Peserta Indonesia Jadi Jawara di "The Biggest Loser Asia"

Kompas.com - 10/03/2010, 14:56 WIB
Editor

MALAYSIA, KOMPAS.com — David Gurnani, finalis asal Indonesia, akhirnya dinobatkan sebagai jawara di ajang reality show penurunan berat badan, The Biggest Loser Asia, yang digelar di Selangor, Malaysia, dan ditayangkan secara langsung di Hallmark Channel, Selasa (9/3/2010).

Kemenangan David diraih setelah berhasil membukukan penurunan berat badan terbesar, yaitu 83 kg. Atas kemenangannya tersebut, ia berhak atas hadiah uang sejumlah 100.000 dollar AS (Rp 917.500.000) dan satu unit mobil Renault Koleos SUV senilai 70.000 dollar AS.

Pada sesi penimbangan terakhir, "King David", demikian julukannya, tercatat memiliki berat badan 74 kg. Sementara saat mengawali kompetisi di bulan November, bobotnya mencapai 157 kg. Selama mengikuti ajang The Biggest Loser, persentase penurunan berat badan yang diraihnya mencapai 53 persen dan lemak tubuh sebanyak 45 persen. Jumlah ini dianggap luar biasa lantaran tak bisa disaingi ketiga finalis lainnya, Carlo Miguel (32 tahun, Filipina), Aaron Mokhtar (30 tahun, Malaysia), dan Martha Lai (20 tahun, Hongkong).

Seusai penobatan pemenang dan penyerahan hadiah, David mengibarkan bendera Merah Putih dan disambut keluarga besarnya yang datang khusus ke Malaysia. Ia sangat bersyukur atas prestasinya ini. "Saya tidak pernah menyangka akan mengatakan ini, namun menjadi seorang loser sangat menyenangkan. Karena saya telah menjadi The Biggest Loser pertama di Asia," ujar David dalam siaran persnya, Rabu.  

Kebahagiaan yang diraih David tak hanya karena ia berhasil membawa hadiah ratusan juta, tetapi juga transformasi tubuhnya yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. "Saya telah hidup dalam keadaan obesitas sepanjang hidup saya dan sekarang saya tidak pernah merasa sesehat, sebugar, dan sekuat sekarang."

Diakui David, sejauh ini ia memang tak pernah berolah raga dan doyan makan. Namun, setelah mengikuti kontes ini atas saran kakak perempuan dan tunangannya, ia menjalani pelatihan fisik dan pola hidup sehat di sebuah kamp di Malaka, Malaysia, di bawah pengawasan pelatih, serta tenaga medis, ahli gizi, dan fisioterapi profesional.

Di mata peserta The Biggest Loser Asia lainnya, David dianggap orang yang ulet dan punya daya juang tinggi. Buktinya, ia berhasil mempertahankan persentase penurunan berat badan terbanyak secara konsisten hingga memenangkan tantangan individu atau berkelompok serta sangat disegani di timnya. Tak ayal, rekan-rekannya menjulukinya "King David".

Riaz Mehta, Produser Eksekutif The Biggest Loser Asia, mengatakan, "Saat saya melihat transformasi yang dicapai para kontestan, saya merasa kami telah mencapai apa yang menjadi tujuan kami—mengubah kehidupan. Kami juga menunjukkan kepada jutaan orang yang mengalami obesitas bahwa kehidupan yang baru dan sehat dapat dicapai dan bisa dilakukan, dan kami ada untuk membantu mereka. Keunikan The Biggest Loser untuk menjangkau, mengedukasi, dan menghibur para penontonnya menjadikannya tontonan yang menarik dan juga menginspirasi."

Seusai kompetisi, David pun ingin menginspirasi masyarakat di Indonesia dan seluruh Asia untuk memerangi obesitas. "Obesitas bisa dikalahkan dan pola hidup yang sehat bisa dicapai dengan motivasi, determinasi, dan dukungan dari orang di sekitar. Hidup saya berubah melalui The Biggest Loser Asia, dan saya yakin orang lain pun bisa berubah dengan caranya masing-masing, saya ingin menginspirasi banyak orang dengan berbagi kisah dan motivasi yang saya dapat dari The Biggest Loser Asia," kata David.

Lebih dari 2.000 kontestan dari seluruh Asia mendaftar untuk menjadi bagian dari reality show kompetisi ini. The Biggest Loser Asia musim kedua pun akan segera membuka audisi lagi, kunjungi www.biggestloserasia.com dan saksikan terus Hallmark Channel. (EH)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.