Pilih Yogurt dengan Bakteri yang Aktif

Kompas.com - 23/11/2009, 10:30 WIB
Editor

KOMPAS.com - Kita tentu sudah mengetahui bahwa tubuh kita memiliki bakteri baik (disebut probiotik) yang mengatur keseimbangan flora di dalam usus atau saluran pencernaan. Saluran cerna ini harus selalu dijaga, agar kita akan terhindar dari masalah konstipasi maupun diare. Untuk kasus konstipasi, bakteri baik ini membantu memendekkan lama waktu transit usus dan memperbaiki keteraturannya. Sedangkan pada diare, probiotik menjaga kadar bakteri baik yang dapat menyeimbangkan infeksi virus dan bakteri penyebab diare.

Untuk menjaga kesehatan saluran cerna tersebut, kita perlu memastikan bahwa bakteri baik masih hidup. Untuk itu, bakteri baik harus "diternakkan" dengan bantuan makanan prebiotik. Makanan prebiotik ini bersifat meningkatkan komposisi mikroba yang menguntungkan (serta meningkatkan aktivitasnya), dan mengurangi mikroba yang merugikan dalam tubuh.

Prebiotik ini dapat kita temukan pada bahan makanan alami, seperti bawang merah dan bawang putih, kedelai, madu, pisang, dan kacang-kacangan. Bila ingin praktis, Anda bisa mengonsumsi susu fermentasi atau yogurt yang mudah diperoleh di supermarket. Namun untuk mendapatkan manfaat terbaik dari prebiotik ini, jangan sembarang membeli yogurt.

"Kita perlu rajin membaca label kemasannya," ujar dr Samuel Oetoro, SpGK, saat ditemui usai seminar "Protection During Pregnancy" di Indonesia Maternity & Baby Expo di Jakarta Convention Center, Minggu (22/11).

Menurut dokter spesialis gizi klinik dari Semanggi Specialist Clinic ini, sebaiknya pilih yogurt yang pada label kemasannya menyebutkan unsur Lactobacillus, dan Bifidobacteria. Atau, setidaknya pada kemasan juga tertulis "live active cultures". Jadi, yogurt atau susu fermentasi tersebut memang mengandung bakteri yang aktif.

Bagaimana bila yogurt yang kita nikmati ternyata tidak mengandung bakteri yang masih aktif?

"Memang tidak akan memberikan pengaruh buruk apa pun, tetapi kita juga tidak akan mendapatkan manfaatnya," jelas dr Samuel.

Jadi, bila yogurt yang Anda simpan di lemari es ternyata tidak mengandung bakteri aktif, atau sudah expire, mengonsumsinya tidak akan memperbaiki kondisi pencernaan Anda.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X