Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

11 Cara Meminta Maaf agar Hati dan Pikiran Tak Terbebani

KOMPAS.com - Meminta maaf menjadi cara supaya masalah yang terjadi tidak berbuntut panjang dan membuat hati serta pikiran plong.

Meski begitu, menyampaikan maaf setelah melakukan kesalahan atau melukai orang lain bisa menjadi hal yang rumit.

Pasalnya tidak sedikit orang yang bersikukuh bahwa perbuatannya benar atau terpaksa menjaga gengsi daripada mengakui kesalahan.

Cara meminta maaf

Meski tidak mudah untuk dilakukan, permohonan maaf sebaiknya harus tetap disampaikan jika ingin hidup kita tenang.

Di bawah ini adalah cara-cara meminta maaf yang bisa kita tiru.

1. Minta maaf secara langsung

Psikolog kilinis Houyuan Luo, Ph.D menyarankan kita untuk tidak menutup-nutupi kesalahan.

Lebih baik permintaan maaf dikatakan secara langsung supaya tidak terjadi kesalahpahaman dengan orang yang kita sakiti.

Di sisi lain, Luo meminta kita untuk meminta maaf secara tulus tanpa memberikan alasan atau dalih apa pun.

2. Perhatikan nada bicara

Nada suara menjadi elemen penting ketika berkomunikasi. Hal ini patut diperhatikan ketika meminta maaf.

"Gunakan nada yang normal dan hindari memberi kesan kepada orang lain bahwa Anda hanya melakukan formalitas," kata Luo.

Dengan nada bicara yang sewajarnya, kita lebih mungkin menyampaikan ketulusan dalam permohonan maaf.

3. Tulus

Konselor kesehatan mental Chaut Thompson, LMHC meminta ungkapan penyesalan ditunjukkan secara tulus ketika meminta maaf.

"Bicaralah dari hati. Tunjukkan bahwa Anda menyesal," saran Thompson.

Ketulusan penting untuk diungkapkan karena sikap ini menunjukkan kita benar-benar menyadari kesalahan yang dilakukan.

Ketulusan juga menjadi tanda kita menyesal atas rasa sakit yang telah kita perbuat.

4. Jangan membenarkan kesalahan

Sebagian orang memberikan penjelasan ketika meminta maaf atas kesalahan yang telah mereka perbuat.

Namun, penjelasan sebaiknya tidak disalahgunakan sebagai ajang pembenaran terhadap kesalahan.

5. Fokus

Luo menyarankan agar kita mengakui dampak buruk dari tindakan yang sudah dilakukan pada orang yang tersakiti, terutama emosionalnya.

Dalam hal ini ia menilai niat yang baik tidak akan membenarkan dampak buruk yang ditimbulkan.

Luo mengatakan, meski kita bermaksud melakukan sesuatu dengan itikad baik, kita masih bisa menyakiti orang lain melalui tindakan.

6. Bertanggung jawab

Benar-benar mengakui kesalahan bisa dibuktikan dengan sikap bertanggung jawab.

"Tanggung jawablah. Ini mengakui tindakan anda menyakitkan atau menyinggung," ujar Thompson.

"(Bertanggung jawab) juga memberi sinyal kepada orang yang tersakiti bahwa kita memahami rasa sakit yang mereka rasakan dan menyesal.

7. Berhati-hati

Thomson mengingatkan kita untuk berhati-hati ketika berbicara tentang diri sendiri dan saat bertindak, berpikir, maupun beperilaku.

Ia menilai ketidakhati-hatian bisa memengaruhi pihak lain.

"Berhati-hatilah untuk tidak menggunakan pernyataan 'Anda', yang membuat orang lain membela diri dan memberi kesan bahwa Anda menyalahkan," kata Thompson.

8. Apology language

Kita ada baiknya memahami apalogy language dari orang yang tersakiti atau merasa dirugikan dengan tindakan kita.

Dengan begitu permohonan maaf dari kita menjadi lebih cepat diproses dan diterima.

Apology language terdiri dari mengungkapkan penyesalan, menerima tanggung jawab, membuat restitusi, bertobat, dan meminta pengampunan.

9. Memberi resolusi

Thompson mengingatkan bahwa permintaan maaf harus dibarengi dengan niat untuk tidak mengulangi kesalahan.

"Inilah artinya benar-benar menebus kesalahan," saran Thompson.

10. Jangan berharap cepat dimaafkan

Tidak semua orang bisa memaafkan pelaku yang membuat kesalahan atau menyebabkan hatinya terluka.

Pasalnya masing-masing orang mempunyai waktu yang berbeda untuk legowo memaafkan.

Permohonan maaf bisa diterima bergantung pada sifat kesalahan dan akibat yang dihasilkan.

11. Minta maaf berkali-kali

Luo mengatakan, seberapa sering minta maaf perlu disampaikan tergantung pada sifat kesalahan.

Karena alasan itulah ia menilai memberikan permohonan maaf satu kali saja tidaklah cukup.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/08/09/110530020/11-cara-meminta-maaf-agar-hati-dan-pikiran-tak-terbebani

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.