Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pentingnya Peran Ayah Mendukung Pemberian ASI Eksklusif

Oleh: Nika Halida Hashina dan Ristiana D. Putri

KOMPAS.com - Pentingnya ASI telah dibahas dalam berbagai kesempatan. Manfaat dari pemberian ASI eksklusif juga harus menjadi pertimbangan orangtua agar nutrisi dan imunitas anak dapat terjaga dengan baik.

Imbauan untuk memberikan ASI eksklusif hingga anak berusia dua tahun pun disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), direkomendasikan bayi disusui eksklusif selama enam bulan pertama, diikuti pemberian makanan pendamping hingga usia dua tahun atau lebih.

Berarti hingga usia enam bulan, hanya ASI yang diberikan tanpa mencampurnya dengan air, cairan lain, teh, olahan herbal atau makanan dalam enam bulan pertama kehidupan, dengan pengecualian vitamin, suplemen mineral atau obat-obatan.

Penelitian pun membuktikan bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bermanfaat untuk menurunkan risiko infeksi gastrointestinal, pneumonia, otitis media, dan infeksi saluran kemih pada bayi.

Selain itu, ASI Eksklusif juga membuat ibu kembali ke berat badan sebelum hamil dengan sangat cepat dan menurunkan risiko untuk terkena diabetes tipe dua yang rawan pada ibu pasca melahirkan.

Akan tetapi, memberikan ASI eksklusif bukan hanya peran dari ibu, loh. Melansir artikel Kemkes, Dukungan ayah juga diperlukan agar ibu merasa tenang dan bahagia menjalani perannya sebagai ibu sekaligus mencegah munculnya gejala “baby blues syndrome” pasca persalinan.

Hal ini turut dibahas pula dalam salah satu episode siniar Obrolan Meja Makan yang bertajuk “Sukses MengASIhi”. Menurut dr. Aldilla Dinaresti, Sp.A, peran ayah tidak kalah penting dari ibu dalam kelancaran keluarnya ASI.

Peran Ayah untuk Membantu Ibu Menyusui

Menurut dr. Aldilla, ayah harus memahami bahwa asupan makanan pada ibu yang sedang menyusui bisa tiga hingga empat kali lebih banyak dibandingkan saat tidak menyusui. Selain itu, ibu juga harus banyak minum air putih.

Hal tersebut jarang diperhatikan oleh ibu, oleh karenanya peran ayah dalam hal ini adalah mengingatkan ibu dan membantunya memenuhi asupan makanan yang ibu inginkan, agar ibu bahagia dan ASI semakin lancar keluar.

Selain itu, ayah juga harus sedia waktu lebih untuk menemani ibu menyusui, misalnya ketika di malam hari anak menangis karena lapar. Dengan mendampingi ibu, ayah dapat mengurangi ibu dari kemungkinan stres dan gejala terganggunya kesehatan mental lainnya.

Tugas Ayah saat Ibu Menyusui

Mengatur Keluarga

Sudah menjadi tanggung jawab ayah untuk menciptakan suasana keluarga yang positif, terutama dalam mendukung ibu menyusui. Ayah juga harus lebih sering motivasi ibu, dan menjaga suasana hati ibu dari perkataan tidak menyenangkan yang dilontarkan orang lain.

Selain itu, jika ada anggota keluarga lain di rumah, minta mereka untuk turut memberikan bantuan dan perhatian kepada ibu. Ayah juga harus bisa meluangkan waktu untuk menemani ibu sekaligus membentuk bonding dengan anak.

Memberikan Dukungan dan Dorongan

Menyusui akan sangat melelahkan secara emosional dan fisik, bahkan pada beberapa kesempatan bisa menimbulkan perasaan tidak nyaman. Apalagi untuk ibu baru, karena hampir semua ibu baru mengalami keraguan tentang kemampuan mereka untuk merawat bayi baru lahir.

Ibu menyusui juga sering kali memiliki ketakutan tentang kecukupan pasokan ASI mereka atau kebenaran teknik menyusui, atau kemampuan mereka untuk mengatasi masalah laktasi.

Dalam hal ini, peran ayah sangat penting untuk memperkuat kepercayaan ibu dengan pujian dan kata-kata penyemangat. Jika ayah mengabaikan kesehatan mental ibu, bukan tidak mungkin baby blues hingga depresi ekstrim dapat dirasakan ibu yang dapat mengancam kesehatan ibu dan bayi.

Memberikan Bantuan Praktis

Ayah dapat memberikan bantuan yang menyenangkan hati ibu seperti membuatkan minuman bergizi untuknya, memijat bahunya, dan memujinya dengan penuh kasih.

Ayah juga dapat membantu menyendawakan bayi atau memindahkan bayi. Ketika menyusui selesai, ayah juga dapat mengganti popok bayi dan menidurkannya. Bantuan sekecil apa pun akan sangat berharga untuk ibu dan membuat mereka merasa tidak sendirian.

Membangun Hubungan dengan Bayi

Meskipun interaksi timbal balik antara bayi yang menyusu pada ibunya adalah salah satu ikatan yang paling kuat, ayah juga dapat dan harus memupuk ikatan unik dengan bayi mereka sendiri.

Banyak hal yang membuat anak dan ayah seolah menjadi tidak dekat. Baik karena didikan ayah yang cenderung keras atau ayah yang tidak memiliki banyak waktu untuk bermain dengan anak. Padahal anak-anak berhak untuk memiliki hubungan yang sehat dan penuh kasih dengan kedua orangtua.

Oleh karenanya, komunikasi dan hubungan anak dengan ayahnya dapat dipupuk mulai anak lahir dan seterusnya. Dengarkan episode menarik ini selengkapnya dalam siniar Obrolan Meja Makan yang bertajuk “Sukses MengASIhi” hanya di Spotify!

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/09/20/110000120/pentingnya-peran-ayah-mendukung-pemberian-asi-eksklusif

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.