Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Karakteristik Dunia Kerja Gen Alfa, Kaburnya Batas Atasan dan Bawahan

KOMPAS.com - Sebutan untuk berbagai generasi seperti Gen X, Y, dan Z, tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kamu bukan?

Nah berjalannya waktu, sekarang sedang muncul generasi baru yakni Gen Alfa. Gen Alfa sendiri merupakan julukan bagi mereka yang lahir pada tahun 2010 hingga 2024 mendatang.

Namun tahukah kamu bahwa generasi Alfa memiliki cara kerja yang luar biasa dan berbeda dari kita sekarang?

Dipercayai mereka akan lebih gesit dalam berteknologi, melahirkan gaya kerja baru, sekaligus mengubah lingkungan pekerjaan itu sendiri.

Gen Alfa diprediksikan mulai mengisi tempat kerja di tahun 2028, dengan anggapan usia minimum untuk bekerja di Indonesia adalah 15 tahun, 13 tahun pekerjaan ringan dan 18 tahun pekerjaan berat.

Hal ini diprediksikan oleh Dr. Alex Denni selaku Presiden Komisaris Wagely dalam acara #BincangHR Human Resources 5.0: Membangun SDM Masa Depan untuk Industri Padat Tenaga Kerja.

Ia mengatakan bahwa, “Tidak pernah terlalu dini untuk mulai memikirkan Gen Alfa karena ini adalah kesempatan untuk meninjau dan menjelajahi strategi SDM yang akan memberi keunggulan bagi perusahaan dalam menarik dan mempertahankan generasi ini di kemudian hari.”

Karakteristik dunia kerja generasi alpha

Nah, agar lebih memahami bagaimana perusahaan dapat mendukung generasi ini, berikut perkiraan gambaran dari masa depan dunia kerja yang dibentuk oleh Gen Alfa.

Penerapan konsep Learning 5.1 di tempat kerja

Salah satu karakteristik dari karyawan dan Gen Alfa di industri 5.0 adalah mindset, skillset, dan toolset baru supaya dapat terus berkembang dan bertumbuh.

Dijelaskan dalam buku Learning 5.1: Tiba Duluan Di Masa Depan, Dr. Alex Denni menyarankan supaya perusahaan sekarang ini menciptakan budaya learning, yang mana setiap karyawannya mau belajar dan mengajar sembari bekerja.

Dengan demikian, mereka pun akan menjadi lebih kompeten dalam mengerjakan tugasnya masing-masing, meskipun hal ini datang tanpa disadari.

Konsep Learning 5.1 dipercayai dapat menghadirkan sebuah pola pikir baru yakni tidak ada yang tidak mungkin untuk dipelajari, apalagi dengan bantuan teknologi nan canggih, akses akan pengetahuan pun semakin tidak terbatas. Terutama bagi Gen Alfa.

Terlepas dari hal itu, konsep dari Learning 5.1 sebenarnya turut menekankan perihal pembelajar sekaligus pengajar antar setiap orang.

Jadi arus pengetahuan tidak terjadi dalam konteks satu arah, tetapi dua arah. Kemungkinan besar nantinya tidak akan ada lagi istilah atasan-bawahan ataupun mentor-mentee, dalam proses pembelajaran di lingkungan masa depan.

Mengingat nantinya Gen Alfa sudah terbiasa dengan perangkat pintar ini, alhasil mereka dapat belajar dengan lebih cepat serta mempraktekannya di dunia kerja.

Tidak menutup kemungkinan juga, metaverse nantinya akan menjadi tempat pelatihan bagi mereka seperti misalnya insinyur mekanik memperlihatkan simulasi penyelesaian masalah lewat dunia virtual tersebut.

Kesejahteraan di tempat kerja menjadi prioritas lebih dari sebelumnya

Sebagian dari Gen Alfa mungkin tumbuh di masa pandemi dan ketika momen ketidakpastian melanda. Hal-hal negatif tersebut nantinya akan menjadi agenda utama bagi Gen Alfa saat memasuki dunia kerja, yakni mencari kesejahteraan di lingkungan mereka berada.

Perhatian itu sendiri sebenarnya sudah mulai meningkat sejak beberapa tahun terakhir, bahkan studi Global Talent Trend 2022 mengungkapkan bahwa aspek kesejahteraan merupakan lima alasan teratas mengapa karyawan bertahan.

Mengingat hal ini, perusahaan pun harus bisa memastikan kesejahteraan karyawannya baik secara emosional, fisik, sosial, maupun finansial.

Keberagaman dan Inklusi wajib diwujudkan

Generasi Alfa dipercayai akan membawa banyak keberagaman dalam suatu posisi pimpinan, pasalnya mereka percaya bahwa semua orang wajib diperlakukan setara tanpa memandang agama, ras, suku, warna kulit, dan asal negara. Apalagi perihal kesetaraan gender.

Hal inilah yang menjadi harapan dari Gen Alfa, untuk tidak sungkan serta mendukung sesuatu secara publik.

Preferensi tempat kerja dan hasrat untuk membuat dampak positif

Terakhir, tidak menutup kemungkinan, Gen Alfa cenderung memiliki keinginan untuk bekerja di perusahaan yang memiliki nilai selaras dengan apa yang mereka pegang. Hal inilah yang akan membuat mereka merasa puas terhadap pekerjaan mereka.

Terutama saat perusahaan dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat, seperti memberikan solusi terhadap isu perubahan iklim, inklusi keuangan, atau pemberdayaan perempuan.

Setiap generasi tentunya memiliki kontribusinya sendiri dalam mengubah dunia kerja dan masa depan saat ini akan berada di tangan Gen Alfa. Dampak perubahan suatu perusahaan diprediksikan akan cukup drastis dan mungkin tidak pernah dipikirkan sebelumnya.

Maka dari itu, mulai dari sekarang, perusahaan harus mulai memikirkan kembali pendekatan terhadap budaya kerja, benefit karyawan, dan aspek well-being lainnya nan dibutuhkan di generasi mendatang.

Meskipun terlihat masih panjang, membuka potensi generasi baru merupakan hal penting yang harus dipersiapkan untuk dapat menciptakan tenaga kerja yang siap hadapi masa depan.

 

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/11/08/075934520/5-karakteristik-dunia-kerja-gen-alfa-kaburnya-batas-atasan-dan-bawahan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke