Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kenapa Cepat Lapar? Penyebabnya Akibat Kurang Makan Sayuran

KOMPAS.com - Kenapa cepat lapar? Mungkin pertanyaan seperti ini akan sering dialami bagi orang yang kurang makan sayuran.

Seperti kita ketahui, sayuran merupakan makanan sehat yang penting untuk dikonsumsi setiap hari agar tubuh menjadi lebih sehat dan merasa kenyang lebih lama.

Hal tersebut dapat dibuktikan karena sayuran mengandung serat dan karbohidrat kompleks.

Dua nutrisi tersebut berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan hingga memengaruhi siklus metabolisme di dalam tubuh.

Itulah sebabnya ada orang yang merasa cepat lapar meski mereka sudah mengonsumsi makanan dalam porsi besar.

Perasaan kenyang tidak selalu bergantung pada jumlah makanan atau kalori yang dikonsumsi.

Mungkin kondisi tersebut menjadi sinyal tertentu bahwa orang tersebut kurang makan sayuran.

Lalu, apa hubungannya antara kurang makan sayuran dan kondisi perut cepat lapar?

Melansir Eat This Not That, simak beberapa fakta berikut ini terkait kondisi tersebut.

1. Sayuran memainkan peran penting dalam proses metabolisme

Di dalam proses metabolisme, tubuh manusia akan mencerna setiap makanan yang masuk ke lambung.

Kemudian enzim-enzim di dalam lambung itu akan memecah makanan tersebut menjadi bahan bakar yang setelah itu menjadi sumber energi.

Dalam prosesnya, serat yang terdapat pada sayuran atau jenis sumber pangan lainnya cenderung lebih lama untuk dicerna tubuh.

Itulah sebabnya ketika kita cukup makan sayuran, maka perut akan terasa kenyang lebih lama daripada sumber pangan yang mudah dicerna, seperti makanan bertepung atau makanan olahan.

2. Sayuran sumber serat dan karbohidrat kompleks

Aneka jenis sayuran merupakan sumber serat dan karbohidrat yang kompleks.

Dua nutrisi tersebut berperan dalam memberikan perasaan kenyang lebih lama setelah kita makan sayuran.

Nah, ketika tubuh tidak cukup mengonsumsi makanan berserat dan mengandung karbohidrat kompleks, maka efeknya bisa memberikan sensasi cepat lapar meski baru makan.

3. Serat berperan menjaga kadar gula dalam darah

Perasaan lapar tidak hanya muncul akibat kondisi perut yang kosong. Bisa jadi itu disebabkan karena dehidrasi atau tubuh mengalami lonjakan atau penurunan kadar gula darah.

Dalam hal ini, asupam serat yang cukup dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Lalu dampaknya tidak akan membuat perut merasa lapar setelah kita mengonsumsi jumlah asupan serat yang cukup.

4. Memicu stres dan perubahan mood

Pakar nutrisi menyebutkan bahwa mencukupi kebutuhan nutrisi harian dapat meningkatkan fungsi otak yang mengatur suasana hati.

Nah, mencukupi kebutuhan nutrisi harian tersebut dapat dipenuhi dengan menerapkan pola makan tinggi serat (seperti mengonsumsi buah dan sayuran) yang bisa mengurangi risiko stres hingga depresi secara signifikan.

Hal itu ternyata juga memiliki korelasi pada hasil studi yang diterbitkan oleh jurnal Psychiatry Research.

Penelitian itu menyatakan bahwa ada keterkaitan antara risiko depresi atau stres dengan pola diet rendah serat.

Pasalnya, jika seeorang merasakan stres, kecemasan atau tegang, tubuh bisa melepaskan hormon kortisol.

Hormon ini bertindak dalam meningkatkan rasa lapar pada tubuh, dan memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi lemak dan tinggi gula.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/09/10/060835020/kenapa-cepat-lapar-penyebabnya-akibat-kurang-makan-sayuran

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke