Salin Artikel

7 Arloji Dial Putih Keren, Cocok untuk Segala Situasi

KOMPAS.com - Selain warna hitam, arloji yang menampilkan dial putih sering dijadikan pilihan utama kaum pria.

Tampak mewah dan memberikan kesan bersih, arloji dengan dial putih juga merupakan aksesoris yang serbaguna lantaran bisa dipadukan bersama pakaian jenis apa pun.

Arloji dial putih selalu cocok di segala situasi, entah kita sekadar kongkow di coffee shop bersama pasangan atau pergi ke pesta yang bersifat formal.

Ingin mengoleksi arloji berwajah putih? Kami sudah merangkum tujuh model keren dari laman DMarge sebagai berikut:

1. Panerai Submersible QuarantaQuattro Bianco

Terdapat unidirectional rotating bezel (bezel yang bisa diputar satu arah) dengan indeks logam yang dilapisi material Super-Luminova putih.

Fitur Super-Luminova sangat diperlukan pada arloji selam. Gunanya untuk memudahkan pengguna membaca waktu ketika arloji diajak menyelam di dalam air.

Pembuat jam Italia ini melengkapi Submersible dengan pengunci kenop yang digerakkan tuas, agar kenop tidak berputar dan mengubah waktu pada arloji tanpa digerakkan penggunanya.

Sesuai namanya, Submersible QuarantaQuattro Bianco memiliki diameter cangkang 44 mm. Quaranta quattro diambil dari bahasa Italia, yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berarti angka 44.

Harga Panerai Submersible QuarantaQuattro Bianco: sekitar Rp 142,8 juta.

2. Breitling Avenger Automatic GMT 43

Penunjuk waktu ini memiliki bezel yang dapat diputar searah untuk pengaturan waktu cepat, serta inner bezel dengan penanda waktu 24 jam.

Kenapa Breitling memberikan penanda waktu 24 jam? Jawabannya, karena Avenger Automatic ini adalah arloji yang dilengkapi fitur GMT.

Sedikit catatan, arloji dengan fitur GMT menampilkan dua zona waktu yang berbeda. Ini merupakan instrumen yang penting bagi pilot atau mereka yang sering bepergian antar benua.

Kebanyakan arloji GMT diberi skala waktu 24 jam pada bagian bezel luar. Namun ada juga yang memilih meletakkan skala waktu tersebut pada inner bezel, seperti Breitling.

Ciri khas lain arloji GMT yaitu adanya hand atau jarum tambahan untuk menunjukkan waktu di skala 24 jam tadi.

Pada Avenger Automatic, jarum GMT itu berbentuk tebal dan diwarnai merah. Sedangkan jarum tipis abu-abu berfungsi menunjukkan waktu di skala utama yang berukuran besar.

Pinggiran kenop pemutar dibuat bergerigi agar pengguna --termasuk pilot-- bisa mengatur waktu ketika memakai sarung tangan.

Berbicara soal ketangguhan, arloji ini memiliki ketahanan air hingga 300 meter dan disempurnakan dengan tali tekstil yang kuat.

Adapun opsi tali tambahan yang ditawarkan yaitu tali kulit berwarna kuning.

Harga Breitling Avenger Automatic GMT 43: kira-kira Rp 62 juta.

3. Shinola Runwell

Selain memproduksi arloji serbaguna dengan desain sederhana, manufaktur tersebut juga membuat sepeda, barang-barang kulit dan rumah tangga, hingga perhiasan.

Salah satu koleksi Shinola yang layak dipertimbangkan adalah Runwell 41 dalam dial putih.

Dalam hal membaca waktu, Shinola Runwell sangat ramah bagi pengguna berkat angka jam yang tebal. Desain seperti ini mengadopsi dial jam dinding yang biasa terdapat di stasiun kereta api di AS.

Satu subdial yang diletakkan di atas indeks jam 6 berfungsi menunjukkan detik yang sedang berjalan.

Desain Shinola Runwell disempurnakan oleh dudukan arloji (lug) tebal, crown berbentuk labu, dan tali kulit cokelat yang diberi jahitan benang putih di bagian tepi.

Pada bagian cangkang belakang, pembuat jam membenamkan mesin Shinola Argonite 1069 Quartz yang dirakit dengan tangan.

Harga Shinola Runwell: lebih kurang Rp 9,9 juta.

4. Nomos Glashutte Zurich Weltzeit

Salah satu kreasi manufaktur ini, Zurich Weltzeit memiliki tampilan yang bersih, minimalis, dan halus dengan estetika modern.

Zurich Weltzeit dirancang untuk mereka yang senang bepergian antar benua. Makanya, arloji ini dilengkapi fitur pengatur waktu dunia dengan nama-nama kota besar yang dicetak di bagian dial.

Cangkang arloji yang berbahan baja 40 milimeter menampung mesin otomatis kaliber DUW 5201 yang memberikan cadangan daya hingga 42 jam.

Harga Nomos Glashutte Zurich Weltzeit: sekitar Rp 86 juta.

5. Hamilton Khaki Field

Menonjolkan kesan tangguh dan memiliki fungsi serbaguna, Khaki Field dirilis dalam ukuran dan dial yang berbeda-beda.

Hamilton menyediakan dua opsi mesin, kuarsa atau mekanis.

Salah satu versi Khaki Field dalam cangkang baja dilengkapi mesin mekanis manual dengan cadangan daya 80 jam, serta tali NATO.

Adapun Khaki Field yang diberi tali rantai baja. Namun untuk arloji luar ruang seperti ini, rasanya tali NATO lebih cocok.

Harga Hamilton Khaki Field: lebih kurang Rp 9,8 juta.

6. Cartier Santos de Cartier

Pembuat jam Perancis ini kerap dijuluki "king of the white dial" karena sebagian besar arloji perusahaan mendapat sentuhan dial putih.

Salah satu kreasi Cartier yang bisa kamu koleksi adalah Cartier Santos de Cartier.

Bukan hanya menjadi favorit di kalangan penggemar arloji, Cartier Santos juga salah satu arloji pria pertama, sekaligus arloji pilot pertama di dunia.

Awalnya arloji tersebut dirancang karena permintaan pilot asal Brasil, Alberto Santos-Dumont.

Santos-Dumont ingin agar kedua tangannya bisa leluasa mengendalikan pesawat, serta melihat waktu pada saat yang bersamaan.

Oleh karena itu, temannya, pembuat jam Louis Cartier mendesain Cartier Santos untuk sang pilot di tahun 1904.

Kini Cartier Santos hadir dalam berbagai model, salah satunya referensi W2SA0009 ini.

Cartier Santos W2SA0009 memiliki dial kotak yang ikonik, jarum berwarna biru, serta jendela penunjuk tanggal pada indeks jam 6.

Versi modern Cartier Santos dilengkapi sistem QuickSwitch untuk mengganti tali kulit dengan tali rantai secara cepat. Mekanisme sistem tersebut menyatu dengan struktur cangkang.

Harga Cartier Santos de Cartier: kira-kira Rp 166 juta.

7. Grand Seiko White Birch

Tidak berlebihan rasanya jika mengatakan Grand Seiko White Birch adalah arloji dial putih paling keren dibandingkan keenam model yang sudah dijelaskan di atas.

Tahun lalu, arloji ini meraih Men's Watch Prize di ajang penghargaan paling bergengsi di industri jam tangan, Grand Prix d'Horlogerie de Geneve.

Diberi nama "White Birch", karena sister company pembuat jam Jepang Seiko ini mengambil inspirasi dari pohon birch putih.

Jenis pohon birch banyak tumbuh di sekitar studio Shizukuishi Grand Seiko di prefektur Iwate, Jepang.

Fitur lain yang mengesankan pada arloji ini --di samping bagian dial, adalah mesin otomatis Hi-Beat yang berdetak pada ketukan 36.000 vph.

Mesin itu menawarkan cadangan daya hingga 80 jam.

Bagian cangkang dan indeks White Birch diberi sentuhan akhir yang rapi, dipoles dengan tangan menggunakan metode pemolesan Zaratsu yang merupakan keahlian Grand Seiko.

Harga Grand Seiko White Birch ref SLGH005: lebih kurang Rp 141 juta.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/07/30/085013020/7-arloji-dial-putih-keren-cocok-untuk-segala-situasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.