The Heart Inside The Heart, untuk yang Bersiap Menikah

Kompas.com - 11/05/2009, 10:53 WIB
Editor

KOMPAS.com — Kisah cinta Cinderella yang happily ever after membuai banyak pasangan yang akan menikah. Seakan mereka lupa bahwa Cinderella dan si Pangeran adalah dua pribadi yang berbeda sifat, minat, kebiasaan, latar belakang keluarga, kondisi finansial, dan sebagainya. Yang perlu juga diingat pernikahan bukan sesuatu yang instan, tetapi sesuatu yang diupayakan setiap hari.

Setelah pesta pernikahan selesai, tamu-tamu satu per satu pulang dan pasangan pengantin baru itu mulai hidup bersama sebagai pasangan suami-istri. Pengalaman pernikahan pada tahun pertama berbeda-beda dari satu pasangan ke pasangan lainnya. Ada yang merasa tahun pertama itu sulit karena harus tinggal dengan mertuanya, ada yang merasa tahun pertama sebagai lanjutan dari honey moon period, atau ada juga yang merasa setelah pernikahan sama seperti hari-hari biasanya. Apa pun itu, dalam pernikahan yang pasti terjadi adalah masa-masa saling menyesuaikan diri. Karena suami-istri yang awalnya berasal dari dua orang yang berbeda, dengan keluarga yang berbeda dan latar belakang yang berbeda, tiba-tiba harus bersatu dalam satu rumah dan bahu-membahu membangun rumah tangga.

Penyesuaian mulai dari hal yang kecil, seperti jam tidur atau jam makan yang berbeda harus dilakukan.Tindak-tanduk pria juga tidak mungkin akan sama seperti masa-masa indah pacaran dulu. Begitu pun sang istri, dia tidak akan memakai make up tebal atau pun tampil dengan dandanan sempurna setiap harinya. Setelah menikah, biasanya pasangan pengantin akan saling memuja. Tak jarang mereka meninggalkan kehidupan atau komunitas sebelumnya hanya untuk berada di samping sang pasangan sepanjang waktu. Awalnya mungkin pasangan akan tersanjung dan senang hati menerimanya, namun lama-kelamaan akan merasa jenuh.

Inilah yang disampaikan oleh Alexandra Dewi dalam bukunya, The Heart Inside The Heart: Susahnya Menyatukan Dua Hati. Dalam buku ini, penulis mencoba memberikan gambaran mengenai kehidupan pernikahan yang lebih realistis bagi yang belum menikah, dan tidak sekadar terbuai citra pernikahan di film-film romantis. Dengan menggunakan pengalaman pribadi dan cerita-cerita sahabat, sang penulis secara jelas menggambarkan dalam kehidupan pernikahan mana pun, selalu ada saja hal yang dirasa kurang pada pasangannya. Permasalahan yang sering dialami dalam rumah tangga adalah keuangan. Ada lelucon yang mengatakan, bagi istri uang suami adalah uangnya juga, namun uang sang istri tetaplah menjadi uangnya sendiri.

Asal menikah dengan alasan cinta, kegiatan catat-mencatat akan siapa bawa apa, siapa bayar apa, atau siapa yang harus lebih dihormati akan kecil kemungkinannya untuk terjadi. Bahkan akan lebih baik jika membuka rekening bersama. Kalau sepasang suami-istri mempunyai rekening yang berbeda, sadar atau tidak sadar mereka akan memikirkan "saya" atau diri sendiri. Bahkan, walaupun sudah memasuki tahun kesekian, pasti ada saatnya memasuki masa rough period atau masa-masa sulit. Misalnya, semua tentang suami terlihat salah dan menyebalkan, terjadi ribut ataupun perang dingin setiap hari. Pada saat inilah, akan terlintas dalam pikiran kita untuk bercerai dan mencari suami lagi.

"Suami lain" yang ada di kepala kita pasti lah lebih romantis, sabar, pengertian, dan bahkan lebih tampan dari suami yang ada sekarang. Jika hal itu terlintas dalam benak kita, sebaiknya segera menarik napas dalam-dalam. Bisa jadi rasa gundah itu bertahan berhari-hari atau bahkan lebih lama lagi. Namun, jangan terburu-buru memutuskan untuk bercerai sebab keputusan yang diambil dalam sekejap mata tersebut efeknya akan seumur hidup. Untuk meraih pernikahan yang bahagia memang membutuhkan kerja keras. Penulis juga mengingatkan, seseorang harus mengetahui sampai di mana batasan-batasan kerja keras tersebut. Jika mendapatkan pasangan yang selalu menuntut walaupun permintaannya sudah dituruti setengah mati, apakah pernikahan tersebut memang pantas dipertahankan? Jawabannya ada di tangan pihak-pihak yang menjalaninya.

Judul Buku: The Heart Inside The Heart, Susahnya Menyatukan Dua Hati. Penulis: Alexandra Dewi. Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama. Tahun: I, 2009. Tebal: 156 halaman. Harga: Rp 35.000.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X