Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jajanan Anak Mengandung Bahan Beracun

Kompas.com - 13/02/2010, 06:36 WIB
EditorAnna

Jakarta, Kompas - Badan Pengawas Obat dan Makanan masih menemukan banyak makanan kedaluwarsa di pasaran. Masyarakat diimbau memerhatikan produk yang dibeli, terutama menjelang Imlek, saat kebutuhan akan makanan meningkat.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kustantinah mengatakan, menjelang hari raya Imlek, BPOM memeriksa 556 sarana distribusi makanan di seluruh Indonesia.

”Pengawasan makanan pada dasarnya rutin. Menjelang hari raya diadakan pengawasan ekstra karena kebutuhan terhadap makanan bertambah,” ujarnya.

Pemeriksaan berlangsung 5-11 Februari 2010. Lewat pemeriksaan itu, temuan terbanyak yakni 3.252 kemasan (76,39 persen) kedaluwarsa. Produk kedaluwarsa itu, misalnya, minuman ringan, minuman bersoda, biskuit, permen, dan makanan kering. Makanan kedaluwarsa tidak baik bagi kesehatan.

Selain itu, BPOM menemukan 251 kemasan (5,90 persen) makanan rusak, 487 item (11,4 persen) makanan impor tanpa izin edar, dan 156 item (3,66 persen) makanan tidak memenuhi ketentuan label, dan selebihnya pelanggaran lain.

Ada 1.603 kemasan dari 93 item dimusnahkan. Produk yang labelnya tidak memenuhi syarat, BPOM meminta diganti labelnya sesuai dengan apa yang disetujui sesuai pemberian izin edar. Sebanyak 1.867 kemasan dari 610 item diamankan dan 19 item dikembalikan ke distributor.

Jajanan anak

Lewat pemeriksaan sampel terhadap jajanan anak, BPOM masih menemukan zat tambahan berbahaya, seperti rhodamin B (pewarna merah), boraks (pengawet), dan methanil yellow (pewarna kuning).

Pengambilan sampel dilakukan di warung, kantin, dan pedagang makanan sekitar sekolah dengan mobil laboratorium keliling.

Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan BPOM Dewi Prawitasari mengatakan, ada 154 sekolah di enam ibu kota provinsi yang diperiksa. ”Makanan yang diperiksa, antara lain, kerupuk, bakso, sirup, dan saus,” ujarnya.

Dewi mengatakan, dari sampel yang diambil, jumlah jajanan anak sekolah yang mengandung bahan tambahan berbahaya semakin berkurang. Ada tiga tahap pengambilan sampel dan hasil terakhir terjadi penurunan 72 persen jajanan anak sekolah yang tak memenuhi syarat.

BPOM juga tengah memeriksa sejumlah sampel susu guna memastikan bebas dari bahan berbahaya, seperti melamin. (INE)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.