Tips: Yang Perlu Dilakukan Sebelum, Selama, dan Setelah Gempa

Kompas.com - 05/10/2009, 19:49 WIB
Editor

KOMPAS.com — Para ahli sudah mengingatkan bahwa kita memang hidup di daerah yang rawan gempa. Untuk itu, perlu kiranya diketahui, apa-apa saja yang perlu dilakukan sebelum, selama, dan setelah gempa.

Berikut adalah tips yang disampaikan dr Intan Airlina Febiliawanti, seorang dokter yang mempunyai minat besar pada dunia jurnalistik yang sedang magang di Kompas.com.

Sebelum gempa:
- Pastikan Anda memiliki tabung pemadam kebakaran, perlengkapan red box, sebuah radio bertenaga baterai, senter, dan baterai ekstra di rumah/di kantor.
- Belajar pertolongan pertama.
- Pelajari cara mematikan aliran gas, air, dan listrik rumah/kantor Anda.
- Susun rencana untuk menentukan tempat bertemu bagi keluarga Anda setelah sebuah gempa bumi terjadi.
- Jangan meninggalkan benda-benda berat di rak-rak sehingga akan jatuh akibat gempa.
- Pastikan perabotan, lemari, dan peralatan bertahan erat di dinding atau lantai.
- Pelajari jalan keluar darurat yang harus diambil ketika gempa terjadi di sekolah atau tempat kerja Anda.

Selama gempa:
- Tetap tenang! Jika Anda berada di dalam ruangan, tetap tinggal di dalam. Jika Anda berada di luar, tetap berada di luar.
- Jika Anda di dalam ruangan, berdiri di dinding di dekat pusat gedung, berdiri di dekat pintu ruangan, atau merangkak di bawah perabotan berat (meja). Jauhi jendela dan pintu luar.
- Jika Anda berada di luar ruangan, jauhi area jaringan listrik atau apapun yang mungkin terjatuh. Jauhi bangunan agar terhindar dari kemungkinan tertimpa bangunan.
- Jangan langsung gunakan korek api, lilin, atau nyala api. Pastikan dulu tidak ada kebocoran gas.
- Jika Anda berada di dalam mobil, hentikan mobil dan tinggal di dalam mobil sampai gempa bumi berhenti.
- Jangan gunakan lift karena Anda mungkin akan terjebak.

Setelah gempa:
- Periksa diri Anda dan orang lain, apakah ada yang terluka. Berikan pertolongan pertama bagi siapa saja yang memerlukannya.
- Periksa air, gas, dan kabel listrik dari kerusakan. Jika katup gas rusak, usahakan tutup katupnya. Periksa apakah ada bau gas. Jika Anda mencium baunya, buka semua jendela dan pintu, lalu segeralah pergi dari daerah itu.
- Aktifkan radio. Jangan gunakan telepon kecuali keadaan darurat.
- Jangan masuk ke bangunan yang rusak.
- Hati-hati bila berada di sekitar pecahan kaca dan puing-puing. Jika bisa, kenakan sepatu bot atau sepatu kokoh untuk menjaga kaki Anda.
- Jauhi pantai. Tsunami kadang bisa timbul setelah tanah berhenti bergetar.
- Jauhi daerah yang rusak.
- Jika Anda berada di sekolah atau di tempat kerja, ikuti rencana atau petunjuk yang dibuat dalam keadaan darurat.
- Waspada terhadap gempa susulan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.