuah skandal tidak dipublikasikan sekarang, perusahaan yang membuat kesalahan pasti akan segera diketahui publik," terangnya.

"Ketika itu terjadi, nama perusahaan akan memiliki reputasi yang buruk dan itu membuat karyawan yang sudah bekerja di sana menjadi lebih sulit untuk pergi maupun mencari pekerjaan di tempat lain," ungkap dia.

Sebaliknya, carilah perusahaan yang lebih sesuai dengan nilai-nilai kita, sehingga kita merasa lebih termotivasi dan mungkin lebih mudah untuk berkembang.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/07/05/102630920/4-red-flag-yang-harus-diketahui-selama-wawancara-kerja-apa-saja

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.