Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ketahui Penyebab Sexual Bullying dan Contoh-contohnya

KOMPAS.com - Bullying atau perundungan adalah tindakan tidak terpuji yang dapat terjadi kapan pun, di mana saja, dan dalam berbagai bentuk.

Salah satu yang seringkali terjadi adalah sexual bullying, intimidasi dengan melecehkan korban melalui komentar atau tindakan seksual.

Bentuk bullying yang satu ini wajib diwaspadai karena berisiko menimbulkan trauma berkepanjangan dan membuat korbannya merasa tidak layak.

Meski berbahaya, sayangnya tidak semua orang memahami apa penyebab sexual bullying dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

Padahal perilaku tidak terpuji tersebut dapat dialami siapa saja, baik di sekolah atau kuliah, tempat kerja, circle pertemanan, dan internet.

Penyebab sexual bullying

Korban sexual bullying biasanya mendapatkan intimidasi dengan cara diganggu, digosipkan, diejek, dihina, dipermalukan, bahkan dilecehkan.

Berbeda dengan bentuk perundungan lain, sexual bullying biasanya sulit diketahui karena tidak selalu menunjukkan bekas luka atau kekerasan fisik.

Nah, biasanya sexual bullying dipicu oleh beberapa faktor yang berikut ini. Diperhatikan, ya!

1. Merasa kuat

Sexual bullying sulit dilepaskan dari hubungan kuasa, misalnya ketika salah satu pihak memiliki kekuatan lebih ketimbang pihak lainnya.

Dalam hal ini, pelaku sexual bullying bisa menyasar korban yang dianggapnya lemah dan tidak berdaya.

Tidak menutup kemungkinan juga pelaku sexual bullying pernah merasakan kejadian tak mengenakan ini.

Sehingga, pelaku sexual bullying sengaja menargetkan orang-orang tertentu yang lebih lemah untuk mendapatkan kendali dalam hidupnya.

2. Penampilan

Anak yang beranjak remaja cenderung memperhatikan penampilan dan pendapat tentang dirinya dari teman-temannya.

Hal tersebut dilakukan supaya mereka dapat tampil lebih dewasa dan diterima.

Tapi, tidak selalu komentar dan tuntutan yang diberikan teman-teman dapat dipenuhi oleh anak.

Di sisi lain, sexual bullying dapat disebabkan oleh keinginan menurunkan status sosial korban dengan melontarkan kata-kata bernada seksual.

3. Mencari perhatian

Pelaku sexual bullying biasanya melancarkan perilaku tidak terpuji mereka dengan membeberkan cerita yang "menarik" dan bergosip tentang korbannya.

Tak hanya itu, pelaku sexual bullying juga tidak ragu membocorkan rahasia mengenai korbannya.

Perilaku tersebut semata-mata dilakukan untuk mendapatkan perhatian karena mereka mengetahui hal yang tidak diketahui orang lain.

Selain itu, sexual bullying juga membuat pelakunya berada di atas penderitaan korbannya.

4. Merasa insecure

Insecure tidak selalu membuat orang-orang berdiam atau menutup diri. Perasaan ini juga mendorong sexual bullying terjadi.

Ya, pelaku sexual bullying yang merasa insecure dapat melancarkan aksinya ketika mereka merasa tidak pede dengan tubuh atau performa seksnya.

Mereka sebisa mungkin melakukan sexual bullying sebelum korbannya menyerang mereka.

5. Menghilangkan persaingan

Sexual bullying dapat dipicu oleh keinginan menghilangkan persaingan dengan orang lain karena cemburu.

Kemungkinan, pelaku sexual bullying merasa korbannya lebih menarik secara sex appeal, lebih pintar, atau terkenal.

6. Meniru orang lain

Pelaku sexual bullying bisa melancarkan perilaku tidak terpuji karena melihat orang lain yang melakukan hal serupa.

Dalam hal ini, acara TV, konten di media sosial, musik, atau film dapat "menginspirasi" pelaku untuk melakukan sexual bullying.

Jadi, orangtua perlu memberikan pemahaman kepada anak supaya si buah hati tidak menyaksikan atau mendengarkan hal yang tidak pantas.

  • Memanggil orang lain secara gamblang berkonotasi seksual dan panggilan yang menghina
  • Meneruskan chat dan gambar yang jelas-jelas tidak pantas
  • Mempermalukan atau melakukan cyberbullying
  • Memegang pakaian orang lain atau menyinggung mereka dengan cara seksual secara disengaja
  • Meniru orang lain secara online dan membuat komentar atau perilaku seksual atas nama mereka
  • Membuat komentar tentang preferensi seksual atau aktivitas
  • Menunjukkan gerakan yang bernuansa seksual kepada orang lain
  • Membuat lelucon atau komentar bernada seksual
  • Catcalling atau melecehkan orang lain
  • Memposting komentar, gambar, atau video seksual di situs media sosial
  • Melakukan sexting, entah untuk menggoda, mengajak berhubungan seksual, atau menekan orang lain
  • Membagikan foto atau video yang tidak pantas
  • Menyebarkan rumor atau gosip bernada seksual tentang orang lain
  • Menyentuh, memegang, atau mencubit orang lain dengan cara seksual secara sengaja
  • Menulis komentar seksual tentang prang lain di blog, kamar mandi, atau di tempat umum lainnya.

Nah, itulah penyebab dan berbagai contoh sexual bullying yang wajib diwaspadai. Sudah paham, 'kan?

 

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/09/30/130919620/ketahui-penyebab-sexual-bullying-dan-contoh-contohnya

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.