Tak Lagi Sulit Bangun Pagi

Kompas.com - 05/11/2009, 18:20 WIB
Editordin

KOMPAS.com - Bangun pagi setelah sehari sebelumnya lelah bekerja, memang terasa sangat berat. Apalagi jika bangunnya dalam keadaan terkejut karena alarm yang berbunyi kencang, atau dibangunkan mendadak oleh orang lain. Ketika kita kecil, bisa saja kita mencari alasan untuk bisa bangun siang. Namun setelah dewasa, tanggung jawab bertambah, maka bangun pagi adalah hal yang wajib dilakukan agar bisa menyelesaikan banyak hal lebih cepat.

Bagi banyak orang, bangun pagi sebelum tubuh merasa ingin bangun secara alami adalah hal yang sangat tidak mengenakkan. Karena rasanya terlalu pagi, terlalu mengejutkan, atau terlalu gelap. Untuk mengatasi rasa tidak mengenakkan saat bangun pagi, berikut adalah cara yang bisa Anda lakukan;

Siklus tidur
Seseorang harus melewati 4-6 siklus tidur setiap malamnya. Setiap siklus mengandung 5 tingkatan, dari tidur amat ringan (tingkat 1) hingga tidur sangat dalam (tingkat 4) dan kemudian memasuki tingkat rapid eye movement (REM), yakni ketika bola mata bergerak saat tidur dan Anda sedang bermimpi.

Berusaha bangun dari tidur ketika baru memasuki tingkat 3 atau 4 akan terasa sangat sulit. Karena itulah mengapa terbangun dari tidur siang bisa membuat seseorang merasa disorientasi. Dan karena itu pula, mengapa bangun terlalu pagi bisa merusak mood Anda seharian. Kebanyakan orang, menurut pakar masalah tidur dari WebMD, Michael Breus, PhD, D, ABSM, baru memasuki tidur terdalamnya antara pukul 4-6 pagi. Karena itulah amat sulit untuk bisa bangun di waktu-waktu itu.

Jika Anda ingin bangun dalam keadaan segar, maka langkah berikutnya adalah menentukan pukul berapa sebaiknya Anda pergi tidur agar bisa mendapatkan tidur yang cukup. Setiap level dalam siklus tidur seseorang, rata-rata membutuhkan waktu 90 menit – 2 jam, artinya secara rata-rata, seseorang butuh waktu tidur berkualitas selama 7,5 jam. Untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk bisa mendapatkan tidur yang cukup, hitunglah mundur dari pukul berapa Anda harus bangun di pagi hari.

Namun, hal ini berbeda bagi tiap orang. Ada yang merasa cukup dengan tidur 6 jam, sementara yang lain butuh 9 jam. Untuk mengetahui berapa lama waktu tidur yang mereka butuhkan dalam sehari, seseorang harus mencari tahu dan berusaha mendengarkan tubuhnya sendiri. Cobalah untuk mendengarkan tubuh Anda, dan cukupkan istirahat.

Tips untuk bangun tidur
* Pasang alarm pada waktu setepat mungkin agar tidak memberikan godaan Anda untuk menambah tidur sejenak.
* Hilangkan kebiasaan menyalakan tombol snooze, karena akan memberikan Anda godaan untuk menambah tidur setiap kali menekan tombol snooze. Jika Anda terus menggunakan tombol ini, Anda akan makin sulit bangun, alhasil mood Anda pun akan rusak.
* Duduk dan ayun-ayunkah kaki Anda di sisi tempat tidur.
* Duduklah di sisi tempat tidur, ambil waktu untuk mengambil napas 3-4 kali untuk “mengumpulkan nyawa” dan lebih fokus.
* Cobalah untuk berolahraga kecil di pagi hari untuk memperlancar aliran darah dan menambah semangat pikiran dan tubuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.