Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Tips Mendampingi Anak Berpuasa Menurut Psikolog

Biasanya, anak mulai diajari berpuasa di usia 5-6 tahun. Namun kondisi setiap anak berbeda, tergantung dari pemahaman dan minat anak untuk menjalani ibadah puasa.

Artinya, anak yang belum diwajibkan berpuasa secara agama bisa dikenalkan secara perlahan ketika ingin berpuasa.

Bagi orangtua yang ingin mendampingi puasa pertama anak, ada beberapa tips dari psikolog anak Ayoe Sutomo, MPSi yang dapat diterapkan.

Berikut ulasan Ayoe, berdasarkan siaran pers yang diterima Kompas.com:

1. Kenalkan konsep Ramadhan sejak dini

Anak dapat mengenal dan dilibatkan dalam berbagai kegiatan Ramadhan sedini mungkin.

"Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak," catat Ayoe.

"Jelaskan bahwa di bulan Ramadhan, umat Muslim diwajibkan berpuasa, salat Tarawih, dan melakukan kegiatan sosial seperti berbagi dengan sesama."

Menurut Ayoe, orangtua juga bisa mengajari anak agar tidak hanya menahan lapar dan haus ketika berpuasa.

"Anak harus belajar mendalami agama, salah satunya dengan belajar mengaji," imbuhnya.

2. Ajari puasa sesuai tahapan usia anak

Kemampuan anak untuk berpuasa sangat bervariasi, tergantung pada tahapan usia anak.

Oleh karena itu, sebaiknya kita mengajari puasa kepada anak berdasarkan usianya.

Untuk anak di bawah usia 7 tahun, orangtua bisa mengenalkan konsep dan kegiatan puasa selama Ramadhan.

"Orangtua dapat mengajak anak berusia 7-8 tahun untuk sahur. Buat kesepakatan selama ia belajar berpuasa," kata Ayoe.

"Jika anak tidak kuat berpuasa penuh, maka beri opsi bagi anak untuk berbuka saat azan zuhur. Setelah itu, anak bisa lanjut berpuasa hingga waktu buka."

Bagi anak di atas 8 tahun, Ayoe menambahkan, kesadaran menahan lapar dan haus saat berpuasa seharusnya sudah muncul.

"Anak juga sudah bisa diajari meningkatkan keimanan dengan rajin beribadah, termasuk mengaji dan melaksanakan salat sunah dan Tarawih," cetusnya.

3. Siapkan makanan bernutrisi untuk sahur dan buka puasa

Makanan dengan nutrisi seimbang sangat penting agar tubuh anak tetap kuat selama bulan puasa.

"Orangtua bisa menyajikan makanan tinggi protein, seperti daging ayam atau sapi," saran Ayoe.

"Jangan lupa hidangkan makanan kaya serat, seperti buah dan dan sayur, untuk melancarkan sistem pencernaan anak."

Juga, pastikan anak minum banyak air mineral dan menghindari makanan gorengan, asin serta tinggi gula.

"Makanan asin membuat tubuh menjadi cepat haus, sedangkan gula membuat tubuh cepat lapar."

4. Mengajak anak ikut berbagai kegiatan

Orangtua bisa mencoba mengalihkan perhatian anak dari rasa lapar dan haus sekaligus mempererat hubungan melalui beragam rutinitas selama Ramadhan.

"Mulai dari belajar mengaji, salat duha, mendongengkan kisah nabi hingga mengumpulkan baju atau mainan layak pakai untuk disumbangkan ke masyarakat yang lebih membutuhkan," kata Ayoe mencontohkan.

"Berikan pujian saat anak berhasil melakukan hal-hal kecil seperti bangun sahur, sikat gigi sebelum imsak dan kegiatan kecil lainnya," kata dia lagi.

"Jangan lupa memberikan apresiasi kepada anak dengan mainan favorit."

5. Berbelanja baju Muslim untuk anak

"Ajak anak untuk belanja online baju Muslim agar lebih semangat puasa," tutur Ayoe.

"Anak juga akan senang ketika diajak memilih warna baju Muslim yang dipakai ketika buka bersama di luar atau keliling masjid untuk salat Tarawih."

https://lifestyle.kompas.com/read/2023/03/30/062943220/5-tips-mendampingi-anak-berpuasa-menurut-psikolog

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke