Menghadapi Rekan Kerja yang Nyebelin

Kompas.com - 14/01/2010, 16:33 WIB
EditorNadia Felicia

KOMPAS.com - Di berbagai tempat kerja, pasti akan ada rekan-rekan kerja yang sulit dihadapi. Padahal, untuk mencapai gol, diperlukan kesamaan visi dan saling menghormati. Bagaimana cara menghadapi rekan kerja yang sulit agar tetap bisa bekerja dengan efektif? Coba ikuti tips berikut:

1. Samakan tujuan dan visi
Adalah hal yang wajar ketika dua orang memiliki berbeda pendapat. Hal semacam ini sering terjadi ketika sedang melakukan sebuah proyek. Hal ini terjadi pada Anda dan rekan kerja? Agar masalah tidak berlarut-larut, Anda dan dia harus duduk bersama dan memikirkan apa kesamaan dasar pandangan. Entah itu dengan menyamakan tujuan atau memastikan Anda dan dia sama-sama tahu apa yang harus dikerjakan. Dengan menemukan kesamaan, Anda dan dia bisa menentukan langkah selanjutnya. Jangan lupa untuk mencatat hasil perbincangan 4 mata Anda dan dia agar sama-sama sepakat. Hal ini akan membantu anggota tim yang lain tidak mengambil pihak dan mencegah kesalahpahaman di kemudian hari.

2. Mencoba menempatkan diri di pihak lain
Ketika Anda melihat dari satu sisi saja, pandangan Anda tidak akan bisa meluas. Cobalah  sesekali mencoba menempatkan diri di posisi rekan kerja Anda. Lihat dari sudut pandangnya. Contoh kasus, Anda sudah berusaha menuliskan email kepada rekan kerja Anda secara detail, tapi ia hanya membalas dengan satu kalimat saja, Anda merasa diremehkan. Padahal, sebenarnya ia pun sedang sibuk atau memang ia tipe yang praktis dan to the point. Jangan terlalu memusingkan sesuatu yang tak perlu.

3. Mengalah untuk menang
Akan ada saat-saat ketika rekan kerja Anda secara sadar atau tidak, mencoba memancing emosi Anda. Memberikan komentar-komentar yang tidak menyenangkan dan cenderung membuat Anda merasa marah. Ketimbang tersulut emosi, cobalah untuk tetap tenang, apakah tenaga Anda yang terbuang karena rasa marah itu sepadan untuk dikeluarkan? Beri respon sopan dan langsung atau respon dengan ucapan terima kasih untuk kepeduliannya memperhatikan Anda. Apa pun respon Anda, hindari yang sifatnya sarkasme. Ketika respon Anda akan komentar menyebalkannya itu tidak tersulut dan menjawab dengan sopan tanpa menyinggung siapa pun, ia mungkin akan berusaha untuk berbuat baik pula pada Anda di masa mendatang.

4. Jangan mengharap ada permintaan maaf
Adalah hal yang sangat tidak menyenangkan ketika seorang teman kerja melakukan kesalahan yang berdampak pada pekerjaan Anda, lalu kemudian bertingkah seperti tak ada yang salah. Untuk mengatasinya, ada baiknya Anda memberitahukan kepada orang tersebut apa saja yang rusak karena insiden ciptaannya itu, namun jangan terlalu menekannya agar ia bisa belajar juga. Sefrustasi apa pun Anda, menunjuk kesalahan pada satu orang dan terus mengungkitnya hanya akan memperburuk keadaan. Jika masalahnya memang sangat serius, bicarakanlah pada atasan Anda. Fokuslah pada apa yang bisa Anda lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dan sebaliknya, jika ternyata Andalah yang melakukan kesalahan, sebaiknya Anda mengakui kesalahan tersebut, dan mulai mengambil langkah-langkah tanggung jawab karena kesalahan tersebut.

5. Jangan terlalu dibawa ke hati
Akan ada orang-orang yang sikapnya memang tidak pantas ditiru. Misal, meski Anda sudah menyapanya di pagi hari, ia tetap saja berjalan dan tidak menggubris Anda. Atau, ada rekan kerja yang sulit bekerja dalam satu tim. Padahal, tanpa kita ketahui, sebenarnya bisa saja hal tersebut terjadi karena orang yang pertama tadi bukanlah tipe yang bisa bekerja di pagi hari. Sementara orang yang kedua, bisa saja di tempat kerjanya yang terdahulu, atasannya tak pernah memberinya pujian. Bahwa tindakan-tindakan tersebut bukanlah karena mereka tidak suka dengan Anda, tapi karena memang sikap mereka saja yang seperti itu. Jangan terlalu membawa ke hati sikap-sikap orang yang tak menyenangkan.

6. Ramah
Anda tak perlu menjadi sahabat semua orang. Anda hanya perlu memiliki sikap mampu beradaptasi, mudah diajak bekerja sama, dan tetap sopan. Ketika semua orang sudah mengetahui kualitas dan keramahan Anda, maka Anda akan selalu punya teman.

7. Mawas diri
Ingatlah, bahwa kebiasaan Anda pun juga bisa saja membuat rekan kerja Anda merasa kesal seperti Anda merasa kesal dengan kebiasaan mereka. Misal, surat elektronik yang Anda kirimkan ke rekan-rekan bisa berlembar-lembar panjangnya, padahal pertanyaan dan inti pokoknya bisa dituliskan singkat. Hal ini bisa membuat rekan kerja frustasi dan merasa kesal. Selalu mawas diri dan mampu menilai diri akan membantu kualitas interaksi Anda dan teman-teman kerja.

Kemampuan seseorang untuk bisa beradaptasi dan bekerja dengan segala macam tipe kepribadian orang tak hanya bisa membuat suasana kerja lebih menyenangkan, tapi juga bisa membantu karier Anda.Bila Anda sudah mencoba segala cara, namun memang sulit untuk bekerja sama dengan rekan kerja Anda yang menyebalkan, cobalah untuk mendiskusikan masalah tersebut dengan atasan Anda atau bagian Sumber Daya Manusia untuk solusi atau kemungkinan pemindahan divisi. Jangan menyerah dengan mengirimkan surat pengunduran diri terlalu cepat. Anda sudah susah payah masuk ke perusahaan itu, Anda juga sudah bekerja keras, apakah harus berakhir karena masalah hubungan kerja yang tak menyenangkan?

 Selamat mencoba!

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X