4 Kesalahan Saat Malam Pertama

Kompas.com - 22/01/2010, 11:05 WIB
Editordin

KOMPAS.com — Malam pertama memang malam yang ditunggu-tunggu pasangan yang baru saja menikah. Tak jarang perempuan merasa canggung, tegang, dan takut. Bahkan, ada juga yang menjadi overacting.

Rasa malu atau takut umumnya memang dialami perempuan yang belum pernah melakukan hubungan intim. Mereka mungkin tidak siap jika harus berbagi secara total dengan  pasangannya, tak hanya berbagi perasaan, tetapi juga fisik. Sekadar tidur bersama sih okelah, tetapi membuka seluruh pakaian di hadapan pria, berdua saja di dalam kamar yang tertutup?

Gabungan antara perasaan takut, malu, risi, deg-degan (tapi juga sedikit excited) itu akhirnya membuat sebagian perempuan melakukan hal-hal yang membuat shock pasangannya. Ingin tahu apa saja yang kerap dilakukan perempuan pada malam pertamanya?

1. Mendadak sakit kepala. Karena malu, risi, ditambah panik suami bakal memaksa untuk langsung berhubungan, Anda pun terus mencoba bertahan. Caranya, dengan berpura-pura mengantuk, kepala sedang pusing, atau menunda-nunda selama mungkin. Seorang perempuan, sebut saja Santi (32), mengaku hingga tiga bulan pertama setelah menikah masih belum berani melepas seluruh pakaiannya di depan suami. "Pas malam pertama, saya ngumpet terus, takut disuruh buka baju. Suami saya sampai bilang, 'Masa sama suami sendiri malu sih'?" ucapnya, menirukan.

Saran: Sesuatu yang dipaksakan hasilnya memang kurang baik. Jika Anda memang masih risi, katakan terus terang kepada suami dan jangan malah "lari dari kenyataan" alias kabur dari kamar. Berusahalah untuk rileks saat berbaring dengan suami. Minta suami untuk tidak terburu-buru menyergap Anda. Waktu demi waktu, ketika Anda sudah lebih santai, biarkan suami membimbing langkah Anda selanjutnya.

2. Terlalu banyak teori. Agar malam pertama berjalan lancar dan tidak menegangkan, banyak perempuan yang berusaha membekali diri dengan membaca buku tentang seks atau bertanya kepada teman-temannya yang sudah menikah. Pertanyaan seperti sebanyak apakah darah yang keluar (akibat selaput dara robek) atau gerakan apa yang harus dilakukan saat penetrasi sudah terjadi paling sering membuat perempuan pening. Vita (29), misalnya. Yang terjadi saat malam pertama justru teori-teori tersebut menguap entah ke mana. Maklum, saat itu ia dan pasangannya sama-sama risi untuk menjelajahi satu sama lain.

Saran: Making love is about having fun. Jadi, tak perlu terlalu mengikuti aturan yang ada di buku panduan. Tak usah terlalu tegang saat menghadapinya. Ketegangan hanya membuat suasana menjadi rusak dan suami kehilangan mood untuk berdekatan dengan Anda.

Seks juga bukan sesuatu yang harus dipelajari karena hal ini sifatnya alami pada diri manusia. Tak usah berpikir apakah Anda harus punya teknik andalan, apakah Anda harus tampil telanjang, ataukah lampu harus tetap menyala atau redup. Biarkan saja semua berjalan apa adanya. Kebanyakan perempuan mencari-cari referensi lewat buku atau sejumlah film porno, yang hanya membuat mereka makin tegang karena tak ingin salah melakukannya.

3. Om-do, alias omong doang! Banyak orang sebenarnya tidak tampil seperti dirinya yang asli. Misalnya, si A yang sering gembar-gembor mengenai pengalamannya di atas ranjang atau si B yang sering ngomong jorok (porno, maksudnya) ternyata masih polos. Si C yang pendiam ternyata justru sangat berpengalaman. Begitu pula dengan Atiek (43, bukan nama sebenarnya).

Perempuan yang dikenal tak bisa berhenti bicara barang 5 menit ini pun akhirnya takluk kepada sang suami yang berkarakter kebalikan dari dirinya (kalau tidak diajak bicara, bisa seharian tidak bicara). Saat malam pertamanya, 12 tahun lalu, Atiek kaget melihat keganasan suaminya. Sebaliknya, ia hanya bisa mengikuti arahan sang suami. "Ternyata selama ini gue om-do!" serunya sambil tertawa berderai-derai.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.