Pro-Kontra Empeng

Kompas.com - 02/08/2010, 16:17 WIB

Kompas.com - Empeng, seperti namanya dalam bahasa Inggris yaitu pacifier memang difungsikan untuk menenangkan bayi. Perlu diketahui, bayi memiliki refleks menghisap dan tengah berada dalam fase oral (memperoleh kenikmatan dengan mengisap). Jadi naluri mengisap pada bayi berguna sebagai pertahanan hidup sekaligus mendaptkan kenikmatan dan kenyamanan.

Dalam buku What to Expect The Toddler Years karangan Arlne Eisenberg, Heidi E.Murkoff dan Sandee E.Hathaway, disebutkan penggunaan empeng justru dianjurkan bagi bayi-ayi prematur maupun bayi-bayi yang kerap terserang kolik. Tujuannya untuk menenangkan mereka.

Ada beberapa pendapat yang mengatakan empeng bermanfaat untuk bayi, seperti: - Memberi kenyamanan. Buktinya banyak bayi yang langsung tenang jika mengisap sesuatu. - Empeng memberikan "hiburan" sejenak. Misalnya saat si kecil menunggu kita membuatkan makanan. - Empeng bisa membantu bayi agar tidur. - Dapat langsung dibuang. Akan lebih sulit jika kita membiarkan si kecil mengisap jempol atau jari-jarinya karena jari adalah bagian dari tubuh bayi.

Sebaliknya, dari sudut pandang mereka yang bersebrangan, salah satu alasan mengapa empeng tidak dianjurkan adalah karena empeng tidak dapat dijamin kebersihannya. Ada juga yang berpendapat, empeng bisa memengaruhi pertumbuhan lekung rahang anak jika lama digunakan.

Selain itu, ada pendapat yang menyatakan penggunaan empeng dapat menyebabkan bayi atau anak batita terkena infeksi telinga. Hal tersebut memang benar. Pasalnya aktivitas mengedot yang terjadi ketika bayi mengempeng dapat "manarik" cairan dari kerongkongan ke saluran tengah telinganya. Hal ini menyebabkan si kecil lebih mudah terinfeksi bakteri.

Meski ada berbagai pendapat tentang empeng, keputusan untuk memberikan empeng tetap berada di tangan orangtua. Bila tetap ingin memberikan empeng, hendaknya jangan memperkenalkan empeng di masa pemberian ASI eksklusif karena dapat mengganggu proses menyusui. Tujuannya juga supaya bayi mampu menguasai teknik menyusu dengan benar.

Batasi pemakaian empeng. Gunakan empeng hanya pada saat-saat tertentu, bilamana berbagai cara untuk menenangkannya tidak juga berhasil. Cuci empeng dengan sabun dan bilas dengan air bersih. Lakukan setiap kali empeng tersebut kotor atau terjatuh ke lantai.


EditorLusia Kus Anna

Close Ads X