"Suwe Ora Jamu" Tarik Perhatian Masyarakat Ceko

Kompas.com - 16/06/2009, 13:15 WIB
Editor

LONDON, KOMPAS.com--Lagu Suwe Ora Jamu, yang dibawakan Gamelan KBRI Praha dan tarian tradisional Indonesia, Tari Bajidor Kahot dan Merak yang dipentaskan di Festival Folklore menarik perhatian masyarakat Kota Kyjov, bagian Tenggara Ceko.

Festival Folklore bertema "Dance and Movement Theater"  mementaskan beragam kesenian seperti pementasan tari kontemporer, pantomim, teater anak-anak, pembacaan puisi dan  pameran lukisan.

Sekretaris Satu Pensosbud KBRI Praha, Azis Nurwahyudi kepada koresponden ANTARA London, Selasa, mengatakan, Indonesia diundang secara khusus oleh panitia untuk mementaskan tari dan musik tradisional.

Menurut Azis Nurwahyudi, Indonesia menjadi bintang tamu pada peringatan sepuluh tahun kegiatan folklore di kota yang berada sekitar 250 km dari Praha.

Penampilan kesenian Indonesia dalam festival folklore itu diawali dengan pelatihan tari Bali yang diikuti 25 peserta, dibawah bimbingan Jana Vozabova, mantan penerima Beasiswa Darmasiswa.

Sementara Tari Bajidor Kahot dan Merak dibawakan Krystinka Arifinova dari Yayasan Kintari, yang aktif mempromosikan Indonesia di Ceko menjadi tontonan yang menarik, karena dibawakan gadis Ceko.

Selama pertunjukan Gamelan yang dimainkan remaja Ceko menjadi tontonan yang menarik dengan menampilkan lagu tradisional dari Jawa seperti Suwe Ora jamu, Singo Nebah, Baitha Kandang dan Manyar Sewu yang digelar di taman kota.

Usai penampilan gamelan, masyarakat mendapat penjelasan tentang nama alat musik yang dimainkan dan penonton diajak menjajal berbagai instrument alat musik gamelan.

Penonton terlihat antusias untuk mengenal Gamelan, tidak saja anak-anak tetapi juga remaja dan bahkan orang tua yang dengan sabar  menunggu giliran untuk mencoba memainkan alat musik gamelan, kata Azis Nurwahyudi mengungkapkan.

Selama musim panas KBRI Praha mendapat undangan dari beberapa  penyelenggara festival folklore di berbagai kota di Ceko.

Pada Juli mendatang, KBRI Praha menampilkan Paduan Suara ITB di University of West Bohemia Plzen, serta Kelompok Musik Kua Etnika yang ikut fertival folklore di Klatovy serta melakukan pementasan di Praha, demikian Azis Nurwahyudi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X