Gorengan Memicu Kanker?

Kompas.com - 03/10/2009, 07:15 WIB
Editor

KOMPAS.com - Indonesia jauh lebih kaya daripada China dalam keanekaragaman hayati termasuk tanaman berkhasiat antikanker. Tapi mengapa angka kejadian kanker di Indonesia lebih tinggi dari China?

Perngakuan dan pertanyaan Prof. Dr. Li Peiwen, ahli kanker dan obat tradisional senior China ini dijawabnya sendiri dengan tegas, yakni karena masyarakat Indonesia gemar mengonsumsi makanan yang digoreng. Apa hubungan gorengan dan kanker?

Berdasar penelitian pada tikus percobaan yang dilakukan Eden Tareke dkk dari Universitas Stockholm, Swedia, menemukan adanya akrilamida, bahan karsinogen (pemicu kanker) yang timbul bukan hanya dari makanan kaya karbohidrat yang dipanaskan seperti kentang, ubi, singkong, nasi, tapi juga pada makanan yang dipanggang.

Akrilamida ini merusak sel - sel tubuh dan memicu timbulnya tumor, merusak DNA, saraf, mengganggu tingkat kesuburan dan mengakibatkan keguguran.

Seporsi kentang goreng yang dimasak pada suhu 220c dikatakan mengandung akrilamida sekitar 2.500 mikrogram, jumlah yang cukup banyak untuk menimbulkan mutasi gen.

oleh dr. Intan Airlina Febiliawanti



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X