Hipertensi, Waspadailah!

Kompas.com - 26/04/2008, 08:19 WIB
Editor

HIPERTENSI atau tekanan darah tinggi saat ini merupakan penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Tak jarang para penderitanya tidak menyadarinya karena penyakit ini tidak mempunyai gejala khusus dan datang tibat-tiba. Padahal jika tidak ditangani dengan baik, hipertensi berisiko besar membuat penderitanya meninggal karena komplikasi kardiovaskular seperti stroke, jantung atau gagal ginjal.

Tingginya angka epidemologi hipertensi di dunia, telah mendorong dilakukannya berbagai penelitian yang bertujuan untuk menekan angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit ini. Penelitian tersebut tidak saja ditujukan untuk mengontrol tekanan darah, tapi juga untuk melindungi organ-organ vital dari kerusakan akibat hipertensi.

Termasuk hasil studi ONTARGET (Ongoing Telmisartan Alone and in combination with Ramipril Global Endpoint Trial). Studi ini melakukan pengujian klinis bersifat acak, double- blind yang mengevaluasi lebih dari 25.260 pasien yang berisiko tinggi terhadap kardiovaskular. ONTARGET bukanlah studi hipertensi, karena pasien dengan tekanan darah >160/100 mmHg tidak diikut sertakan, namun mengikutsertakan pasien dengan tekanan darah normal dan terkontrol.

Studi yang telah dievaluasi oleh Boehringer Ingelheim yang dilakukan di sembilan negara Asia, China, Taiwan, Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, India, Jepang dan Korea pada 2001, telah dilaporkan hasilnya pada 31 Maret 2008. Membuktikan, jika Telmisartan, merupakan obat anti hipertensi golongan Angiotensin II Receptor Blocker (ARB) modern. Yang bisa memberikan perlindungan setara dengan ramipril yang merupakan golden standar pengobatan hipertensi. Dan Telmisartan dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovakular.

dr. Arieska Ann Soenarta, SpJP(K), selaku Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia mengatakan, jika penyakit kardiovaskular merupakan suatu terminologi untuk gangguan yang menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah. Yang bisa mengakibatkan serangan jantung, stroke, nyeri dada (angina), kerusakan sementara pada penglihatan, kemampuan berbicara, sensasi gerakan (mini stroke atau transient ischemic attack). Hingga morbiditas atau kejang lengan dan kaki (caludication) , dan penyakit ini menyebabkan kematian atau kecacatan dalam hitungan detik.

"Setiap dua detik, satu orang meninggal karena penyakit kardiovaskular, " ujar dr. Ann-panggilan akrabnya, saat memberikan penjelasan tentang pentingnya studi ONTARGET, di Hotel Mulia, Jakarta.

Dokter yang juga menjadi ahli jantung di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta ini menuturkan, jika kardiovaskular penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Sekitar 17,5 juta orang meninggal karena penyakit kardiovaskular pada tahun 2005. Diantara 17,5 juta ini tercatat 7,6 juta karena penyakit jantung koroner dan 5,7 juta karena stroke. Dan hipertensi merupakan faktor risiko yang paling banyak menyebabkan morbiditas dan kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Faktor yang dapat dikendalikan untuk kardiovaskular :
- Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah
- Hipertensi
- Diabetes Militus
- Obesitas
- Gaya hidup ; kurang gerak, merokok, konsumsi alkohol yang berlebihan

Faktor yang tidak dapat dikendalikan :
- Usia
- Jenis kelamin
- Riwayat penyakit kardivaskular pada keluarga

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.