Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mengapa Migrain Lebih Sering Terjadi Saat Haid? Ini Penjelasannya

Terlebih ketika di waktu ini, kita mengalami berbagai gejala yang kurang nyaman seperti perut kram dan nyeri, serta perubahan suasana hati (mood).

Selain itu, dalam beberapa kasus, siklus haid juga bisa menimbulkan serangan migrain yang membuat bagian kepala terasa sangat nyeri.

Serangan migrain dapat melibatkan rasa sakit yang berdenyut secara keseluruhan atau hanya di satu sisi kepala dan dapat disertai dengan mual, muntah, serta kepekaan terhadap cahaya, suara, bau, maupun sentuhan.

Kondisi ini juga bisa berlangsung selama berjam-jam atau berhari-hari dan rasa sakitnya bisa begitu hebat sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari.

Faktanya, serangan migrain yang dialami selama terjadinya siklus bisa berkaitan dengan perubahan hormon.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang alasan migrain cenderung lebih sering terjadi saat haid dan cara mengatasinya, pakar kesehatan pun memaparkan penjelasannya seperti yang dilansir dari laman Well and Good berikut ini.

Hubungan antara migrain dan siklus haid

Banyak dari kita mungkin pernah mengalami serangan migrain dan itu akan lebih sering terjadi saat siklus haid.

Bahkan, sebanyak 60-70 perempuan melihat beberapa hubungan antara serangan migrain dan siklus haid.

"Serangan migrain bisa terjadi, tepatnya dua hari sebelum haid sampai tiga hari setelah dimulainya haid."

Demikian penuturan seorang ahli saraf dan neurologi di Stanford School of Medicine, Dr Niushen Zhang, MD, FAHS.

"Jadi, serangan migrain yang berkolerasi dengan siklus haid biasanya hanya terjadi di sekitar waktu itu, bukan di waktu lain di luar siklus haid," jelas dia.

Hormon berperan dalam serangan migrain

Menurut seorang ahli saraf yang berspesialisasi dalam sakit kepala di Dartmouth Hitchcock Clinics di Concord, New Hampshire, Dr Rohit Reddy, MD, estrogen dianggap sebagai hormon yang bertanggung jawab untuk serangan migrain.

Itulah sebabnya migrain lebih sering terjadi pada perempuan, khususnya yang sedang mengalami siklus haid.

"Hal ini sebagian besar disebabkan oleh perubahan hormon sepanjang hidup seorang perempuan," katanya.

"Penurunan kadar estrogen selama siklus haid menjadi pemicu utama serangan migrain terjadi."

"Bukan estrogen itu sendiri, tetapi fluktuasi dengan penurunan tingkat yang dapat memicu migrain," sambung dia.

Di samping itu, perempuan transgender yang menggunakan terapi hormon estrogen juga kemungkinan mengalami serangan migrain.

Hal tersebut dibuktikan dalam sebuah studi yang menemukan bahwa sekitar 26 persen perempuan transgender yang mengambil terapi penggantian hormon, termasuk estrogen, mengalami karakteristik migrain.

Cara mencegah migrain saat haid

Mencegah serangan migrain secara umum bermuara pada konsistensi.

"Otak migrain sangat peka terhadap perubahan, apakah itu perubahan di seluruh tubuh atau di lingkungan sekitarnya," ujar Zhang.

"Hal paling membantu yang dapat kita lakukan untuk mencegah serangan migrain adalah menjaga jadwal tidur, makan, dan olahraga yang konsisten."

"Itu berarti tetap berpegang pada waktu tidur yang sama setiap malam (bahkan pada akhir pekan), tidak melewatkan makan, dan mendapatkan 20 menit atau lebih aktivitas aerobik harian," saran dia.

Selain itu, obat-obatan juga merupakan pilihan untuk semua jenis migrain.

"Ada berbagai perawatan hormonal dan non-hormonal yang tersedia untuk perawatan preventif dan akut migrain terkait siklus haid," kata Zhang.

"Ada risiko dan manfaat dengan perawatan ini yang memerlukan diskusi mendalam antara pasien dan dokter," terangnya.

Sementara itu, Reddy mengungkapkan bahwa waktu pengobatan juga merupakan kunci.

"Pasien dapat mengatur waktu pengobatan sebelum siklus haid — umumnya dua hari sebelumnya — atau mengambil dosis tambahan pada saat itu dengan bimbingan ahli saraf," tuturnya.

"Di sinilah menyimpan catatan tentang gejala migrain menjadi sangat penting untuk mengantisipasi jika pola sakit kepala muncul sehingga kita bisa minum obat pada waktu yang tepat," imbuh dia.

Apabila kita mengalami peningkatan serangan migrain di sekitar siklus haid, ada baiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter atau ahli saraf.

Sebab, mereka pasti akan membantu kita mencari cara terbaik untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang dialami saat siklus haid sedang berlangsung.

 

https://lifestyle.kompas.com/read/2023/01/11/093551620/mengapa-migrain-lebih-sering-terjadi-saat-haid-ini-penjelasannya

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke