KOMPAS.com - Salah satu pemicu yang membuat seseorang mengalami kegemukan adalah kelebihan lemak perut.
Lemak perut, juga dikenal sebagai lemak visceral, terletak di bawah otot, dan berdekatan dengan organ vital seperti usus, hati, dan pankreas.
Jenis lemak ini sangat berbahaya karena menghasilkan bahan kimia dan hormon yang bisa beracun bagi tubuh.
Alhasil, risiko stroke, penyakit jantung, diabetes tipe 2, penyakit kandung empedu dan asam urat, serta masalah kesehatan lain akan meningkat dengan adanya lemak visceral.
Cara menghilangkan lemak perut
Untuk membakar lemak perut, cobalah 6 cara sederhana berikut:
1. Menurunkan stres
Stres kronis menyebabkan otak memproduksi lebih banyak hormon kortisol dan meningkatkan keinginan untuk memakan makanan manis dan berlemak.
Kombinasi antara stres dan konsumsi makanan tidak sehat mempercepat pembentukan lemak perut, berdasarkan hasil studi yang dimuat dalam The Annals of the New York Academy of Sciences.
2. Menurunkan berat badan
Ahli pengobatan obesitas W. Scott Butsch, MD di Cleveland Clinic menuturkan, penurunan berat badan secara efektif dapat mengurangi lemak visceral.
Dengan menghilangkan 10 persen berat badan, kita bisa menyingkirkan hingga 30 persen dari lemak tubuh.
3. Memadukan latihan intensitas sedang dan latihan kekuatan
Sebuah studi pada 2020 yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients menunjukkan, olahraga dapat mengurangi lemak visceral kendati individu tidak kehilangan berat badan.
Olahraga menurunkan sirkulasi insulin dan mendorong organ hati untuk membakar timbunan lemak perut di sekitarnya.
Dianjurkan untuk mengombinasikan latihan intensitas sedang dengan latihan kekuatan.
Temuan studi tahun 2021 mengungkap, latihan kekuatan mengurangi lemak visceral pada orang dewasa yang sehat.
4. Batasi asupan gula
Dilaporkan Cleveland Clinic, gula menyebabkan sel-sel lemak matang lebih cepat, khususnya di lemak perut.
Kurangi asupan minuman manis, biji-bijian dan makanan olahan demi mengecilkan lingkar pinggang.
5. Perbanyak protein
Beberapa studi menyimpulkan, diet tinggi protein akan membakar lemak perut dan mencegah timbulnya lemak perut.
Dalam studi yang dimuat di jurnal Scientific Reports, para peneliti menemukan kelompok peserta yang mengonsumsi suplemen protein bersama diet rendah kalori kehilangan lemak visceral lebih banyak.
Hasil ini dibandingkan dengan kelompok yang hanya mengonsumsi plasebo.
6. Tidur yang cukup
Para peneliti di Wake Forest University melihat, pelaku diet yang tidur lima jam atau kurang setiap malam memiliki lemak perut 2,5 kali lebih banyak daripada orang yang tidur cukup.
Disebutkan, kurang tidur akan memengaruhi produksi dua hormon yang mengatur nafsu makan, yaitu leptin dan ghrelin.
Perubahan kedua hormon tersebut dapat meningkatkan rasa lapar.
Kurang tidur juga meningkatkan produksi kortisol, hormon stres yang memberi tahu tubuh untuk menahan lemak di sekitar perut.
National Sleep Foundation merekomendasikan setiap individu untuk tidur antara 7-9 jam per malam.
https://lifestyle.kompas.com/read/2022/08/26/064821720/gaya-hidup-sehat-untuk-menghilangkan-lemak-perut
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan