Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Risiko Kehamilan di Atas Usia 35

Kompas.com - 16/12/2009, 09:15 WIB
Editoracandra

KOMPAS.com - Saat ini makin banyak wanita yang menunda kehamilannya hingga usia 30-an. Pada usia ini, biasanya secara finansial dan karir sudah mapan. Emosi calon ibu pun jauh lebih stabil. Meski begitu, hamil di atas usia 30 tahun punya risiko. Namun dengan memerhatikan kondsi fisik dan kesehatan, calon ibu bisa melahirkan bayi sehat di usia ini.

Bila Anda merencanakan kehamilan di atas usia 30 tahun, ada beberapa tantangan yang akan dihadapi.

- Kesuburan menurun
Secara alamiah setiap perempuan terlahir dengan jumlah sel telur terbatas. Begitu menginjak usia 30 tahun, kualitas dan kuantitas sel telur akan berkurang, meski Anda masih datang bulan secara teratur.

Sel telur wanita di akhir usia 30-an juga tak mudah dibuahi seperti halnya pada wanita yang lebih muda. Apakah ini berarti wanita di usia matang tak bisa hamil? Tentu saja bisa, namun butuh waktu yang lebih lama. Karena itu bisa usia Anda lebih dari 35 tahun dan belum berhasil hamil dalam waktu 6 bulan, segeralah berkonsultasi ke dokter kandungan.

- Kesempatan punya anak kembar
Kesempatan untuk memiliki anak kembar meningkat seiring dengan usia ibu. Terapi kesuburan atau program bayi tabung yang dilakukan calon ibu juga meningkatkan kemungkinan hamil bayi kembar.

- Berisiko diabetes gestational
Diabetes tipe ini biasanya hanya terjadi pada masa kehamilan dan sering diderita wanita berusia matang. Kontrol gula darah yang ketat lewat pola makan, olahraga, dan gaya hidup sehat lain sangat penting dilakukan. Diabetes gestasional yang tak dikendalikan bisa menyebabkan bayi lahir terlalu besar dan meningkatkan risiko dalam persalinan.

- Persalinan dilakukan dengan caesar
Sebagian besar persalinan pada calon ibu di usia rawan dilakukan lewat operasi caesar. Masalah-masalah dalam persalinan biasanya terjadi pada perempuan yang pertama kali melahirkan di usia 35 tahun.

- Kelainan kromosom
Kualitas kromosom perempuan di usia menjelang 40 tahun tidak sebaik di usia muda. Akibatnya risiko melahirkan anak dengan cacat fisik atau mental akan lebih besar.

- Risiko keguguran lebih besar
Risiko terjadinya keguguran pada ibu berusia matang juga lebih besar. Hal ini mungkin terjadi karena menurunnya kualitas kromosom ibu.

Usia calon ayah juga berpengaruh pada kesehatan bayi. Beberapa penelitian menyebutkan bayi yang lahir dari calon ayah berusia 40 tahunan memiliki risiko autisme lebih tinggi dibanding dengan anak dari pria yang berusia 30-an.

Pria yang berusia 50 tahunan juga cenderung memiliki bayi dengan berbagai cacat lahir karena mutasi dalam gen mereka. Bayi yang lahir juga cenderung memiliki kecerdasan yang lebih rendah. Studi terbaru menunjukkan bayi yang lahir dari ayah berusia tua memiliki skor yang lebih rendah dalam hal konsentrasi dan kemampuan logikal saat mereka duduk di sekolah dasar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.