Darah Manis, Bekas Luka Susah Hilang

Kompas.com - 18/12/2010, 08:54 WIB

Ternyata darah tak hanya kenal kasta, darah biru misalnya, tapi juga rasa. Awam sering menjuluki orang yang rentan mengalami gatal-gatal, memiliki darah manis. Orang berdarah manis ini juga katanya sangat diminati nyamuk-nyamuk nakal.

Istilah "darah manis" sebenarnya kurang tepat. Menurut Dr. Aru Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FACP, sebutan paling pas untuk penyakit gatal yang berkarakter seperti itu adalah prurigo. la menyerang hanya orang yang "berbakat". Ada anak yang sudah mulai terjangkit sejak berumur dua tahunan, ada pula yang baru kena pada umur lima tahun. Anak laki-laki lebih rentan daripada anak perempuan, meski belum jelas apa sebabnya.

"Penyakit ini bersifat warisan. Kalau ibu berbakat prurigo, sebagian anaknya akan mewarisinya. Kalau penyakitnya dibawa oleh kedua orangtua, semua anak akan terkena," papar dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM ini.

Bakat Prurigo

Bakat pengidap prurigo lazimnya baru ketahuan lewat pemeriksaan darah. Pada prurigo, sel darah putih jenis eosinophyl lebih banyak dan normal. Karena muncul sejak kecil, yang bisa dilakukan adalah mencegah agar penyakit itu tak sering muncul. Kalau telanjur menyerang, harus langsung diredam, agar tidak membekas di kulit.

"Munculnya prurigo bermula dari bintil-bintil sebesar jarum pentul yang tak begitu tampak. Penderita baru tahu ada bintil alit (kecil) setelah merasakan sensasi gatal hebat, sehingga terdesak menggaruk dan terus menggaruk," ujarnya.   

Gatal-gatal itu biasanya muncul di kulit tungkai, lengan bawah, dahi, pipi, kulit perut, dan bokong. Garukan sengit itu menimbulkan lecet, disusul kelainan kulit lanjutan. Kelainan ini yang menyisakan masalah. Pada kulit akan timbul semacam kerak, kulit berwarna lebih gelap, disusul infeksi berupa bisul-bisul alit. Setelah bisul sembuh, biasanya menyisakan bintik hitam yang tak lenyap sepanjang hayat.

"Pencegahan paling gampang, ya jangan digigit nyamuk atau serangga. Selama tidur perlu berpakaian lengan dan celana panjang, atau tidur berkelambu," katanya.

Bila pergi ke kebun, berkemah, atau  ke tempat yang banyak serangga, lindungi kulit dengan obat oles anti serangga. Bisa dipilih minyak serai, minyak kayu putih, atau obat gosok.

Bila gatal datang juga, disarankan untuk menahan diri tidak menggaruk. Langsung oleskan minyak kayu putih atau pereda gatal lainnya. Selama tidur malam, untuk menghindari efek garukan tak sadar, biasakan memakai sarung tangan. Jadi kalau tangan menggaruk, kulit tak langsung tergores kuku.

Jika prurigo sudah menyerang, perlu diberi obat oles (krim, bedak) golongan kortikosteroid. Bila prurigonya terancam infeksi, perlu ditambahkan antibiotik, supaya bisul tak tumbuh. Pada kasus prurigo hebat, pasien perlu minum obat penenang supaya bisa tidur lelap.

"Prurigo harus segera dijinakkan, terlebih bila menimpa anak perempuan. Kalau sampai terinfeksi, akan membuat bekas luka di kulit," ujarnya.

Halaman Berikutnya
Halaman:


EditorLusia Kus Anna

Close Ads X