Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

4 Kebiasaan yang Picu Kanker Kulit, Termasuk Tidak Pakai Sunscreen

KOMPAS.com - Tanpa kita sadari, banyak hal yang dapat menyebabkan masalah kulit dan ini berkaitan dengan paparan sinar matahari.

Memang, paparan sinar matahari menyehatkan dan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh karena vitamin D, namun jika berlebihan itu juga dapat merusak kulit.

Waktu yang lama di bawah sinar matahari bahkan diketahui bisa memicu perkembangan melanoma, atau kanker kulit yang menyerang lebih dari 96.000 orang Amerika per tahun dan menewaskan lebih dari 7.000 orang.

Melihat masalah itu, para ahli dermatologi pun merekomendasikan agar semua orang mengikuti sejumlah tips yang dapat mengurangi risiko kanker kulit.

Untuk mengetahuinya lebih lanjut, berikut adalah beberapa kebiasaan yang perlu dihindari karena bisa memicu kanker, seperti yang dilansir dari laman Eat This Not That.

1. Menggunakan tanning bed

Hampir semua melanoma adalah hasil dari paparan sinar UV, yang paling umum berasal sinar matahari luar ruangan.

Selain itu, paparan sinar UV dari peralatan dalam ruangan seperti tanning bed juga telah dikaitkan dengan melanoma.

Oleh sebab itu, semakin banyak total waktu seseorang terpapar sinar ultraviolet, semakin besar pula risikonya terhadap melanoma.

2. Terpapar sinar matahari secara berlebihan

Semakin banyak sengatan matahari yang dialami seseorang, semakin besar juga risiko melanoma.

Maka dari itu, karsinoma sel skuamosa yang berkaitan dengan melanoma lebih sering terlihat pada orang-orang yang bekerja di luar ruangan dibandingkan dengan mereka yang bekerja di dalam ruangan.

Jika kita ingin berjemur di bawah matahari untuk mendapatkan kulit yang lebih cokelat atau mendapatkan lebih banyak vitamin D, sebaiknya gunakan pelindung kulit dan hindari berjemur lebih dari 15 menit.

3. Tidak memakai sunscreen setiap hari

Pakailah sunscreen setiap hari, di segala cuaca dan di setiap musim.

Sunscreen harus memiliki faktor perlindungan matahari (SPF) 30 dan bertuliskan "spektrum luas" pada labelnya, untuk melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB matahari.

Oleskan kembali setidaknya setiap 80 menit atau lebih sering jika kita berkeringat atau berenang.

Sebaiknya, gunakan sunblock atau physical sunscreen dengan zinc oxide dan titanium dioxide yang lebih unggul dalam kemanjurannya daripada chemical sunscreen.

4. Jarang melakukan pemeriksaan kulit

Pelajari cara melakukan pemeriksaan kulit sendiri.

Periksalah kulit secara teratur, sehingga kita tahu apa yang normal dan tidak dengan adanya perubahan.

Cara terbaik dan direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan sendiri adalah dengan menerapkan aturan ABCDE.

Ini mungkin bukan alat untuk diagnosis, tetapi akan membantu membedakan pertumbuhan kanker.

Akronim ABCDE dirancang untuk membantu individu mengenali lesi kulit yang bisa jadi melanoma dan memeriksakan diri ke dokter kulit.

Dari sudut pandang praktis, kita harus lebih peduli tentang lesi yang berkembang (yaitu lesi yang baru atau berubah dalam penampilannya dari waktu ke waktu).

Lesi yang berubah dalam ukuran, bentuk atau warna hanya dalam beberapa bulan, terutama jika lesi tersebut terangkat, lesi berbentuk kubah akan menjadi perhatian terbesar.

Perubahan cepat seperti itu lebih sering dikaitkan dengan melanoma daripada pertumbuhan kulit yang tidak berbahaya seperti tahi lalat.

Lebih umum, melanoma akan berubah lebih lambat dalam penampilan, misalnya, selama beberapa bulan, sedangkan tahi lalat tetap cukup stabil dalam penampilannya.

Di samping itu, kita juga bisa berkonsultasi dengan dokter kulit jika melihat adanya perubahan, pendarahan, atau bercak yang terus menerus gatal.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/11/23/084549220/4-kebiasaan-yang-picu-kanker-kulit-termasuk-tidak-pakai-sunscreen

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.